News Update :

ACEH

POLITIK

NUSANTARA

Tampilkan postingan dengan label Pidie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pidie. Tampilkan semua postingan

Kapalo, Janda Ini Diperkosa Dalam labi-labi

Kamis, 30 Juli 2015

Pidie | acehtraffic.com - Entah apa gerangan, hingga si Gam kloe sulit terkontrol hingga membuat wanita berinisial MD (32) berstatus janda warga Kecamatan Keumala, Pidie, ‎Rabu (29/7/2015) sekitar pukul 13.30 WIB, mengaku diperkosa di dalam mobil penumpang labi-labi di jalan nasional, kawasan Neulhop Seumen, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie.

 Serambinews.com merilis Kedua pelaku belakangan tertangkap HG (22) sopir dan ZK (32) karnet yang kini telah ditahan di sel Mapolres Pidie. Peristiwa itu terjadi saat MD menumpangi labi-labi di pasar Lueng Putu, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya menuju Kecamatan Sakti, Pidie.

"Kedua pelaku HG dan ZK langsung kami tangkap di rumahnya masing-masing setelah dilaporkan korban kepada polisi. Untuk saat ini korban sendiri masih di‎rawat di RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli," kata Kapolres Pidie, AKBP Muhajir SIK MH, , Kamis (30/7/2015). | AT| Sumber Serambi|

Diterjang Peluru, Anggota Polres Pidie Almarhum

Rabu, 25 Maret 2015



Siglie | acehtraffic.com - Aggota ‎Polres Pidie, Bribda Said M Riza, ditemukan tewas di Gampong Pulo Ie Bengga, Kecamatan Tangse, Rabu 25 Maret 201) sekitar pukul 14.00 WIB.
Bripda Said M Riza ditembus peluru di bagian rusuk sebelah kiri menggunakan senpi laras pendek. Hingga kini, jasad Bripda Said M Riza masih divisum di IGD Tgk Chiek Di Tiro RSU Sigli.
Belum adanya laporan resmi atas kejadian ini, Hasil penelusuran aceh.tribunnews.com melansir, Bribda Said M Riza ditembak orang tidak dikenal saat melakukan transaksi narkoba dengan pelaku di kawasan Tangse. Belum diketahui kronologi penembakan terhadap Bribda Said M Riza tercatat warga Gampong Teungo, Kecamatan Simpang Tiga.
Direktur RSU Sigli, dr Safwan SPM, mengatakan, Bripda Said M Riza terkena peluru di bagian rusuk kiri. "Saat ini jasad korban harus dironsen karena peluru tersangkut di tubuh korban," kata Safwan.
Kapolres Pidie, AKBP Muhajir SIK MH, mengatakan, dirinya belum mengetahui karena mengikuti Rapim Polda Aceh di Lhoksumawe. "Saya lagi pulang ke Sigli," kata Kapolres Muhajir. |aceh.tribunnews.com|

Dihukum Cambuk, Tiba-tiba Melawan Algojo dengan Jurus Harimau

Jumat, 27 Februari 2015

Sigli | acehtraffic.com - Empat  tersangka kasus perjudian dicambuk di halaman Mesjid Alfalah Sigli, Kamis 26 Februari, sekira pukul14.00 wib. Namun, saat dicambuk keenam kalinya, salah satu terdakwa Syukri Bin Ibrahim tiba-tiba emosi dan mengejar algojo dengan jurus harimau. 

"Melihat perlawan seperti itu, petugas dari Satpol PP/WH pun langsung mengejar pelaku dan membekuknya kembali. Kemudian kami periksa kembali kesehatannya oleh tim medis," kata Kasi Perdata Dan Tata Usaha Negara Kejari Sigli Muhammad ABD.SH kepada Rakyat Aceh (Grup JPNN), kamis 26 Februari.

Ia menjelaskan, mereka dihukum sesuai dengan perbuatannya dan sudah dikurung 18 - 33 hari. Sedangkan berapa kali pencambukan dikurangi dengan berapa hari masa tahanan.

"Eksekusi terpaksa dilakukan, Kamis kemarin,  karena  tidak bisa ditunda lagi sebab berakhirnya masa tahanan. Jika dicambuk hari Jum'at seperti lazimnya pecambukan tentu saja sudah melanggar aturan,"ungkapnya.

