News Update :

ACEH

POLITIK

NUSANTARA

Aceh Harus Hebat

Kamis, 20 Juli 2017

SATU poin menarik yang memenangkan pasangan Irwandi-Nova adalah jargon kampanye mereka; salam JKA! Masyarakat mana yang tidak tahu JKA. Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) ini termasuk program unggulan Irwandi masa pemerintahannya (2007-2012), dan terbilang cukup fenomenal karena telah dirasakan manfaatnya hampir seluruh rakyat Aceh. Sehingga juga menjadi rujukan negara kita saat ini dalam memberi pelayanan kesehatan gratis kepada rakyat.
Masing-masing politikus memang mempunyai senjata sendiri untuk mempengaruhi massanya. Kita berikan contoh, terpilihnya Donald Trump menjadi presiden AS tidak lepas dari jargonnya make America great again. Begitu pula terpilihnya presiden Jokowi (2014). Figurnya yang sederhana adalah media kampanye itu sendiri. Ia memanfaatkan jargon “revolusi mental” sebagai cara mempengaruhi rakyat. Sehingga tidak tanggung-tanggung “metode blusukan” menjadi amunisinya. Blusukan menjadi metode efektif yang menghantarkan Jokowi menjadi presiden RI.
Program JKA sangat fundamental, ia menusuk jantung hati rakyat sehingga jatuh hati padanya. Kehadiran JKA semacam revolusi kesehatan untuk kalangan masyarakat Aceh. Disebut revolusi karena belum pernah ada sebelumnya. Sehingga kebanyakan rakyat mengingat betul JKA ini; seperti rindu ingin bersua kembali. Sanking rindunya dengan JKA, sosok Irwandi adalah harapan mereka.
Kita sengaja menyebutkan dua contoh sosok presiden negara, Trump dengan slogan make America great again dan Jokowi dengan “revolusi mental”. Karena nilai-nilai yang terkandung dalam dua slogan ini memiliki banyak sisi positif dan memberi inspirasi untuk kita terapkan dalam peri kehidupan kita. Make Aceh great again, dengan cara merubah mentalitas masyarakatnya.
AS adalah negara superpower yang mampu mempengaruhi seluruh dunia. Mereka memiliki perekonomian kuat meskipun sumber daya ekonomi itu kadang berasal atau berada di negara lain. Mereka bisa mengatur dan mempengaruhi sistem perekonomian dunia agar berpihak padanya. Mungkin wajar saja kalau ada warga penduduk dunia dari kutub selatan yang tidak tahu negara Indonesia, namun mereka pasti tahu negara Amerika.
Hari ini dengan mudah sekali kita dapat mengakses dan membeli produk AS, karena semua itu telah hadir di tempat kita, baik itu pakaian, makanan, kosmetik, aksesoris dan lain sebagainya. Kita tidak perlu ke AS untuk membeli McDonald, KFC, dan lain-lain. Artinya dunia yang begitu luas ternyata bisa dijangkau hanya dalam satu genggaman smartphone kita. Adakah produk Aceh yang benar-benar menjadi perhatian dunia? Adakah produk-produk Aceh yang benar-benar menjadi kebanggaan Indonesia?
Musuh Aceh
Trump memang dinilai cukup kontroversial, bahkan hampir tidak bisa diterima logika sehat insan-insan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Karena dia disebut anti-imigran muslim. Ia selalu menyampaikan bahwa semua itu dilakukan hanya demi keamanan dalam negerinya. Jika saja Aceh memiliki musuh di luar sana, barangkali kita akan melakukan hal serupa. Musuh adalah tantangan hidup, dan musuh tidak saja bermakna frontal. Terkadang dengan cara itu kita bisa membangun diri menjadi lebih baik dan hebat. Musuh Aceh saat ini adalah kebodohan, kemiskinan dan perpecahan.
SDA Aceh begitu kaya raya mempesona dan menggiurkan siapa saja yang memandang. Bumi Aceh terbentang luas dari Sabang ke Tamiang, dengan gunung menjulang dan lelautan semuanya adalah sumber daya alam yang mesti digali untuk kepentingan kita sendiri. Kalau tidak kita yang menggali pasti akan datang orang lain menikmatinya. Untuk menggali SDA ini, tentu saja kita harus punya SDM yang handal. Misalnya kita tidak ingin lagi mendengar petani gagal panen karena hama.
