News Update :

ACEH

POLITIK

NUSANTARA

Acehbaru.com Tulis Listrik Kedongdong Bersinar Ke Jakarta, Gelap di Tampur Paloh

Senin, 22 Mei 2017

“Kami saat ditanya orang di Kota sana terbingung-bingung, mereka membaca di media massa listrik kedondong udah bisa menerangi desa kami, padahal belum dirasakan masyarakat,”ujar Hasbi seorang tokoh masyarakat yang kebetulan bertemu acehbaru.com.
Maka tak heran harapan itu kemudian mereka alihkan untuk sumber listrik yang memungkinkan seperti pembangkit listrik tenaga air sederhana yang dikenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hidro (PLTMH).  Warga Tampor Paloh sempat bergembira, saat tahun 90-an pemerintah membangun PLTMH di desa tetangga mereka Tampur Boor, namun tenaga listrik yang mengandalkan sumber air terjun tersebut hanya mencukupi satu desa saja, sementara untuk desa Tampur Paloh tak kecukupan arus. Akhirnya mereka harus bersabar lagi.
BACA JUGA :
Sambil menunggu layanan alat penerangan yang dibangun pemerintah, warga memilih alternative sendiri, bagi yang memiliki cukup uang, mereka membeli mesin diesel merek Dongfeng kemudian merakit menjadi mesin Genset, dengan cara itulah mereka menerangi rumah sendiri dan menolong tetangga jika ada hajatan. “ Ya kami sudah lama pakai Genset,”katanya.
Musibah besar banjir bandang 26 Desember 2005 lalu mengoyak kehidupan warga Tampur Paloh dan sejumlah desa lain yang berada di hulu Sungai Tamiang itu, desa mereka yang awalnya berada di bahu sungai disapu air bah yang datang di malam buta desember itu, rumah–rumah hanyut, daratan menjadi sungai.
Pasca itu seluruh penduduk direlokasi ke daerah perbukitan, pemerintah membantu mereka dengan dana swakelola untuk membangun rumah, sementara untuk penerangan masih tetap seperti biasa. Bagi yang tak memiliki uang melanjutkan menggunakan penerangan lampu teplok, sementara yang memiliki uang membeli lagi mesin Genset.
BACA JUGA :
Setelah tujuh tahun berlalu, tepatnya tahun 2012 pemerintah Propinsi Aceh memberikan bantuan listrik tenaga surya. Bantuan ini membuat desa itu meriah pada malam hari, meskipun saat itu juga terjadi gejolak sosial karena bantuan tidak mencukupi untuk semua warga.
Namun 3 tahun kemudian masalah lain datang, sejumlah bateray yang berfungsi menyimpan arus mulai rusak, sementara untuk mengantikannya membutuhkan waktu, kecuali satu dua orang.
Sementara sejumlah warga lain butuh waktu yang lama mengumpulkan uang dari bekerja serabutan, buruh angkat balok, pencari burung dan pekebun itu. “Memang uang delapan ratusan ribu tidak banyak, tapi untuk mengumpulkan capek juga, kecuali ada panen cabe saat harga mahal, waktu panen cabai kemarin banyak yang ganti Bateray,”sela seorang bapak yang lain.
Harapan baru datang lagi untuk warga desa Tampur Paloh, perusahaan migas Pertamina EP Rantau Field memperkenalkan listrik dengan energi pohon kedondong pagar (Spondias Dulcis Forst) temuan seorang pelajar MTs di Kota Langsa. Pertamina melalui program CSRnya memasok 1 truk batangan Kedondong, kemudian dibagikan kepada masyarakat, batangan pohon yang masih berukuran kecil diminta untuk ditanam, sementara yang sudah berdiameter 25 cm langsung dilakukan uji coba penyambungan untuk tenaga listrik. Dua rumah untuk tes pertama. Sementara 28 rumah yang lain terus dipasang instalasinya sambil menunggu tumbuhnya pohon dan tersedianya pohon tambahan.
Hasilnya ?
Sebut saja salah satunya di rumah ibu M (30), sejak disambung hingga sekarang belum dapat digunakan untuk menerangi, dua bola lampu jenis emergency merek Hannoch yang tertempel diruang tamu hanya nyala sebentar, itupun biasanya setelah didatangi tenaga teknis yang dibawa staff Pertamina. “Biasanya nyala bila ada kunjungan para petinggi Pertamina dan datang wakil Bupati kemarin, habis itu padam lagi,” tambah seorang warga lain yang tak mau disebut namanya saat acehbaru.com berkunjung kesana.
Penambahan pohon terus dilakukan pihak Pertamina, salah satu cara dengan meminta masyarakat mencari pohon Kedondong yang berada di hutan sekitar desa, sebagai imbalan Pertamina menghargai perbatang Rp. 25 ribu. Namun hingga saat ini warga enggan melakukannya. “Mungkin karena tidak yakin, buktinya dua rumah yang telah dipasang ini, belum bisa berfungsi untuk menerangi,”ungkap Hasbi.
Menjelang magrib, gemuruh genset dimulai  yang kemudian diikuti nyala terang listrik di beberapa rumah warga, sebagai penanda adanya kehidupan di Tampor Paloh. Untuk menghemat biaya penerangan malam hari, genset dihidupkan hanya sampai pukul 23.00 malam.
“Tepat pukul 23.00 malam, gemuruh suara dang… ding… dong.. genset terhenti. Semuanya kembali gelap.”Pungkas Hasbi (SUMBER ACEHBARU.COM)

Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Medan Diduga Masih Terkait Keluarga Istri Korban

Rabu, 12 April 2017

Medan | acehtraffic.com -- Polda Sumatera Utara menetapkan satu terduga pelaku pembunuhan sadis sekeluarga di Jalan Mangaan Gang Banteng, Mabar, Medan Deli, Medan. Saat ini, dia telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan masih diburu polisi.

Wakapolda Sumut Brigjen Agus Andrianto mengatakan, calon tersangka dalam pembunuhan tersebut berinisial AL (34 tahun), warga Jalan Pembangunan II, Sekip, Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumut. Dia diketahui masih merupakan kerabat korban.

"(Korban) masih ada hubungan keluarga dengan istri (pelaku) AL," kata Agus di Mapolda Sumut, Selasa (11/4).

AL diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan setelah petugas menemukan sejumlah barang bukti dari rumahnya di Jalan Pembangunan II, Sekip, Lubuk Pakam. Petugas memang telah melakukan penggeledahan di rumah tersebut hari ini, Selasa (11/4).

Dari dalam rumah tersebut, petugas menemukan sejumlah barang milik korban. Di antaranya, empat ponsel milik para korban, satu laptop milik korban Naya, STNK sepeda motor atas nama korban Riyanto, dan beberapa barang lain.

AL pun diduga tidak sendirian dalam melakukan aksinya. Polisi memastikan pelaku pembunuhan itu lebih dari satu orang. "Berdasarkan keterangan saksi, pelaku lebih dari satu orang," ujar Agus.

Agus mengatakan, hingga saat ini, penyidik belum mengetahui motif pembunuhan karena AL belum tertangkap. Menurutnya, berbagai dugaan diselidiki untuk menguak kasus tersebut, termasuk adanya indikasi sengketa keluarga terkait harta warisan.

Namun, Agus mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kejadian itu diduga berlatar dendam. "Kalau sampai anak empat tahun pun dibuat seperti itu kondisinya, patut diduga kejadian ini bermotif dendam," kata dia.

Polda Sumut telah menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) yang sudah dikirimkan ke Mabes Polri untuk kemudian disebar ke seluruh Polda di Indonesia. Selain itu, Agus mengatakan, pihaknya juga meminta dan memperingatkan AL untuk dapat segera menyerahkan diri. "Kami mengimbau yang bersangkutan untuk menyerahkan diri," ujar Agus.

Seperti diketahui, lima orang yang merupakan satu keluarga ditemukan tewas bersimbah darah di rumah mereka di Jl Mangaan Gang Banteng, Mabar, Medan Deli, Medan, Ahad (9/4) pagi. Lima korban pembunuhan tersebut, yakni pasangan suami istri Riyanto (40) dan Sri Ariyani (40), kedua anak mereka, Naya (14) dan Gilang (8) serta mertua Riyanto, Sumarni (60).

