The Aceh Traffic Media |

OPINI »

More on this category »

KILAS GAMPONG»

More on this category »

Seni Kreasi »

More on this category »

Masyarakat Nisam Sampaikan Keluhan Kepada Tengku “Cagee” DPRA

Wednesday, October 22, 2014

Aceh Utara | acehtraffic.com -Masyarakat Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara, menyampaikan keluhan desa mereka kepada Azhari Cage Anggota DPRA di Aula Kantor Camat Kecamatan Setempat, Selasa21 Oktober 2014
 
Pada pertemuan yang di fasilitasi oleh Camat Ibrahim S,sos tersebut di hadiri oleh kepala desa, mukim, kejreung blang dan tokoh masyarakat, dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa keluhan masyarakat tersebut mayoritas masalah jalan yang masih berlumpur, serta waduk tempat penampungan air yang belum berfungsi.

Kondisi Waduk Paya Punjot di kawasan Nisam Antara yang sampai saat ini belum rampung, padahal waduk seluas 35 Hektar tersebut sudah dibangun sejak periode bupati Ilyas Pase dan rencananya untuk mengairi ribuan hektar sawah warga Nisam.

“Sawah-sawah warga butuh air, sudah empat kali musim tanam kita gagal panen. Waduk itu belum berfungsi, karena pembangunannya belum selesai. Persoalan ini harus segera diselesaikan, karena ini kebutuhan mendesak,” sebut Latifuddin, Keujruen Blang Kecamatan Nisam dalam pertemuan itu.

Akibat tidak adanya air untuk persawahan mengakibatkan gagal panen yang sudah tiga kali terjadi antara lain di Meunasah Blang Crok, Meunasah Krueng, Ketapang, Cot Mee, Cot Euntung dan Cot Mambong. “Kami berharap, tahun depan Waduk itu bisa segera diselesaikan, agar masyarakat tidak semakin sengsara,” sebutnya lagi.

Menanggapi persoalan itu, Azhari Cage menjelaskan, persoalan yang telah diungkap warga akan dimasukkan ke dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2015. Untuk masalah waduk , diperlukan dana sebesar 50 Rp miliar lebih, itu sudah termasuk finishing dan jaringannya.

“Dana itu tidak sepenuhnya ditanggung oleh APBA, namun akan sharing dengan APBK 2015. Mengingat nilai devisit anggaran tinggi, maka proses pembangunan dan perbaikan jalan di Nisam akan dilakukan secara bertahap. Target kita, 2017 semua jalan sudah diaspal dan masalah waduk selesai,”Ungkap Cage di depan warga.

Setelah berjumpa dengan masyarakat Nisam, Azhari Cage juga menemui masyarakat kecamatan Bandar Baro. Rangkaian kegiatan itu merupakan agenda silaturrahmi dengan konsituen , sekaligus menyerap aspirasi masyarakat, selama masa transisi setelah dilantik sebagai dewan baru. | acehbaru.com |

Arti Kata - Azhari adalah anggota DPR Aceh- Ia berasal dari Partai Aceh, sebelum Aceh damai ia adalah salah satu mantan combatan wilayah Pasee, pada masa itu namanya bertambah menjadi Azhari Cagee. Cagee bahasa Aceh secara bahasa adalah nama binatang yang dilindungi yaitu Siamang. Entah karena ada keahlian khusus sebagai pasukan GAM hingga nama Cagee padanya begitu cocok dan melekat.

Teuku Dani: Prioritaskan 2 Menteri Untuk Aceh dan Papua di Kabinet Jokowi JK

Banda Aceh | acehtraffic.com - Susunan Kabinet Presiden Jokowi yang hingga kini masih jadi tanda tanya bagi publik dan elite politik serta masih menjadi tarik- menarik kepentingan di internal Jokowi-JK terkait nama-nama dan calon menteri yang akan masuk dalam kabinet pemerintahannya periode 2014-2019.

Terkait susunan kabinet yang belum di umumkan oleh Presiden terpilih Jokowi-JK, tim suksesnya Teuku Dani (36) dan juga politisi asal Aceh saat di jumpai di Reporter acehtraffic.com di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh pun angkat bicara dan mengharapkan kepada Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Jk untuk memprioritaskan dua orang menteri dari Aceh dan Papua di kabinetnya yang mengingat daerah tersebut sebagai pemodal untuk Negara Indonesia dan Aceh pernah menjadi Ibukota Republik Indonesia pada tahun 1948.

Apa lagi Aceh ini memiliki sejarah yang penting untuk Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 1948, saat Belanda melancarkan agresi keduanya terhadap Yogyakarta yang dalam waktu sekejap Ibukota RI kedua itu jatuh dan dikuasai Belanda. saat itu, Presiden Pertama Indonesia, Soekarno  sedang mengendalikan pemerintahan terpaksa harus memilih jalan untuk menyelamatkan Bangsa. tidak ada pilihan lain, Presiden Soekarno mengasingkan diri ke tempat yang menurut beliau aman, yaitu Bireuen yang sekarang di kenal dengan kota Juang," ujarnya.

