The Aceh Traffic Media |

OPINI »

More on this category »

KILAS GAMPONG»

More on this category »

Seni Kreasi »

More on this category »

Hambat Penyelidikan Napi MH, Kalapas Tanjung Gusta Bantah Tudingan Polresta Medan

Sunday, February 1, 2015

Medan | acehtraffic.com - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Tanjung Gusta Lilik Soedjandi Bc.IP Bantah jika pihaknya telah menghambat penyelidikan kepolisian terhadap Napi bandar narkoba berinitial MH (Muhammad Hasbi alias Habibi) ataupun upaya melindungi napi MH agar bisnis haramnya tetap berjalan seperti yang telah ditudingkan oleh pihak Polresta Medan melalui Kasat Narkoba Polresta Kompol Dony Alexander di media prohaba medan yang dilangsir Minggu 1 Februari 2015.

Lilik Soedjandi yang merasa kaget mendengar tudingan pihak Polresta Medan yang tidak berdasar,malah Lilik menilai pihak Lapas sangat memberi ruang untuk kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut dengan memberi izin dibawa serta dimintai keterangan napi MH itu telah membuktikan pihak Lapas sangat komitmen atas pemberantasan narkoba,ungkap kalapas Tanjung Gusta.

Terkait penitipan ataupun pemindahan napi MH tidak ada sangkut paut dengan pemeriksaan kepolisian karena pihak penyidik telah menyampaikan pada bawahan saya Ka.KPLP, jika napi MH tidak terbukti dalam kasus tersebut dan statusnya pun bukan Tersangka, hal ini sanggup kita Pertanggungjawabkan dan Konfrontir jika diperlukan", tegas Lilik Soedjandi yang sudah pernah menjabat Kepala LP Narkotika Nusa kambangan,Jawa Tengah.

Untuk membuktikan supaya tidak menimbulkan Syahwasangka yang tidak baik, segera munkin saya akan minta pada pihak Rutan Medan untuk kembalikan Napi MH ke Lapas Kelas IA Medan agar mempermudah Penyidik Kepolisian mengambil keterangan, Insya Allah kami siap bekerjasama untuk memberantas Narkoba " ,tulis lilik melalui pesan singkat yang diterima reporter acehtraffic.com Minggu 1 Februari pukul 20:51 Wib.(Baca: Napi Pengendali Narkoba Pindah LP, Polresta Medan Diduga Lepas Tangkap) | AT | BTM |

Tak Dilantik, Budi Gunawan Keluarkan Jurus Pendekar Mabuk

Jakarta | acehtraffic.com - Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana ‎menyayangkan upaya praperadilan yang diajukan oleh kubu Komisaris Jenderal Pol Budi Gunawan. Denny mengibaratkan langkah Budi itu sebagai jurus pendekar mabuk.

"Praperadilan itu memang hak. Tapi, kalau kita kritisi lebih jauh ini upaya lain, perlawanan yang sebenarnya disayangkan.‎ Ini jurus pendekar mabuk. Sayangnya ini dilakukan calon Kapolri," kata Denny dalam diskusi di Menteng, Jakarta, Minggu (1/2).

Budi Gunawan melayangkan gugatan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji oleh KPK. Pada Senin (2/2), Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan melakukan sidang perdana gugatan praperadilan tersebut. Atas penetapan tersangka ini, Presiden Joko Widodo yang mengusulkan Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri dan sudah disetujui DPR belum dilantik.

Budi Gunawan menggunakan alasan ganti kerugian atau rehabilitasi yang perkaranya tidak diajukan ke pengadilan dalam gugatan praperadilan. ‎Dalam Pasal 95 KUHAP disebutkan tersangka, terdakwa atau terpidana berhak menuntut ganti kerugian karena ditangkap, ditahan, dan diadili atau dikenakan tindakan lain tanpa alasan yang berdasarkan undang-undang atau kekeliruan mengenai orang/hukum yang diterapkan.

Denny menilai Pasal 95 yang digunakan kubu Budi Gunawan seharusnya tidak dapat diterima. "Itu masalah ganti kerugian bukan penetapan tersangka," ujarnya.

Denny juga mementalkan kubu Budi Gunawan yang mempermasalahkan pimpinan KPK yang tidak lengkap dalam menetapkan tersangka. Yakni, hanya dengan empat orang pimpinan.

"Di jaman M. Jasin dan Haryono dua orang sekalipun bisa jalankan tugas, empat pimpinan berarti bisa," ucap Denny.

Pria kelahiran Kotabaru, Kalimantan Selatan itu menyatakan bukan Budi Gunawan yang seharusnya mengajukan praperadilan. Akan tetapi, Bambang Widjojanto yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.

"Praperadilan harusnya dilakukan BW (Bambang Widjojanto) karena dikriminalisasi," tandas Denny.| JPNN |

Anggota DPRD Kota Bandung Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah

Bandung | acehtraffic.com - Anggota DPRD Kota Bandung, TS, ditetapkan sebagai tersangka oleh Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar terkait dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan hibah Pemkot Bandung tahun anggaran 2012 untuk Koperasi Serba Usaha Bina Mandiri Warga (KSU BMW) dengan kerugian negara Rp 500 Juta.

TS merupakan Ketua Komisi B DPRD Kota Bandung periode 2014 - 2019 dari Partai Golkar. Selain TS, Polda Jabar juga menetapkan dua tersangka lainnya, yakni AM yang saat itu menjabat sebagai Ketua KSU BMW dan SP sebagai bendahara koperasi tersebut. KSU BMW beralamat di Jalan Bebedah No 702, Kelurahan Babakan Penghulu, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung.

"Penyidik kami sudah menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan dana bantuan hibah dari Pemkot Bandung untuk KSU BMW, salah satunya, TS, anggota aktif DPRD Kota Bandung," kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Polisi Pudjo Sulistyo Hartono, kepada wartawan di Bandung, Minggu (1/2/2015).

Sebelum menetapkan para tersangka itu, kata Pudjo, penyidik telah melakukan penyelidikan intensif. Sekitar 30 orang saksi telah diperiksa. Selain itu, penyidik juga meminta keterangan saksi ahli dari BPKP Jabar. Penyidik menyita barang bukti sekitar 25 macam dokumen penting yang terkait dengan kasus tersebut.

"Penyidik telah mengantongi alat bukti yang cukup kuat. Modus yang dilakukan para tersangka (adalah) mengajukan bantuan hibah dengan proposal yang isinya tidak sesuai kenyataan dan setelah menerima dana hibah pun penggunaannya pun tidak sesuai ketentuan," jelasnya.

Meskipun ditetapkan sebagai tersangka, mereka belum ditahan. Pasalnya, masih akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Kita periksa dulu, bukan menahan dulu baru periksa," katanya.

Ketiga tersangka melanggar pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-undang No 20 tahun 2001 perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi jo Pasal 55 dan 5y KUHP. | Kompas.com |
LINTAS NUSANTARA »
DUNIA HARI INI »

Berita Lam Basa Aceh

Baca beurita laen »