Mereka ditemukan tewas dengan luka akibat senjata tajam. Sementara putri bungsu pasangan Riyanto dan Yani, K (4), selamat dalam pembantaian tersebut. Saat ini, kondisi balita malang yang sempat kritis itu terus membaik dan masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Medan. (republika)

Soal MoU, Partai Aceh Lemah di Mata TA Khalid?

Minggu, 12 Februari 2017

acehtraffic.com - Tidak jauh berbeda dengan kampanye sebelumnya, kampanye penutup pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Nomor Urut 5, Muzakir Manaf-TA Khalid di Lapangan Batee Geulungku, Pandrah, Kabupaten Bireuen, Sabtu 11 Februari 2017 juga masih mempertahankan isi kampanyenya dengan kwitansi.
Kwitansi adalah suatu alat bukti penerimaan sejumlah uang yang ditandatangani oleh penerima, lalu diserahkan kepada yang membayar dan dapat digunakan sebagai bukti transaksi
Sepertinya Calon Wakil Gubernur Aceh TA. Khalid  sangat hafal dengan bahasa kwitansi, pada kampanye di Kota Langsa juga TA Khalid  membahas soal kwitansi, dimana butir MoU yang belum selesai akan dilakukan penagihan oleh partai Aceh. BACA Selengkapnya 

Berita Media Soal Penangkapan Jubir Partai Aceh Pasca Insiden ‘Rebut’ Khatib

Sabtu, 21 Januari 2017

Insiden jelang shalat Jum’at di Mesjid Pasee, Keude Panton Labu Aceh Utara yang membuat dua orang ditangkap masing-masing M. Jhoni (30) Juru Bicara Partai Aceh dan Teuku Otman alias Ayah Ot Keuangan Sago menjadi perhatian sejumlah media.

Cerita Mengharukan, Politisi Gantikan Posisi Ibu Untuk dua Putrinya

Jumat, 13 Januari 2017

acehtraffic.com- Balee itu berukuran 4×2,5 M. Terbuat dari belahan pohon pinang (bak pineung). Lantainya terbuat dari bambu belah. Atapnya hanya genteng asbes bekas. Secara keseluruhan, balee (tempat ngaso) itu seperti dibangun asal-asalan, buat sekedar duduk-duduk menghabiskan waktu atau menghindar dari cuaca panas.

Tetapi bagi Ketua umum DPP PNA Aceh, Irwansyah alias Tgk Machsalmina, balee itu dijadikan seperti ‘rumah’. Ada spanduk Irwandi-Nova yang baru dipasang di balee sebagai penahan deru angin pantai Selat malaka diwaktu malam yang senantiasa berhembus tanpa kompromi.

Disinilah ‘markas’ sekaligus ‘rumah’ Tgk Machsalmina. Selama 4 hari 4 malam bertugas di Kembang Tanjung, Pidie. Selama itu ia tidur, beristirahat, bercanda dengan kedua putrinya yang masih kecil.

Saat saya amati dari hari kehari, menit per menit dan jam demi jam, ada rasa iba dalam hati melihat Jihan Fahira (4 tahun) dan kakaknya Najila Rania (8 tahun) menghabiskan hari-harinya dibalee yang hampir miring ini.

Padahal ayahnya sudah mengajak dan mengarahkan kedua putrinya itu tidur di rumah istrinya Suryadi Djamil di Riweuk, Sakti, tetapi keduanya selalu menolak. Hingga ayahnya terpaksa membawa Najila dan Jihan ke balee ini, sebagai tempat istirahat.

Anak Tgk Machsalmina yang paling kecil, Jihan selalu merindukan sosok ibunya dalam diri ayahnya itu. Kemanapun sang ayah pergi, kesitu pula Jihan ikut serta pergi. Meski harus tidur dibalee-balee yang tidak layak buat anak-anak ini, ia tetap bersikukuh ikut bersama ayahnya yang sedang menjalankan tugas sebagai Ketua umum PNA, dalam upayanya menguatkan dan konsolidasi tim pemenangan Irwandi – Nova dari kalangan partainya.

INTERNASIONAL

LINGKUNGAN

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016