Keempat terdakwa itu dihukum karena telah melanggar Qanun No 13 tahun 2003 tentang maisir/judi.  Yakni Syukri Bin Ibrahim (47), warga Gampong Dayah Teungoh Tijue Sigli, kasus maisir dan dihukum 10 kali cambuk. Karena terdakwa sudah ditahan 25 hari maka hukuman cambuk dikurangi 1 kali sehingga hanya menerima hukuman cambuk 9 kali. 

Junaidi Bin Maddan (30), warga Gampong Lhok Me Kecamatan Sakti kasus maisir dan dihukum empat kali cambuk.

Andi Kausa Bin Muharam (30), warga Gampong Barat Pidie, hukuman cambuk empat kali. Adriansyah Bin Abdurrani (30), warga Gampong masjid Utue Pidie dicambuk enam kali. | JPNN |

Bupati Pidie Jaya Minta, Kantin Mesum Dibongkar

Selasa, 12 Agustus 2014

Meureudu | acehtraffic.com - Bupati Pidie Jaya, H Aiyub Abbas menegaskan kantin yang berada dalam komplek perkantoran Pidie Jaya agar segara dibongkar dalam tempo tiga hari ke depan.

Keberadaan kantin tersebut selama ini menjadi sorotan warga, karena sempat  digunakan oleh kalangan muda-mudi di Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Pidie itu sebagai tempat  mesum. Tak pelak, akibat sorotan miring tersebut, orang nomor satu di Pidie Jaya, Aiyub Abbas memerintahkan asisten I, bagian pemerintahan, Drs Zulfikar Karim, untuk menyurati pemilik untuk membongkarnya.

"Upaya ini dilakukan (Pembongkaran) karena  telah menebar aib bagi daerah,"sebut Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas kepada Serambinews.com, Selasa 12 Agustus 2014.

Ia mengatakan, kondisi kantin dalam komplek perkantoran pemerintahan, sejatinya tidaklah ddibenarkan karena dapat merusak tatanan letak bagi komplek perkantoran. Karenanya, pihak pemerintah menghendaki agar bagunan tersebut dapat dibongkar.

Sebagai mekanismen prosedur, pihak pemerintah memberikan limit waktu selama tiga hari  kepada pemilik untuk dapat memindahkan (Bongkar) bangunan kantin. "Hari ini, kami segera menyurati pemiliknya agar hingga Jumat 15 Agustus 2014 dapat diselesaikan pembongkarannya," ujar Aiyub Abbas. | aceh.tribunnews.com |

KIP Pidie Finalkan 40 Kursi Caleg DPRK Pidie

Senin, 12 Mei 2014

Sigli | acehtraffic.com - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie menetapkan 40 kursi calon legislatif (caleg) DPRK Pidie. Penetapan itu berlangsung dalam rapat pleno digelar di Op Room Setdakab Pidie, Senin 12 Mei 2014.

Menurut Pantauan Serambinews, rapat pleno dipimpin Ketua KIP Pidie, Ridwan, mendapat penjagaan ketat aparat keamanan. Hadir kelima komisioner KIP Pidie, Kapolres Pidie AKBP Sunarya, Kasdim 0102 Pidie Mayor Inf Suparman, Asisten III Setdakab Pidie Effendi, Ketua Panwaslu Pidie, Azhari.

Sementara itu, di jejeran kursi undangan terlihat minim tamu. Hanya belasan peserta perwakilan partai yang datang. Dari delapan jejeran kursi di ruang op room tersebut hanya terisi di kursi urutan pertama dan kedua. Itupun tidak penuh.

Selanjutnya, Ketua Pokja Perhitungan Pemungutan Suara KIP Pidie, Heri Saputra membacakan antara lain jumlah perolehan kursi pada Pemilu Legislatif di Pidie yang berjumlah 40. Rinciannya adalah Partai Aceh mendapat 23 kursi.

Kemudian, diurutan kedua Nasdem memperoleh lima kursi, Gerindra empat kursi. Lalu Demokrat dan Golkar masing-masing tiga kursi. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Damai Aceh (PDA) masing-masing mendapay satu kursi. (aceh.tribunnews.com)

Mark"up Suara NasDem, 4 PPK Mutiara Timur Jadi Buronan Polisi

Jumat, 09 Mei 2014

Sigli | acehtraffic.com - Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pidie memasukkan nama empat petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Mutiara Timur dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Penetapan DPO berlaku sejak tanggal 25 April 2014 setelah keempat PPK mangkir dari panggilan polisi, terkait kasus penggelembungan suara caleg Partai NasDem.