Wadah untuk menampung aspirasi petani diperlukan disetiap daerah, dan mereka harus benar-benar profesional untuk menyelesaikan masalah. Bukan berteori belaka. Aceh adalah wilayah agraria, pertanian merupakan sumber penting keberlangsungan pasar kita. Demikian juga harga jual hasil pertanian harus lebih menguntungkan petani. Begitu pula hasil alam gas, batubara dan minyak bumi mesti kita kelola sendiri. Seterusnya industri-industri perlu didirikan agar kita tidak selalu menampung impor luar daerah.
Penyakit pemerintah Aceh adalah mereka membuat kebijakan dan program-program yang kadangkala sifatnya temporal selama masa kepemimpinannya saja. Tidak melihat jauh ke depan kepada generasi-generasi anak cucu kita. Ketergantungan kita kepada orang lain semakin memperparah trauma terhadap generasi mendatang. Mereka akan berkilah suatu saat “apa juga yang dilakukan gubernur kita lima tahun yang lalu.” Bagaimanapun juga, agar Aceh menjadi hebat haruslah berdikari dan mengelola sumber daya alam yang melimpah ruah dengan cara menghapus kebodohan.
Musuh kita lainnya yaitu perpecahan masyarakat. Perpecahan masyarakat ini bukan saja karena perbedaan golongan agama atau aliran kalam dan fikih, melainkan perpecahan sesama aktor politik di Aceh. Inilah perpecahan cukup parah melanda sosiologis kita saat ini. Karena akan mempengaruhi pembangunan daerah.
Membangun Aceh
Kesatuan dan persatuan aktor-aktor politik untuk membangun Aceh adalal hal yang niscaya. Aceh akan hebat jika semua aktor politik memiliki tujuan yang sama sebagai penyambung aspirasi rakyat demi mencapai kesejahteraan hidup. Semua kandidat yang kalah harus dilibatkan dalam menjalankan program-program masa depan, baik secara institusional ataupun swasta. Karena mereka memiliki potensi untuk memajukan Aceh.
Membangun Aceh bukan saja membangun aspek fisik saja. Melainkan juga membangun aspek psikis masyarakat. Karena kalau “jiwa sehat” pekerjaan pun akan berjalan dengan baik. Revolusi mental (morality) sama dengan membangun aspek psikis dan ini merupakan tujuan dari agama itu sendiri. Yaitu menciptakan masyarakat yang jujur, amanah, demokratis, bersatu, toleran, berkasih-sayang, etos kerja dan lain sebagainya (QS. 39:33, 16:4,105, 2:256, 49:10-13, 10:99, 4:1,59, 3:103,105, 28:77).
Kebijakan pemerintah harus diarahkan untuk menciptakan masyarakat harmonis dan memiliki etos kerja tinggi untuk keberlangsungan hidupnya. Caranya gubernur itu harus memberi teladan yang baik kepada rakyat, ia harus benar-benar seorang pekerja keras, dan ia mesti bersikap adil atas segala golongan masyarakat. Ia sendiri harus benar-benar ber-akhlakul karimah dan menyeru rakyat agar menjunjung tinggi nilai-nilai yang dikandung agama. Demikianlah cara kita mengalahkan musuh-musuh kita seperti kebodohan, kemiskinan dan perpecahan.
Sayembara Pilkada Aceh telah usai, dan telah berjalan dengan aman dan lancar. Kita beri apresiasi tinggi kepada seluruh masyarakat Aceh karena telah menjalankan satu aspek demokrasi dengan aman dan lancar. Hal ini membuktikan pula bahwa pemahaman demokrasi masyarakat kita sudah demikian cerdas dan patut dibanggakan.
Selamat kepada pasangan Irwandi-Nova karena telah memenangkan pilkada dan kini resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022. Kita harapkan masa pemerintahannya selama lima tahun ke depan, benar-benar memberikan perubahan Aceh menjadi hebat. Semoga!
* Syamsul Bahri, M.A., Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Nahdlatul Ulama Aceh. Peneliti di Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA), dan mahasiswa Program Doktoral PAI Multikultural Universitas Islam Malang (UNISMA), Jawa Timur. Email: syamsulbahri167@ymail.com | Opini ini diambil dari laman Serambinews.com

