News Update :

ACEH

POLITIK

NUSANTARA

Soal MoU, Partai Aceh Lemah di Mata TA Khalid?

Minggu, 12 Februari 2017

acehtraffic.com - Tidak jauh berbeda dengan kampanye sebelumnya, kampanye penutup pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Nomor Urut 5, Muzakir Manaf-TA Khalid di Lapangan Batee Geulungku, Pandrah, Kabupaten Bireuen, Sabtu 11 Februari 2017 juga masih mempertahankan isi kampanyenya dengan kwitansi.
Kwitansi adalah suatu alat bukti penerimaan sejumlah uang yang ditandatangani oleh penerima, lalu diserahkan kepada yang membayar dan dapat digunakan sebagai bukti transaksi
Sepertinya Calon Wakil Gubernur Aceh TA. Khalid  sangat hafal dengan bahasa kwitansi, pada kampanye di Kota Langsa juga TA Khalid  membahas soal kwitansi, dimana butir MoU yang belum selesai akan dilakukan penagihan oleh partai Aceh. BACA Selengkapnya 

Berita Media Soal Penangkapan Jubir Partai Aceh Pasca Insiden ‘Rebut’ Khatib

Sabtu, 21 Januari 2017

Insiden jelang shalat Jum’at di Mesjid Pasee, Keude Panton Labu Aceh Utara yang membuat dua orang ditangkap masing-masing M. Jhoni (30) Juru Bicara Partai Aceh dan Teuku Otman alias Ayah Ot Keuangan Sago menjadi perhatian sejumlah media.

Cerita Mengharukan, Politisi Gantikan Posisi Ibu Untuk dua Putrinya

Jumat, 13 Januari 2017

acehtraffic.com- Balee itu berukuran 4×2,5 M. Terbuat dari belahan pohon pinang (bak pineung). Lantainya terbuat dari bambu belah. Atapnya hanya genteng asbes bekas. Secara keseluruhan, balee (tempat ngaso) itu seperti dibangun asal-asalan, buat sekedar duduk-duduk menghabiskan waktu atau menghindar dari cuaca panas.

Tetapi bagi Ketua umum DPP PNA Aceh, Irwansyah alias Tgk Machsalmina, balee itu dijadikan seperti ‘rumah’. Ada spanduk Irwandi-Nova yang baru dipasang di balee sebagai penahan deru angin pantai Selat malaka diwaktu malam yang senantiasa berhembus tanpa kompromi.

Disinilah ‘markas’ sekaligus ‘rumah’ Tgk Machsalmina. Selama 4 hari 4 malam bertugas di Kembang Tanjung, Pidie. Selama itu ia tidur, beristirahat, bercanda dengan kedua putrinya yang masih kecil.

Saat saya amati dari hari kehari, menit per menit dan jam demi jam, ada rasa iba dalam hati melihat Jihan Fahira (4 tahun) dan kakaknya Najila Rania (8 tahun) menghabiskan hari-harinya dibalee yang hampir miring ini.

Padahal ayahnya sudah mengajak dan mengarahkan kedua putrinya itu tidur di rumah istrinya Suryadi Djamil di Riweuk, Sakti, tetapi keduanya selalu menolak. Hingga ayahnya terpaksa membawa Najila dan Jihan ke balee ini, sebagai tempat istirahat.

Anak Tgk Machsalmina yang paling kecil, Jihan selalu merindukan sosok ibunya dalam diri ayahnya itu. Kemanapun sang ayah pergi, kesitu pula Jihan ikut serta pergi. Meski harus tidur dibalee-balee yang tidak layak buat anak-anak ini, ia tetap bersikukuh ikut bersama ayahnya yang sedang menjalankan tugas sebagai Ketua umum PNA, dalam upayanya menguatkan dan konsolidasi tim pemenangan Irwandi – Nova dari kalangan partainya.

Kemana dana Rp.650 Milyar untuk Mantan GAM?

acehtraffic.com | Banda Aceh – Dalam debat kandidat yang digelar KIP Aceh untuk yang kedua kalinya, Calon Gubernur Aceh nomor urut 2, Zakaria Saman mempertayakan komentar Zaini Abdullah akhir 2015 lalu, terkait dana hibah Rp650 miliar untuk mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM)

Zakaria Saman merasa ia sebagai GAM tak pernah mendapatkan jipratan dana tersebut, bahkan 30 ribu mantan combatan, menurut Apa Karia juga tidak mendapatkan dana tersebut?