“Kami telah dua kali memanggil keempat petugas PPK, untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus penggelembungan suara caleg NasDem kepada caleg partai yang sama. Namun, keempat mereka itu mangkir,” kata Kapolres Pidie, AKBP Sunarya SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Ibrahim SH, menjawab Serambi, Kamis 8 Mei.

Ia menjelaskan, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam KUHAP, bahwa jika seeorang dipanggil polisi untuk pemeriksaan penyilidikan sampai lebih tiga kali. Maka yang bersangkutan telah memenuhi ditetapkan sebagai DPO. Bahkan, yang bersangkutan langsung bisa ditetapkan sebagai tersangka.

“Jadi selain kita tetapkan sebagai DPO. Keempat PPK Mutiara Timur telah ditetapkan sebagai tersangka. Informasi mereka telah melarikan diri, dan kita telah sebarkan foto keempat PPK itu ke seluruh polsek,” katanya.

AKP Ibrahim menyebutkan, keempat PPK Mutiara Timur yang ditetapkan sebagai DPO. Yakni, Basri SKM warga Gampong Lada (ketua PPK) dengan nomor DPO/25/V/2014/reskrim. Lalu, Zakaria warga Gampong Ulee Tutue (anggota PPK ) nomor DPO/26/V/2014/reskrim.  Kemudian, Yusri asal Gampong Mesjid Gumpueng (anggota PPK) dengan nomor DPO/27/V/2014/reskrim, dan M Yusuf asal Gampong Cot Khutang (anggota PPK) dengan nomor DPO/28/V/2014/reskrim. Mereka dibidik dengan  pasal 390 Juncto 289 undang-undang Nomor 8 tentang tindak pidana pemilu.

Sedangkan satu anggota PPK Kecamatan Mutiara Timur bernama Bakhtiar sangat koperatif. Yang bersangkutan telah dimintai keterangan oleh penyidik. Berkas perkara Bakhtiar telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sigli. “Berkas tersebut belum di-P21-kan karena masih adanya kekurangan. Senin (12/5) kita akan melengkapi kembali kekurangannya,” kata Kasat Reskrim Polres Pidie.

Diberitakan sebelumnya, Polres Pidie saat ini juga sedang mengusut kasus dugaan penggelembungan surat suara antarsesama caleg Partai NasDem di Kecamatan Mutiara Timur. Kasus tersebut dilaporkan caleg NasDem Fauzi Jamil karena adanya indikasi PPK Mutiara Timur melakukan penggelembungan surat suaranya kepada caleg partai Nasdem lain Nursaadah SAg. (aceh.tribunnews.com)

52.870 Pemilih di Pidie Golput,Penetapan Kursi DP11-13 Mei

Kamis, 01 Mei 2014

Sigli | acehtraffic.com - Warga Kabupaten Pidie yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golongan putih (golput) pada Pemilu Umum Legislatif, 9 April 2014 seperti dicatat KIP setempat berjumlah 52.870 orang atau 18,2 persen dari jumlah DPT.

“Jumlah suara sah yang masuk adalah 238.093, total pemilihnya 290.963 orang. Jadi, yang menggunakan hak pilih di Pidie sekitar  81 persen,” kata Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie, Ridwan SAg di kantornya, Rabu 30 April.

Menurutnya, penetapan perolehan kursi DPRK akan dilakukan pihaknya pada 11-13 Mei 2014. “Saat ini kami tidak bisa memberi keterangan detail perolehan kursi per partai. Namun, pastinya total kursi DPRK Pidie adalah 40 atau per dapil delapan kursi dar lima dapil,” ujar Ridwan. Ia menilai partisipasi pemilih di Pidie sudah baik kendati masih ada golput.

Sementara Ketua Panwaslu Pidie, Azhari di Kantor KIP setempat, kemarin menyebutkan, sampai kini sudah enam kasus pelanggaran yang dilaporkan ke pihaknya. Keenam kasus itu, sebut Azhari, rata-rata berisikan protes terkait penggelembungan suara. “Saya tidak ingat poin-poinya, tapi rata-rata soal penggelembungan suara,” ujar Azhari.

