The Aceh Traffic Media |

OPINI »

More on this category »

KILAS GAMPONG»

More on this category »

Seni Kreasi »

More on this category »

Vitalia Sesha Tak Mau Dikaitkan Lagi dengan Ahmad Fathanah

Saturday, October 25, 2014

acehtraffic.com - Masih ingat dengan Vitalia Sesha, model majalah dewasa yang terkenal karena kasus Ahmad Fathanah? Wanita tersebut kini bermain dalam sebuah film layar lebar bergenre horor, Hantu Merah Casablanca.

Keberhasilannya bisa bermain dalam sebuah film dikatakan Vita tak ada sangkut pautnya dengan Ahmad Fathanah.Bahkan, ia tak mau semua pekerjaannya dikaitkan dengan suami Sefti Sanustika.
"Aku selalu diidentikkan dengan Ahmad Fathanah. Sekarang aku nggak mau dikaitin lagi, sudah case close," ugnkap Vitalia Sesha ditemui di Blok M Square, Jakarta Selatan, Kamis (23/10/2014) malam.
Ditegaskan Vitalia Sesha, dirinya dan Ahmad Fathanah hanyalah teman biasa saja. Meski begitu, ia ini tak memungkiri kalau Fathanah adalah sosok laki-laki yang baik.

"Aku cuma sebatas teman saja sama dia. Tapi dia memang baik sih, dia juga sering cerita macam-macam," katanya.
Vitalia Sesha yang lebih dulu terjun ke dunia model mengaku ingin terus berkarier di dunia hiburan. Film perdananya ini diharapkan sebagai langkah awal untuk dirinya tetap eksis sebagai pelakon.
"Aku sebenarnya lebih suka akting ketimbang model. Film ini menjadikan pembuktian diriku kalau aku bisa akting. Dan aku berusaha sebaik mungkin untuk bisa terus bermain," tandas Vitalia Sesha. | Liputan6 |

Jokowi Telepon Presiden Cina, 'Hallo, Who's Speaking?'

Friday, October 24, 2014

Jakarta | acehtraffic.com - Presiden Joko Widodo, melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Cina, Xi Jinping, di Istana Merdeka. Jokowi menelepon Xi Jinping sekitar pukul 10.45 WIB. "Hallo, good morning, who is speaking?" kata Jokowi saat menelepon di Istana Merdeka, Jumat, 24 Oktober 2014. (Baca: Saat Kaesang Jokowi Tukar Menu Ayam Si Bapak)

Pembicaraan melalui telepon itu dilakukan tertutup. Para wartawan hanya boleh mengambil gambar di awal pembicaraan. Saat menelepon, Jokowi didampingi oleh beberapa pejabat Kementerian Luar Negeri. (Baca: Jokowi, Gus Dur, dan Bung Karno di Kamar yang Sama)

Direktur Jenderal Asia Pasifik Kementerian Luar Negeri, Yuri Thamrin, yang ikut mendampingi Jokowi, mengatakan dalam pembicaraan itu presiden Cina mengucapkan selamat atas terpilihnya Jokowi menjadi presiden RI. Selain itu Xi Jinping juga mengundang Jokowi untuk hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi APEC yang akan digelar di Beijing pada bulan November. (Baca: Jokowi: Jika KPK Umumkan Sekarang, Saya Juga)

"Memberikan ucapan selamat pada pak Jokowi. Kemudian mengundang KTT APEC," kata Yuri. Mengenai kepastian datang atau tidak Jokowi di KTT APEC, Yuri belum bisa memberikan jaminan. "Insya Allah datang," katanya. (Baca juga: Jokowi Diundang PM Abbott ke Acara G-20 di Brisbane)

Sebelum menelepon presiden Cina, Jokowi menerima beberapa tamu di antaranya mantan deputi tim transisi, Anies Baswedan, Andi Widjajanto dan bekas kepala tim transisi, Rini Soemarno.| Tempo |

Ini kronologi 2 Sukhoi TNI AU sergap pesawat Australia di Manado

Thursday, October 23, 2014

acehtraffic.com - Dua pesawat Sukhoi Su-27/30 Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hassanuddin Makasar, melaksanakan operasi penyergapan terhadap pesawat tanpa ijin yang melintas di wilayah udara Kosek Hanudnas II. Operasi dibawah kendaliPanglima Kosekhanudnas II Marsma TNI Tatang Harlyansyah, Rabu (22/10).

