News Update :

ACEH

POLITIK

NUSANTARA

Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Medan Diduga Masih Terkait Keluarga Istri Korban

Rabu, 12 April 2017

Medan | acehtraffic.com -- Polda Sumatera Utara menetapkan satu terduga pelaku pembunuhan sadis sekeluarga di Jalan Mangaan Gang Banteng, Mabar, Medan Deli, Medan. Saat ini, dia telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan masih diburu polisi.

Wakapolda Sumut Brigjen Agus Andrianto mengatakan, calon tersangka dalam pembunuhan tersebut berinisial AL (34 tahun), warga Jalan Pembangunan II, Sekip, Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumut. Dia diketahui masih merupakan kerabat korban.

"(Korban) masih ada hubungan keluarga dengan istri (pelaku) AL," kata Agus di Mapolda Sumut, Selasa (11/4).

AL diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan setelah petugas menemukan sejumlah barang bukti dari rumahnya di Jalan Pembangunan II, Sekip, Lubuk Pakam. Petugas memang telah melakukan penggeledahan di rumah tersebut hari ini, Selasa (11/4).

Dari dalam rumah tersebut, petugas menemukan sejumlah barang milik korban. Di antaranya, empat ponsel milik para korban, satu laptop milik korban Naya, STNK sepeda motor atas nama korban Riyanto, dan beberapa barang lain.

AL pun diduga tidak sendirian dalam melakukan aksinya. Polisi memastikan pelaku pembunuhan itu lebih dari satu orang. "Berdasarkan keterangan saksi, pelaku lebih dari satu orang," ujar Agus.

Agus mengatakan, hingga saat ini, penyidik belum mengetahui motif pembunuhan karena AL belum tertangkap. Menurutnya, berbagai dugaan diselidiki untuk menguak kasus tersebut, termasuk adanya indikasi sengketa keluarga terkait harta warisan.

Namun, Agus mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kejadian itu diduga berlatar dendam. "Kalau sampai anak empat tahun pun dibuat seperti itu kondisinya, patut diduga kejadian ini bermotif dendam," kata dia.

Polda Sumut telah menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) yang sudah dikirimkan ke Mabes Polri untuk kemudian disebar ke seluruh Polda di Indonesia. Selain itu, Agus mengatakan, pihaknya juga meminta dan memperingatkan AL untuk dapat segera menyerahkan diri. "Kami mengimbau yang bersangkutan untuk menyerahkan diri," ujar Agus.

Seperti diketahui, lima orang yang merupakan satu keluarga ditemukan tewas bersimbah darah di rumah mereka di Jl Mangaan Gang Banteng, Mabar, Medan Deli, Medan, Ahad (9/4) pagi. Lima korban pembunuhan tersebut, yakni pasangan suami istri Riyanto (40) dan Sri Ariyani (40), kedua anak mereka, Naya (14) dan Gilang (8) serta mertua Riyanto, Sumarni (60).

Mereka ditemukan tewas dengan luka akibat senjata tajam. Sementara putri bungsu pasangan Riyanto dan Yani, K (4), selamat dalam pembantaian tersebut. Saat ini, kondisi balita malang yang sempat kritis itu terus membaik dan masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Medan. (republika)

Soal MoU, Partai Aceh Lemah di Mata TA Khalid?

Minggu, 12 Februari 2017

acehtraffic.com - Tidak jauh berbeda dengan kampanye sebelumnya, kampanye penutup pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Nomor Urut 5, Muzakir Manaf-TA Khalid di Lapangan Batee Geulungku, Pandrah, Kabupaten Bireuen, Sabtu 11 Februari 2017 juga masih mempertahankan isi kampanyenya dengan kwitansi.
Kwitansi adalah suatu alat bukti penerimaan sejumlah uang yang ditandatangani oleh penerima, lalu diserahkan kepada yang membayar dan dapat digunakan sebagai bukti transaksi
Sepertinya Calon Wakil Gubernur Aceh TA. Khalid  sangat hafal dengan bahasa kwitansi, pada kampanye di Kota Langsa juga TA Khalid  membahas soal kwitansi, dimana butir MoU yang belum selesai akan dilakukan penagihan oleh partai Aceh. BACA Selengkapnya 

Berita Media Soal Penangkapan Jubir Partai Aceh Pasca Insiden ‘Rebut’ Khatib

Sabtu, 21 Januari 2017

Insiden jelang shalat Jum’at di Mesjid Pasee, Keude Panton Labu Aceh Utara yang membuat dua orang ditangkap masing-masing M. Jhoni (30) Juru Bicara Partai Aceh dan Teuku Otman alias Ayah Ot Keuangan Sago menjadi perhatian sejumlah media.