Dikatakan, semua kasus tersebut sedang ditangani. “Suara partai masuk ke partai itu sendiri. Muaranya, pelanggaran disampaikan ke MK (Mahkamah Konstitusi). Adanya proses pergeseran suara,” tuturnya.

Ditanya apakah proses terhadap laporan pelanggaran itu akan dapat mempengaruhi perolehan kursi DPRK, Azhar mengatakan, perolehan kursi tak terganggu lagi karena hasil rekapitulasi suara untuk DPRK sudah selesai diplenokan. “Kita tetap proses pelanggaran sesuai laporan,” pungkas Azhari. (serambi)

Kantor PA Pidie Di Bakar Sekelompok Massa

Kamis, 24 April 2014

Sigli | acehtraffic.com - Sekelompok massa membakar kantor Partai Aceh (PA), yang berlokasi di Gampong Teupin Raya, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie. Kamis, 24 April 2014 sore.

Menurut informasi yang di lansir serambi, Peristiwa itu terjadi sekira pukul 16.30 WIB, dan tak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun, satu unit sepeda motor, satu becak mesin air dan satu tenda hangus terbakar.

Kecuali itu, massa juga merusak satu televisi dan satu unit komputer yang ada didalam di dalam. Saat massa datang ke kantor PA, beberapa orang yang duduk di kantor PA lari menyelamatkan diri. Kapolres Pidie, AKBP Sunarya, membenarkan aksi itu.

"Motifnya diduga masalah internal. Karena massa yang membakar kantor tersebut juga dari PA," kata Sunarya.

Ia menjelaskan, hingga kini massa juga telah mendatangi kantor DPW Partai Aceh di Keunirei. Massa dari Batee itu, hingga pukul 19.30 WIB, masih bertahan di kantor tersebut. AT | serambi |

Temuan Kasus, Suara Caleg PAN bergeser ke caleg partai Lain

Senin, 21 April 2014

Sigli | acehtraffic.com - Sejumlah kasus mengelilingi hasil pemilu Aceh 2014, deretan kasus pun berbeda - beda, pra pemilu sejumlah teror dan ancaman menjadi makanan pokok para partai politik dan kader dari beberapa partai termasuk caleg dari partai tertentu, di hari pesta demokarasi pun tak ubah dari sebelum hari pemilihan, dimana masyarakat yang seharusnya menentukan pilihan sendiri tapi nyatanya tersandra dengan arahan suatu partai dan juga mengecam jika tidak memilih partai tersebut. 
pasca pemilu pun berjalan dan rekapitulasi suara dari PPS, PPK sampai KIP di kelilingi dengan masalah-masalah, mark'uk suara pun terjadi di beberapa daerah, bahkan ada yang menolak hasil pemilu seperti yang terjadi di sabang, Simeulu, dan Pidie, bahkan PNA mengeluarkan stedment tolak hasil pemilu 2014 dan siap melawan para mark'up  suara.

Seprti kasus temuan dan juga di kutip di laman serambi,  Caleg DPRA dari Partai Amanat Nasional (PAN), Sulaiman Ary menemukan kasus penggelembungan suara miliknya untuk caleg partai yang sama di tiga kecamatan di Pidie, yaitu Kota Sigli, Peukan Baro, dan Indarajaya. “Temuan tersebut telah kami laporkan kepada KIP dan Panwas,” kata Sulaiman kepada Serambi, Minggu 20 April.

Ia menjelaskan, penggelembungan atau pergeseran surat suara terjadi saat dilaksanakan pleno rekapitulasi surat suara Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Seperti di Kecamatan Kota Sigli, kata Sulaiman Ary, sesuai yang dicatat dalam form C1, jumlah suara yang diperolehnya 107. Namun, saat pleno di tingkat PPK, 107 suara yang diperoleh antara lain di Gampong Kramat Luar pada lima TPS justru hilang di tingkat kecamatan. “Kami memiliki bukti lengkap seperti C1, makanya kami berani melaporkan ke Panwas maupun KIP,” kata Sulaiman Ary.

Untuk Kecamatan Kota Sigli, katanya, hingga kini telah direspons oleh pihak PPK dengan mengembalikan 107 suara yang hilang itu pada 18 April. “Itu membuktikan di Kecamatan Kota Sigli telah terjadi penggelembungan suara milik saya,” katanya.