"Saya selaku putra Aceh dan juga tim sukses Pemenangan Jokowi-JK sangat mengharapkan di Kabinetnya ada perwakilan dari Aceh dua orang, begitu juga dengan Papua"ungkapnya.

Selain Aceh, wilayah timur Indonesia yaitu Papua juga harus mendapat jatah menteri dua orang, karena mengingat nasib Aceh dengan Papua itu tidak jauh berbeda." tambah Teuku Dani. 

Selanjutnya Teuku Dani mengatakan, Track Rekord seorang kandidat Menteri tidak semata di lihat dari aspek dia tersandung Korupsi atau tidak, bisa jadi seorang pejabat lepas dari kasus - kasus pidana, apalagi Zaman sekarang boleh saya katakan dalam istilah " tumpul ke atas dan tajam ke bawah " ini Negara Hukum jadi siapapun yang terjerat kasus, mesti di proses dengan aturan yang sudah tertuang dalam undang - undang Negara, dan Pemerintah harus berani menindak tanpa kenal bulu, selanjutnya KPK harus jeli dan melihat sejauh mungkin tentang catatan seorang pejabat elite politik dari buku hitamnya KPK,  kendati demikian Calon Menteri harus di lihat dari aspek cara dia bermasyarakat, setidaknya pemerintah Jokowi-JK tidak salah minum obat dalam mengevaluasi calon Menteri, bila semua itu di kendalikan melalui kekuatan rakyat, sudah tentu cara bermasyarakat dia itu seperti apa, toh Menteri harus bisa mengendalikan kekuatan rakyat dalam melaksanakan pembangunan Republik ini?

Seperti halnya di Provinsi Aceh, menurut pikiran saya secara pribadi mungkin Mantan Gubernur  Aceh Irwandi Yusuf bisa masuk ke dalam kabinet Jokowi-JK dimana pengalaman beliau dalam melaksanakan tata pemerintahan di Aceh mendapat nilai plus dari Masyarakat Aceh dan ini bukan sekedar pencitraan namun bisa di lihat dari hasil kinerja beliau selama memimpin Aceh , bagi saya Provinsi Aceh sudah sangat terluka, orang pintar sangat banyak di Aceh namun sangat di sayangkan karakter handal mereka tenggelam secara sia - sia, semoga saja Pemerintahan Jokowi-Jk bisa menempatkan dua orang putra Aceh terbaik dalam kabinetnya "Pungkasnya. | AT | TM |

Tidak Diperhatikan Pemerintah, 10 Desa di Kaltim Akan Bergabung dengan Malaysia

Mahakam Ulu | acehtraffic.com - Sepuluh desa di Kecamatan Long Apari, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur (Kaltim), mengancam akan bergabung dengan negara Malaysia. Pasalnya, sepuluh desa yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia, itu merasa dikucilkan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim maupun pemerintah pusat.

Dikatakan Batoq Laga, Kepala Desa Long Penaneh I, Long Apari, masyarakat Long Apari tidak pernah mendapat keadilan dari Pemerintah Indonesia sehingga dalam waktu dekat pihaknya akan memasang bendera Malaysia di Kecamatan Long Apari.

"Kami akan memasang bendera Malaysia jika kami terus dikucilkan oleh Pemerintah Indonesia. Kami tidak pernah diperhatikan oleh Pemerintah Indonesia. Jangankan insfratruktur, (untuk) komunikasi saja kami tidak bisa. Kami punya HP, tapi gunanya hanya untuk pamer dan mendengar lagu," kata dia, (17/10/2014).

Batoq menjelaskan, perekonomian di Long Apari tidak berputar. Batoq juga mengeluhkan masalah bahan pangan di Long Apari. Menurut dia, satu karung beras seberat 25 kg dibanderol seharga Rp 600.000.

"Beras sudah Rp 600.000, bensin sudah Rp 25.000. Semua serba mahal. Semua karena infrastruktur yang menghambat perekonomian kami," ujarnya. Karena keterbatasan itu, semua kepala desa di Kecamatan Long Apari berulang kali meminta keadilan dari pemerintah, tidak hanya Pemerintah Provinsi Kaltim, tetapi juga Pemerintah Indonesia.

"Kami sudah ke mana-mana, mulai dari pembicaraan dengan Pemprov Kaltim hingga ke pemerintah pusat. Tapi, hasilnya nihil. Kami masih saja dikucilkan," ketusnya. Karena itu, kata dia, jika Pemerintah Indonesia tidak memberi keadilan dan kesejahteraan, dipastikan 10 desa di Kecamatan Long Apari akan memasang bendera Malaysia.

"Terutama di salah satu tower yang dibangun pemerintah, ada tower, tapi tidak ada fungsinya. Tower telekomunikasi dibangun sejak 2012. Tapi, hingga sekarang, HP kami tidak bisa dipakai menelepon. Jika kami bergabung dengan Malaysia, pasti bukan hanya telekomunikasi yang akan dipasang, melainkan juga infrastruktur pun akan lancar, selancar perekonomian Malaysia," pungkasnya. | Kompas |
LINTAS NUSANTARA »
DUNIA HARI INI »

Berita Lam Basa Aceh

Baca beurita laen »