The Aceh Traffic Media |

OPINI »

More on this category »

KILAS GAMPONG»

More on this category »

Seni Kreasi »

More on this category »

Sosialisasi Nomor 24 tahun 2013, Asisten I Bagi Pengalaman Saat Menjabat Kadisdukcapil

Thursday, October 30, 2014

Banda Aceh | acehtraffic.com – Asisten Administrasi Pemerintahan Pemerintah Kota Banda Aceh, Drs Tarmizi Yahya MM memanfaatkan acara sosialisasi Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 untuk berbagi pengalamannya saat menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh. Sosialisasi yang digelar Disdukcapil Kota Banda Aceh berlasngsung, Kamis 30 Oktober di Aula Lantai II Gedung C, Komplek Balai Kota Banda Aceh.
Sebagai sosok yang sudah berpengalaman di bidang pencatatan sipil, Tarmizi banyak memberikan masukan kepada para peserta dan aparatur Disdukcapil yang memenuhi Aula Lantai II tersebut.
Katanya, Sosisalisasi ini menjadi hal yang sangat penting ketika banyak perubahan kebijakan dalam administrasi kependudukan yang diatur dalam perubahan UU Nomor 24 Tahun 2013 ini. Beberapa substansi dalam UU 23 Tahun 2006 yang mengalami perubahan (revisi) di antaranya pelaporan kelahiran, pelaporan kematian, pengesahan anak, akta kelahiran dan juga masa berlaku Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).
“Ini perlu dicatat, mayoritas masyarakat hanya mendatangi kantor hanya ketika membutuhkan dokumen kependudukan saja, tapi sering mengabaikan data yang semestinya juga mereka laporkan, seperti laporan kematian, kelahiran, perceraian dan lainnya. Sementara data itu dibutuhkan Disdukcapil dan masyarakat itu sendiri nantinya” ungkap Tarmizi.
Menurutnya, aturan baru tersebut banyak perubahan dari Undang-undang nomor 23 tahun 2006 dan harus diketahui masyarakat. 
“Ini sangat dibutuhkan peran aktif dari para Keuchik sebagai ujung tombak pemerintahan yang langsung berhadapan dengan masyarakat, Keuchik harus gencar menyampaikan undang-undang nomor 24 ini ke warga, karena sangat banyak perubahan dari Undang-undang nomor 23 Tahun 2006” tegas Tarmizi.
Kemudian, lanjut Tarmizi, para Keuchik harus menyampaikan kepada masyarakat bahwa semua yang terkait dengan urusan administrasi kependudukan tidak dipungut biaya oleh Pemerintah.
“Ini juga harus disampaikan ke warga, semua di gratiskan oleh Pemerintah sehingga masyarakat tidak perlu segan mendatangi kantor Disdukcapil dengan alasan tidak ada biaya” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Banda Aceh Syahrullah megatakan tujuan digelarnya sosialisasi salah-satunya adalah untuk memberikan pengetahuan dan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan administrasi dan document kependudukan secara grtais.
Peserta terdiri dari 90 Keuchik dalam Kota Banda Aceh, sementara yang tampil sebagai pemateri adalah Kabid Pencatatan Sipil Disdukcapil Banda Aceh, Uswansyah. | AT | TM | Rillis |

Bupati Nagan Raya: Orang Aceh Seperti Yahudi

Nagan Raya | acehtraffic.com - Bupati Nagan Raya Teuku Zulkarnaini menyebut watak orang Aceh seperti Yahudi. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golongan Karya di Suka Makmue, Nagan Raya, Rabu, 29 Oktober 2014.

“Otak orang Aceh seperti otak orang yahudi,” katanya.

Penyematan tersebut diberikan Teuku Zulkarnaini disebabkan orang Aceh memiliki otak dan pikiran yang cerdas. Sehingga, kata Zulkarnaini, dua putra terbaik Aceh telah mampu menembus kursi di kementerian Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla.

Seperti diketahui, dua putra Aceh dilantik menjadi menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK. Kedua putra Aceh yang beruntung tersebut adalah Sofyan A Jalil sebagai Menko Perekonomian dan Ferry Mursidan Baldan yang menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang. | atjehpost |

Jokowi Sebar HP 08122600960 ke Pengungsi Sinabung, Suruh Ngadu Kalau Ada Apa-apa

Wednesday, October 29, 2014

Sinabung | acehtraffic.com - Presiden Jokowi mendatangi pengungsi Sinabung di Kabanjahe, Sumut. Jokowi dengan dadakan menemui pengunjung dan melakukan audiensi. Tak ada protokoler yang mengatur acara, Danpaspampres Mayjen Andika Perkasa yang mengetes mik dan menjadi MC acara

Dalam audiensi di halaman Gereja GBKP, Rabu (29/10/2014), Jokowi membagi-bagikan sembako kepada pengungsi. Tak lupa dia juga membagikan kartu Indonesia sehat dan kartu Indonesia pintar.

"Nanti juga saya mau ngasih ini kartu Indonesia sehat dan pintar. Ini buat kalau sakit tinggal pakai kartu Indonesia sehat, tapi semoga nggak pada sakit," jelas Jokowi yang disambut riuh pengungsi. Ada Gubernur Sumut Gatot Pujo serta jajaran perangkat daerah di Sumut.

Suasana berlangsung cair. Jokowi sambil memegang mik kemudian menyarankan kepada para pengungsi kalau selama dua minggu belum ada yang menerima nomor kartu itu dipersilakan mengadu dengan mengirim SMS ke nomor HP dia.

"Kalau sampai dua minggu ibu-ibu bapak-bapak belum ada yang terima, SMS saya," kata Jokowi. Ucapan Jokowi ini langsung disambut tawa para pengungsi.

Jokowi pun keheranan. Dia kemudian bertanya kepada warga. "Tahu nggak nomor telepon saya?" tanya Jokowi.

"Nggak," jawab warga serempak.

"Nggak tahu? Kan sudah banyak tersebar, saya nerima banyak SMS suruh ke Sinabung," terang Jokowi. Iriana duduk di dekat Jokowi pidato sambil duduk dekat dengan warga.

"Ini nomor HP saya 08122600960, catat ya. Kalau misalnya dua minggu belum ada yang terima SMS saya," tutur Jokowi. | detik.com |
LINTAS NUSANTARA »
DUNIA HARI INI »

Berita Lam Basa Aceh

Baca beurita laen »