Cerita Mengharukan, Politisi Gantikan Posisi Ibu Untuk dua Putrinya

Jumat, 13 Januari 2017

acehtraffic.com- Balee itu berukuran 4×2,5 M. Terbuat dari belahan pohon pinang (bak pineung). Lantainya terbuat dari bambu belah. Atapnya hanya genteng asbes bekas. Secara keseluruhan, balee (tempat ngaso) itu seperti dibangun asal-asalan, buat sekedar duduk-duduk menghabiskan waktu atau menghindar dari cuaca panas.

Tetapi bagi Ketua umum DPP PNA Aceh, Irwansyah alias Tgk Machsalmina, balee itu dijadikan seperti ‘rumah’. Ada spanduk Irwandi-Nova yang baru dipasang di balee sebagai penahan deru angin pantai Selat malaka diwaktu malam yang senantiasa berhembus tanpa kompromi.

Disinilah ‘markas’ sekaligus ‘rumah’ Tgk Machsalmina. Selama 4 hari 4 malam bertugas di Kembang Tanjung, Pidie. Selama itu ia tidur, beristirahat, bercanda dengan kedua putrinya yang masih kecil.

Saat saya amati dari hari kehari, menit per menit dan jam demi jam, ada rasa iba dalam hati melihat Jihan Fahira (4 tahun) dan kakaknya Najila Rania (8 tahun) menghabiskan hari-harinya dibalee yang hampir miring ini.

Padahal ayahnya sudah mengajak dan mengarahkan kedua putrinya itu tidur di rumah istrinya Suryadi Djamil di Riweuk, Sakti, tetapi keduanya selalu menolak. Hingga ayahnya terpaksa membawa Najila dan Jihan ke balee ini, sebagai tempat istirahat.

Anak Tgk Machsalmina yang paling kecil, Jihan selalu merindukan sosok ibunya dalam diri ayahnya itu. Kemanapun sang ayah pergi, kesitu pula Jihan ikut serta pergi. Meski harus tidur dibalee-balee yang tidak layak buat anak-anak ini, ia tetap bersikukuh ikut bersama ayahnya yang sedang menjalankan tugas sebagai Ketua umum PNA, dalam upayanya menguatkan dan konsolidasi tim pemenangan Irwandi – Nova dari kalangan partainya.

Kemana dana Rp.650 Milyar untuk Mantan GAM?

acehtraffic.com | Banda Aceh – Dalam debat kandidat yang digelar KIP Aceh untuk yang kedua kalinya, Calon Gubernur Aceh nomor urut 2, Zakaria Saman mempertayakan komentar Zaini Abdullah akhir 2015 lalu, terkait dana hibah Rp650 miliar untuk mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM)

Zakaria Saman merasa ia sebagai GAM tak pernah mendapatkan jipratan dana tersebut, bahkan 30 ribu mantan combatan, menurut Apa Karia juga tidak mendapatkan dana tersebut?

“Sama siapa Anda kasih uangnya? (Kalau tidak jelas) berarti anda lost control. Bapak yang teken, bapak dapat fee?,” tanya Apa Karya sebagaimana dilansir acehkita.com, Rabu 11 Januari 2016 malam

Kandidat Gubernur nomor 4 Zaini Abdullah yang juga Gubernur non aktif menjelaskan dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan peternakan lembu, ayam dan perikanan. Namun Zaini menduga pengelolaan program tersebut tidak berjalan baik, sehingga ia menduga uang sebesar itu telah hilang dan tak diketahui penggunaannya. Selengkapnya.....Klik

INTERNASIONAL

LINGKUNGAN

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016