Sementara di Kecamatan Peukan Baro, lanjut Sulaiman Ary, 26 suara yang diperoleh di Gampong Puuk juga lenyap. Begitu juga 27 suara yang diperoleh di Gampong Rambayan Lueng dihilangkan 25 suara. Suara tersebut digeser kepada caleg partai yang sama dengan nomor urut 1.

Lebih lanjut dikatakan Sulaiman, penggelembungan yang sama terjadi di Kecamatan Indarajaya. Dari total 1.301 suara PAN, justru diplotkan suara untuk satu caleg. “Itu jelas sekali curang di tingkat PPK. Kita meminta suara saya harus dikembalikan. Jika tidak dikembalikan setelah kami melaporkan ke Panwas, maka kita akan bawa ke ranah hukum. Kita ingin melawan kezaliman terhadap penyelenggara pemilu,” demikian Sulaiman Ary.

Ketua Panwas Pidie, Azhari Budiman yang ditanyai Serambi, Minggu 20 April mengatakan, Panwas telah menerima laporan penggelembungan suara yang dilaporkan caleg DPRA dari PAN, Sulaiman Ary. Pihak Panwas akan menindaklanjuti dengan mempelajari laporan tersebut setelah hasil pleno rekapitulasi suara oleh KIP. “Saat ini kita lagi sibuk dengan pleno ditambah sakit satu anggota Panwas,” katanya.

Ia menjelaskan, dari tiga kecamatan yang dilaporkan terjadi penggelembungan suara, yaitu Kota Sigli, Indrajaya, dan Peukan Baro, hingga kini Kota Sigli yang telah menyelesaikan laporan tersebut.

Sedangkan Ketua KIP Pidie, Ridwan SPd kepada Serambi, kemarin, mengatakan, terkait laporan penggelembungan surat suara caleg DPRA dari PAN, Sulaiman Ary, KIP Pidie meminta kepada PPK Peukan Baro dan Indrajaya untuk menindaklanjuti. “Kalau tidak ditindaklanjuti PPK, maka salah secara aturan,” kata Ridwan. AT | TMI | serambi |

Jaga Kotak Suara, 30 Penembak Jitu Disiagakan Menjelang Rapat Pleno

Jumat, 18 April 2014

Sigli | acehtraffic.com  - Pesta demokrasi telah usai dan rekapitulasi perolehan suara pun telah di umumkan di beberapa kabupaten/kota, walau desk Pemilu Pemprov Aceh tidak bisa di akses oleh publik, namun di kabupaten Pidie  untuk pengamanan kotak suara hasil pemilu 9 April harus menempatkan 30 personel penembak jitu sampai rapat pleno selesai.

Informasi yang di kutip dari laman serambi, yang bahwa Polisi Resort (Polres) Pidie menempatkan 30 personel penembak jitu dari satuan Brimob Polda Aceh, guna mengamankan kotak surat suara DPRK, DPRA, DPR dan DPD RI di Pidie dan Pidie Jaya. Penembak jitu akan menjaga kotak suara sampai rapat pleno KIP didua kabupaten tersebut selesai dilaksanakan.

Di Pidie kotak surat suara diamankan di Gedung Pertemuan Pidie dijaga 15 personel penembak jitu. Sementara di Pijay kotak suara diamankan di Kantor KIP Pijaya dijaga 15 personel," kata Kapolres Pidie, AKBP Sunarya SIK kepada Serambinews,com, Kamis 17 April.

Kata Kapolres Sunarya, pihaknya telah menginstruksikan kepada penembak jitu untuk menembak di tempat jika ada pihak yang mencoba mengambil kotak surat suara pemilu. Sebab, di dalam kotak surat suara itu terdapat nama-nama anggota dewan yang telah dipilih dalam pesta demokrasi yang dilaksanakan pada tanggal 9 April.

"Masyarakat telah memilih mereka, jangan diotak atik lagi. Di tangan mereka yang terpilih itu akan ditentukan nasib Kabupaten Pidie untuk masa lima tahun kedepan," kata Sunarya. AT | BS | Sumber : serambi |

Perolehan Suara DPRK Pijay, PA Tetap Menguasai Suara Tertinggi

Rabu, 16 April 2014

Meureudu | acehtraffic.com - Partai Aceh dipastikan masih menguasai kursi di DPRK Pidie Jaya. Data diperoleh Serambi, hingga Selasa (15/4), PA sudah mengumpulkan 22.089 (31,04 %) suara hasil Pemilu 9 April 2014 lalu. PA bersama PAN juga menjadi pemenang untuk perolehan suara DPRA. Rabu 16 April 2014.