“Sama siapa Anda kasih uangnya? (Kalau tidak jelas) berarti anda lost control. Bapak yang teken, bapak dapat fee?,” tanya Apa Karya sebagaimana dilansir acehkita.com, Rabu 11 Januari 2016 malam

Kandidat Gubernur nomor 4 Zaini Abdullah yang juga Gubernur non aktif menjelaskan dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan peternakan lembu, ayam dan perikanan. Namun Zaini menduga pengelolaan program tersebut tidak berjalan baik, sehingga ia menduga uang sebesar itu telah hilang dan tak diketahui penggunaannya. Selengkapnya.....Klik

Catatan Massa Kampanye dan Eagle One Irwandi

Jumat, 06 Januari 2017

acehtraffic.com- Is, 44 tahun warga sebuah desa di Panton Labu Aceh Utara lagi khusuk mendengar orasi politik yang disampaikan juru kampanye calon Bupati Aceh Utara nomor urut 4 Fakhrurrazi H Cut,  saat menghadiri kampanye terbuka di Lapangan Landing, Lhoksukon, Aceh Utara. Rabu, 4 Januari 2017.

Ia nyaris tak berpaling, melumat satu persatu yang disampaikan calon bupati soal pungutan liar dalam pengelolaan pemerintahan yang terjadi selama ini, dan pengutipan liar bila warga yang berstatus dhuafa ingin mendapatkan rumah bantuan.


Bang Is tak bergeming, ia masih tetap berdiri teguh sekitar 15 meter dari podium, untuk pemilukada musim ini ia telah mendeklarasikan diri untuk hadir pada setiap kampanye calon bupati, dan  bila ada waktu untuk calon Gubernur juga dihadirinya.

Bukan karena ia sudah sok mok politek pilkada, tapi ia hanya ingin mendengarkan apa yang disampaikan para kandidat saat berkampanye. Selaku pria yang sudah berkeluarga yang  sudah dikarunia empat anak, tentunya  sangat berharap orasi politik ada yang menjadi harapan kehidupannya dapat berubah terutama peluang kerja dan pendapatan.

Janji 1 juta per kepala keluarga oleh salah satu calon Gubernur Aceh pada pemilukada 2012 lalu menjadi trauma baginya. Karena waktu setelah mendengar kampanye itu ia langsung pulang ke rumah dan menyampaikan kepada istrinya bahwa dahaga ekonomi keluarga mereka bakal tersiram bila calon Gubernur yang menjanjikan itu terpilih.

Namun apa yang terjadi, hampir habis masa jabatan 5 tahun pasangan Gubernur yang menjanjikan itu, 1 juta per KK yang menjadi harapannya tak kunjung ada.  “He…He, kalinyo aleh padit juta,”katanya bertanya, sambil melepas senyum

Baginya sebagai masyarakat kecil yang harus menghidupi anaknya dengan bekerja tani sawah dan serabutan tak begitu tertarik dengan janji kandidat, soal bila terpilih akan membereskan surat ini dan itu, soal Aceh,  karena janji itu juga banyak yang cuma pernyataan  sesuai mangat teumeon bu, di Lhap-lhap dan Keu peugawat-gawat manteong (Biar terkesan hebat), buktinya juga tidak ada.

Seperti sebuah pernyataan di media,  soal Bendera Aceh, yang katanya pagi 2017,  bendera Aceh akan berkibar. Namun sudah tanggal 4 januari bendera tersebut juga belum berkibar.
“Kiban nyan? Tanya Is.
irwandi YusufLagi asiknya bercerita, tiba –tiba suara rauangan terdengar, Is nampak gelisah, dagunya terangkat keatas untuk memastikan dari mana sumber suara itu, ternyata sebuah pesawat kecil sedang berputar di udara.

“Bang Wandi, Bang Wandi,” teriak massa dengan mata dan tangan ke atas, begitu juga dengan Is. Bang wandi yang diteriakkan secara bergemuruh itu adalah Irwandi yusuf calon Gubernur Aceh nomor 6. BACA Lengkapnya ................................

INTERNASIONAL

LINGKUNGAN

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016