Bupati, Wakil Bupati, Sekda Hadiri Zikir Dan Do’a

Selasa, 18 Juli 2017

Peureulak | acehtraffic.com – Bupati Aceh Timur, H.Hasballah HM.Thaib (Rocky) dan Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bin Syama’un (Linud) serta Sekda Aceh Timur, M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP, menghadiri hajatan dan penyantunan 265 anak yatim di Komplek Kubu Aneuk Lhee, Desa Paya Gajah, Kecamatan Peureulak, Senin 17 Juli 2017.

Hadir dalam kesempatan itu antara lain para staf ahli bupati, para asisten, kepala satuan kerja pemerintah kabupaten (SKPK) dan
pimpinan dayah seperti Tgk. H. M. Ali (Abu Paya Pasi), Tgk. H. Bukhari Hasan (Ayah Leuge), Tgk. H. Kamaluddin (Waled Kama), Tgk. H. Yusuf Harbi (Waled) dan Tgk. H. Armis Musa (Ayah). 

Selain itu, hadir juga seribuan masyarakat dan mantan kombatan GAM yang dibawah payung Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Peureulak. Sebelum menyampaikan sambutannya, Bupati dan Wakil Bupati dipeusijuek (tepung tawar--red) sebagai bentuk syukur atas dilantiknya H.Hasballah HM.Thaib - Syahrul Bin Syama'un sebagai Bupati/Wakil Bupati Aceh Timur Periode 2017-2022.

Bupati Aceh Timur dalam sambutannya mengatakan, periode 2012-2017 telah dilewati bersama wakilnya Syahrul Bin Syama’un. Berbagai program pra rakyat telah dilakukan selama lima tahun, baik memulangkan Pusat Ibukota Pemkab Aceh Timur dari Kota Langsa ke Idi, membangun perkantoran secara bertahap dan membuka akses jalan antar desa dan membangun jembatan serta pemberdayaan masyarakat. “Termasuk menggratiskan Beras Sejahtera (Rastra) untuk seluruh masyarakat miskin di Aceh Timur,” ujarnya.

Kedepan, kata dia, pemberdayaan petani akan menjadi perioritas pemerintah dalam mendongkrak petani, lebih-lebih petani sawah. “Aceh Timur memiliki sawah yang luas, namun sebagian besar sawah kita statusnya sawah tadah hujan. Nah, kedepan pembangunan irigasi akan terus kita galakkan dengan tujuan petani bisa bercocok tanam setahun dua kali, apalagi pembangunan sayap kanan terus dilakukan,” ujar Bupati Rocky.

Begitu juga dengan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dan pekebun, Rocky meminta penyuluh dari berbagai instansi terkait turun ke lapangan bersama petani, pekebun dan nelayan guna mencari permasalahan yang menjadi kendala petani, seperti hama.

“Padi, Jagung dan Kedelai (PAJALE) merupakan Program Upaya Khusus (Upsus) Pemerintah Pusat dalam Swasembada Pangan. Bahkan kita pernah mendapat prestasi dan masuk dalam 10 besar. Ini patut kita syukuri dan kedepan harus menjadi atensi kita bersama dengan harapan petani kita sejahtera,” ujar Bupati Rocky. (*)

Sekda Pimpin Rapat Persiapan Pelaksanaan HUT Proklamasi 17 Agustus


IDI | acehtraffic.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Timur, M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP, memimpin Rapat Persiapan Pelaksanaan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Ke-72 Tahun 2017 di Aula Setdakab Aceh Timur di Idi, Kamis 6 Juli 2017.

Rencananya, upacara pengibaran bendera dan detik-detik proklamasi akan dipusatkan di Lapangan Pusat Pemkab Aceh Timur di Idi, Kamis 17 Agustus 2017. Dalam rapat itu hadir Kabag Ops Kompol Rusman, Pabung Makodim 0105 Aceh Timur, Mayor Inf. Sulistiono, Kapolsek Idi Rayeuk AKP Didik, Danramil Idi Kapten Inf. M. Rizal dan Camat Idi Rayeuk, Iswandi, S.Sos.

Selanjutnya hadir juga Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Timur, Drs. Zahri, M.AP, Asisten Administrasi Umum, Safrizal, SH, M.AP dan sejumlah kepala SKPK terkait seperti Kepala Satpol-PP&WH Aceh Timur, Adlinsyah, S.Sos, M.AP, Kepala Dinas Kesehatan H. Kamarullah, SKM, M.Kes, Kepala Badan Kebersihan dan Lingkungan Hidup, Drs. Fakhrurrazi dan Kabid LLAJ Dinas Perhubungan, Zulkifli, SE.

Dalam kesempatan Sekda Aceh Timur seluruh panitia untuk membangun komunikasi antara satu seksi dengan seksi lain, sehingga seluruh persiapan berjalan lancar. Dan yang paling penting adalah segera dilakukan seleksi anggota Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka). “Setelah diseleksi, Paskibra harus segera dilatih,” kata M. Ikhsan Ahyat.

Dia juga mengimbau, seluruh institusi pemerintahan untuk memasang umbul-umbul dan bendera, sehingga nuansa memperingati HUT Proklamasi 17 Agustus tahun ini lebih meriah dari tahun-tahun berikutnya.