Radar-radar pertahanan udara wilayah timur menangkap pesawat yang diketahui memiliki flight plan namun tidak dilengkapi ijin melintas di atas wilayah Indonesia.

Pusat Pengendali Ruang Udara Makassar juga menyatakan pada pukul 07.41 WITA adanya pesawat type BE-55 dengan callsign VH-RLS yang mencurigakan masuk wilayah Indonesia tanpa izin dan dokumen resmi. Pesawat itu mengambil rute penerbangan dari Darwin ke Cebu (Philipina) melalui jalur udara A-461.

Sesuai prosedur operasi pertahanan udara maka di samping memerintahkan Pusat Operasi Kosek Hanudnas II menyelidiki status pesawat tersebut Maka Pangkosek II juga memerintahkan Asops Kosekhanudnas II Kol. Pnb Fajar Adriyanto untuk menyiapkan pesawat penyergap Sukhoi Su-27/30 di Lanud Sultan Hasanuddin.

"Segera setelah diketahui pesawat sasaran tidak memiliki izin lintas maka pada pukul 07.51 WITA penerbangan tersebut dinyatakan sebagai Black Flight dengan sepengetahuan dari Pangkohanudnas di Pusat Operasi Hanudnas Jakarta," kata Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto, Rabu (22/10).

Selama masa persiapan, pengendali operasi bekerjasama dengan MATSC (Makassar Air Traffic Centre) mengendalikan lewat radio agar pesawat tersebut membelok keluar dari wilayah NKRI.

"Namun peringatan tersebut tidak digubris dan pesawat tetap melaksanakan penerbangan ke arah Ambon," tambah Hadi.

Melihat gelagat yang tidak bersahabat, Pangkosek II memerintahkan dua pesawat Sukhoi Su-30 dengan call Sign Thunder Flight, dimana pesawat Thunder One Lettu Wanda dan Mayor Idris serta Thunder Two diawaki Kapt Fauzi dan Mayor Ali untuk segera terbang menyergap sasaran.

Pukul 09.02 WITA Thunder Flight dengan cepat tinggal landas menuju sasaran, dan pada pukul 10.38 berhasil menyergap pesawat sasaran pada posisi 150 Nm , pada ketinggian 10 ribu kaki dan kecepatan 170 knots di sebelah selatan Manado.

Setelah menerima laporan dari flight leader Sukhoi tentang pesawat yang disergap, selanjutnya Pangkosek II memerintahkan untuk melakukan pemaksaan mendarat (Force Down) ke Lanud Samratulangi Manado.

"Semula pesawat propeller bermesin ganda jenis Beechcraft 95 dengan registrasi VH-RLS (Australia) tersebut tidak mau menurut dan tetap terbang ke arah Philipina," jelas Hadi.

Namun setelah dipaksa dan didekati oleh Sukhoi untuk mengarah ke Manado, akhirnya pesawat tersebut mau menurut dan mendarat di Lanud Sam Ratulangi Manado pada jam 11.29 WITA.

Setelah mendarat di Lanud Samratulangi Manado, dilakukan interogasi oleh Polisi Militer AU dan Perwira Hukum Lanud Samratulangi Manado. Dari proses penyelidikan, diketahui dua penerbangnya yaitu Captain Pilot Jacklin Greame Paul dan Copilot Mc Clean Richard Wayne berkebangsaan Australia Belum diketahui alasan melintasi wilayah udara RI karena proses interogasi masih berlangsung di Lanud Sam ratulangi, Manado.

"Jajaran TNI Angkatan Udara selalu siap siaga senantiasa mengawal ruang udara Indonesia untuk mengamankan kedaulatan dan kepentingan negara di udara demi keamanan nasional Indonesia," tegas jenderal bintang satu ini. | Merdeka.com |
LINTAS NUSANTARA »
DUNIA HARI INI »

Berita Lam Basa Aceh

Baca beurita laen »