News Update :

Napi Kabur, Petugas Bantah Tudingan, Kalapas "Ulok" Wartawan

Selasa, 25 November 2014

Lhokseumawe | acehtraffic.com - Kasus dugaan terlibatnya oknum Petugas Lembaga Permasyarakatan Kelas  IIA Lhokseumawe yang mebantu Narapidana (Napi) kasus Narkoba atas nama Zulkifli kabur lewat Pintu Petugas Utama (P2U) mebantah ada tudingan keterlibatan dirinya.

Pernyataan ini di sampaikan oleh Petugas Handri Maswar yang menyatakan dia tidak terlibat dalam kasus kaburnya Napi Zulkifli.

"Jika masalah itu tanyakan langsung sama Kalapas M.Sutan, jangan sama saya"ujarnya saat di hubungi reporter acehtraffic.com. 

Saat di tanyai kasus kaburnya napi Zulkifli , Handri menyatakan kalau masalah si Zulkifli dia bisa keluar masuk Lp yang pertama dia Petugas Pedamping (Tamping) dan memang setiap regu napi tersebut berada di luar LP (bisa pulang kerumah). uangkapnya

Dan Handri mengecam wartawan yang menulis berita tentang dirinya yang tidak profesional dan laporan pemberitaan yang di anggap tidak mengkonfirmasi terlebih dahulu dan akan mecari si penulisnya, sewaktu Reporter acehtraffic.com mengaku dirinya yang menulis Handri pun jadi kaget dan komentarnya pun berubah menjadi manis yang menyatakan dirinya sudah di percaya oleh kalapas 100 % di LP.

"Seharusnya dalam pemberitaan profesional lah, ini dengan saya pun tidak di konfirmasi"pungkasnya

"Dan saya tidak boleh beri keterangan arahannya ke bapak kalapas saja"pungkasnya.

Seperti informasi sebelumnya Zulkifli  terpidana 7 tahun dalam kasus narkoba yang berhasil melarikan diri dari P2U dan di duga kuat melibatkan petugas lapas bernama Handri Maswar, yakni petugas yang telah beberapa kali telah melakukan pelanggaran namun belum ada sanksi yang tegas di berikan padanya .(Baca: LP Lhoksemawe Bergelut Kasus, Napi Narkoba Berhasil Kabur Lewat P2U)

Saat menghubungi Kalapas M.Sutan, malah balik tanya dari mana mengetahui kaburnya Napi Zulkifli, dan menyuruh wartwan datang kekantornya besok Kamis, 26 november 2014 agar lebih jelas.

"Datang aja besok pagi biar saya jelaskan, sambil kita ngopi" ujarnya.

"Dari mana pemberitaan di situlah di ambil pak karna pesan dari pusat biar satu pintu dia bilang kan"Tambah M.sutan.

Di akhir pembicaraan dia mengatan "mudah-mudahan dengan doa bapak saya cepat di pindahkan atau pensiun" ungkap M.sutan yang terkesan mengulok wartawan seraya memutuskan Handphonenya.

Ada apa gerangan, apa kasus ini ada terlibat Kalapasnya atau tidak, atau ada kerja sama dengan bawahnya...? | AT | MI |

Berita terkait :
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016