“Dinas Pekerjaan Umum Daerah (PUD) kita minta untuk memfasilitasi panitia dalam merapikan jalan masuk ke lokasi upacara dan beberapa titik yang tergenang air untuk dilakukan penimbunan, sehingga jika sewaktu-waktu terjadi hujan tidak terjadi genangan air di lapangan upacara,” ujar M. Ikhsan Ahyat. (*)

Aceh Timur Meriahkan Aceh Police Expo

Minggu, 09 Juli 2017

IDI | acehtraffic.com-- Stand Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur dan Stand Polres Aceh Timur, ikut ambil ambil bagian dalam Pamaran Aceh Police Expo 2017 yang dipusatkan di Lapangan Blang Padang Banda Aceh. Bahkan, kedua stand itu dipadati pengunjung dari berbagai daerah di Aceh.

Stand Aceh Timur memamerkan sejumlah potensi dan kerajian masyarakat dipantai timur Provinsi Aceh, seperti pisang sale (khas Lhoknibong), tikar anyaman (khas Idi) dan kain tenun (khas Simpang Ulim). Kegiatan Aceh Police Expo 2017 dibuka oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol. Rio S. Djambak, Sabtu 8 Juli 2017 sekira pukul 21:20 Wib.

Sekda Aceh Timur, M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP, menjelaskan, potensi asal Aceh Timur, seperti pisang sale. “Bahkan sejak pameran ini dibuka oleh bapak kapolda kita, pisang sale terus menjadi incaran pengunjung, bahkan hampir habis stoknya,” katanya.

Selain tikar anyaman dan pisang sale, pengunjung juga membeli sejumlah barang hasil kerajinan dan produk khas daerah itu seperti kain tenun, tikar pandan, tikar duduk, tas tikar, kue-kue, tempat pensil, tempat serbet dan pernak-pernik lainnya. “Semua yang kita pamerkan di stand adalah produk asli daerah kita,” ujar M. Ikhsan Ahyat.

Sementara Stand Polres Aceh Timur selama pameran berlangsung ikut mensosialisasikan berbagai aturan dalam berlalulintas melalui program ‘Lantas Semenit’ seperti menggunaka helm, spion dan membawa STNK dan SIM asli.

“Kita juga memamerkan berbagai dokumen lainnya seperti pengungkapan kasus bersenjata api, kasus illegal logging dan kasus narkoba serta pengungkapan kasus pembunuhan yang terjadi dalam wilayah hukum kita,” ujar Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi P, melalui Waka Polres Kompol Carlie S. Bustamam.

Sebagaimana diketahui, Aceh Police Expo 2017 dibuka oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol. Rio S. Djambak di Lapangan Blang Padang Banda Aceh, Sabtu (8/7/2017) malam. Hadir juga saat sesi pembukaan antara lain Gubernur Aceh, drh. Irwandi Yusuf, Kajati Aceh, Raja Nafrizal, dan  unsur Forkopimda Aceh. Kegiatan itu akan berlangsung 8 - 12 Juli 2017. (*)

Bupati Rocky Jenguk Ny. Saimah Di RS

Rabu, 05 Juli 2017

Aceh Timur | acehtraffic.com- Dalam kesibukannya sebagai pejabat, Bupati Aceh Timur tetap menyempatkan diri menjenguk Ny. Saimah Delin, ibu kandung dari Wakil Bupati Aceh Timur yang kini terbaring lemas di RSUD Dr. Zubir Mahmud Aceh Timur di Idi, Senin 3 Juli 2017 sekira pukul 14:00.

Ny. Saimah Delin dilarikan ke RSUD Dr. Zubir Mahmud Aceh Timur setelah kondisi kesehatannya menurun, Sabtu 1 Juli 2017 sekira pukul 19:15 Wib. “Tadi pagi saya dapat kabar bahwa Bunda (Ny. Saimah Delin) masuk rumah sakit, makanya tadi dari kantor langsung kesini untuk menjenguknya,” ujar Bupati Aceh Timur, H.Hasballah HM.Thaib atau Rocky.

Dia mengajak masyarakat untuk mendo’akan kesembuhan Ny. Saimah Delin yang kini sudah berusia 85 tahun. Menurut Bupati Rocky, menjenguk muslim disunatkan dalam Islam, apalagi yang memiliki kedekatan dan tali kekeluargaan. “Meskipun ketika dilarikan ke rumah sakit terasa pusing dan demam tinggi, tapi alahmdulillah sekarang kkondisi kesehatannya sudah membaik dan harapan kita semoga lekas sembuh, amin,” ujar Rocky. (*)

INTERNASIONAL

LINGKUNGAN

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016