The Aceh Traffic Media |

OPINI »

More on this category »

KILAS GAMPONG»

More on this category »

Seni Kreasi »

More on this category »

MK Tolak Permohonan Prabowo untuk Seluruhnya

Thursday, August 21, 2014

Jakarta | acehtraffic.com - Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk menolak seluruh permohonan calon presiden Prabowo Subiaanto terkait sengketa pemilihan presiden 2014, dengan kata lain mendukung penetapan Komisi Pemilihan Umum bahwa pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla adalah presiden-wakil presiden terpilih.

"Menolak permohonan termohon untuk seluruhnya," kata Ketua MK Hamdan Zoelva pada pukul 20.44 Kamis (21/8), mengakhiri pembacaan putusna secara maraton sejak siang tadi.
Keputusan itu diambil setelah anggota majelis hakim yang lain bergantian membaca pertimbangan yang mementahkan dalil-dalil Prabowo soal tuduhan kecurangan pilpres yang dikatakan bersifat masif, sistematis dan terstruktur.

Prabowo sebelumnya memohon kepada MK untuk membatalkan kemenangan Joko Widodo yang telah ditetapkan KPU, dan menerima hasil penghitungan kubunya sendiri yang memenangkan dia dan cawapres Hatta Rajasa. | beritasatu.com |

Rusuh Massa Prabowo-Hatta Disorot Dunia

Jakarta | acehtraffic.com - Aksi massa pendukung Prabowo-Hatta jelang putusan sengketa Pemilihan Presiden (pilpres) 2014 di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi sorotan dunia.
Kantor berita Reuters, Miami Herald dan BBC pada Kamis 21 Agustus 2014, menulis artikel mengenai aksi polisi memukul mundur massa Prabowo menggunakan gas air mata. 'Indonesia police fire tear gas ahead of court verdict on election," demikian judul artikel yang dimuat Reuters.


Sementara media Australia ABC.net mengabarkan tentang Gedung Mahkamah Konstitusi di Jakarta yang dikepung massa pendukung Prabowo Subianto. Disebutkan, para pengunjuk rasa dijaga oleh 27.000 polisi dan personel militer yang telah dikerahkan.
'Jakarta in lockdown as court decides validity of presidential election', demikian judul artikel yang mereka tulis.
"Pada sekitar 02.35 waktu setempat, ketika Hakim Agung Hamdan Zoelva mulai membacakan putusan, garis depan pengunjuk rasa tiba-tiba menyerang polisi -- mendorong aparat menembakkan gas air mata dan menggunakan meriam air. Para pengunjuk rasa gagal menerobos garis polisi dan para pendemo akhirnya mundur," tulis Smh.com.au menggambarkan aksi memanas itu.

Sementara Channel News Asia, memberitakan keberatan kubu Prabowo terhadap hasil Pilpres yang dimenangkan rivalnya pasangan Jokowi-JK, dengan artikel berjudul 'Indonesian court to rule on Prabowo's election challenge'.

Meski sempat ricuh, namun aksi anarkis massa tersebut situasi akhirnya kondusif.
Mahkamah Konstitusi akan memutuskan persidangan setelah menggelar sidang selama 8 kali, sejak 6 Agustus lalu. Bertindak sebagai pemohon dalam sidang ini adalah Prabowo-Hatta dan termohon Komisi Pemilihan Umum. Sedangkan piihak terkait adalah pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Ada dua opsi keputusan sidang, menolak atau mengabulkan permohonan pemohon. Jika majelis hakim MK mengabulkan permohonan Prabowo-Hatta, berarti kemenangan Jokowi-JK dalam Pilpres 9 Juli lalu tak bisa disahkan. Sebaliknya, jika permohonan ditolak, Jokowi-JK menjadi pemenang sah pilpres. | Liputan6.com |

Kronologi Kerusuhan Massa Pro-Prabowo di MK

Jakarta | acehtraffic.com - Terjadi kerusuhan antara massa pro-Prabowo dengan petugas kepolisian. Polisi memaksa mundur ribuan pendukung calon presiden Prabowo Subianto itu dengan water canon dan menembakkan gas air mata pada Kamis, 21 Agustus 2014. Berikut kronologi kerusuhan yang terjadi di depan gedung Indosat:

Pukul 14.29 WIB

Massa pro-Prabowo melempari polisi dengan botol air mineral. Seorang orator berteriak menyemangati massa. "Mundur adalah sumber pengkhianatan," katanya.

Pukul 14.33 WIB

Terjadi kerusuhan. Polisi menyemprotkan air bertekanan tinggi dan menembakkan gas air mata ke arah massa pendukung Prabowo. Terdesak, massa mulai membubarkan diri ke arah Jalan Medan Merdeka Selatan. Massa pro-Prabowo berlarian ke Jalan M.H. Thamrin, Jalan Medan Merdeka Selatan, dan Jalan Budi Kemuliaan.

Pukul 14.35 WIB

Kepala Polres Jakarta Pusat Komisaris Besar Hendro Pandowo memimpin pasukan barracuda untuk menenangkan massa. Sayang, massa telah menembus ke dalam Jalan Medan Merdeka Barat.

Pukul 14.36 WIB

Tiga pendukung Prabowo terluka di bagian kepala terkena tongkat bendera. Mereka kemudian dibawa ke tenda di depan gedung Indosat.

Pukul 14.38 WIB

Polisi mulai mengejar massa ke arah Jalan M.H. Thamrin.

Pukul 14.39 WIB

Polisi kembali menembakkan gas air mata. Konsentrasi massa mulai mengarah kembali ke Jalan Medan Merdeka Selatan. Sementara itu, pasukan polisi di depan gedung Indosat mulai melangkah mundur.  | Tempo |
LINTAS NUSANTARA »
DUNIA HARI INI »

Berita Lam Basa Aceh

Baca beurita laen »