Sementara untuk DPR-RI, Gerinda berada di posisi teratas disusul Demokrat bertengger di urutan kedua. Sedangkan untuk DPD, Drs H Ghazali Abbas Adan bersama Haji Uma berada di urutan pertama dan kedua, disusul Farhan Hamid urutan ketiga.

Ketua Pokja Pemilihan dan Penghitungan Suara Komisi Independen (KIP) Pijay, Cut Nurazizah SE, mengatakan, hasil untuk DPRA, DPR-RI dan DPD baru usai dilakukan rekapitulasi pada Selasa (15/4) siang. Diakui, banyak kendala yang dihadapi pada prosesi rekapitulasi di tingkat KPPS terutama menyangkut dengan SDM yang dimiliki petugas. Pun begitu, banyaknya form yang harus diisi juga turut berpengaruh terhadap lambannya proses rekap. 

Ketua KIP Pijay, Musman SH didampingi Komisioner KIP, Abdullah SH, Firmansyah, SSos, Cut Nurazizah SE dan Ir. T Barzaini kepada Serambi menyebutkan, rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pileg 2014 Pijay digelar sejak Senin hingga Kamis 14-17 April, di kantor kecamatan masing-masing. 

Sementara itu, Kapolres Pidie/Pijay, AKBP Sunarya SIK, Selasa (15/4) siang berkunjung ke KIP. Dalam pertemuan singkat dengan para komisioner KIP, Kapolres berharap kondisi keamanan di Pidie Jaya terus terjaga. 

Kapolres AKBP Sunarya juga mengintruksikan kepada Ketua PPK untuk segera mengembalikan semua kotak suara ke gudang KIP usai rapat pleno. “Polisi siap mengamankan pengembalian kotak suara dimaksud,” kata Sunarya, didampingi Kabag Op, Nazaruddin MM. AT | Sumber : aceh.tribunnews.com |

Pidie : Suara Awai Batal, TPS 2 Gampong Ulee Tutue Raya Akan Di Adakan pemilu Ulang

Jumat, 11 April 2014

acehtraffic.com | Sigli - Pemilihan Umum (Pemilu) DPRK, DPRA, DPR, dan DPD RI di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 2 Gampong Ulee Tutue Raya, Kecamatan Delima, Pidie, akan diulang pada Minggu (13/4). Sementara 113 suara yang sudah dicoblos pemilih pada 9 April lalu dibatalkan. Jum'at 11 April 2014.

Menurut informasi yang di kutip dari laman serambi yang bahwa “Keputusan ini berdasarkan rapat pleno yang kami gelar pada hari Rabu (9/4) sekira pukul 23.00 WIB,” kata Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie, Ridwan SAg, menjawab Serambi, Kamis (10/4).

Sebagaimana diberitakan kemarin, di TPS 2 Gampong Ulee Tutue Raya surat suara DPRK Pidie kurang 300 lembar dan tidak bisa segera diatasi karena dari TPS lain tak ada yang bisa menyumbang surat suara sebanyak itu. Alhasil, sekitar pukul 11.00 WIB Rabu (9/4) pemungutan suara dihentikan mendadak atas kesepakatan KIP bersama Panitia Pengawasan Pemilihan Umum (Panwaslu) setempat.

Menurut Ridwan, untuk menutupi kebutuhan surat suara pada pemilu tanggal 13 April nanti akan dipakai jatah kertas suara pemilu ulang. “Ada ready stock surat suara untuk pemilu ulang yang dikirim KPU 1.000 lembar per dapil,” ujarnya.

Surat suara itu berstempel pemilu ulang sehingga tak bisa dipakai untuk menutupi kekurangan surat suara pada hari H pemungutan suara, 9 April lalu.

Di satu sisi, Ridwan mengaku hal ini cukup mengecewakannya karena menjadi sorotan publik. Bahkan di seluruh Sumatera cuma di Ulee Tutue Raya, Pidie, yang terpaksa dilakukan pencoblosan ulang.

“Tapi apa boleh buat, TPS 2 di Ulee Tutue Raya yang saat itu kekurangan 300 surat suara tak bisa langsung teratasi. Yang penting, sekarang sudah ada solusinya,” kata Ridwan.

Sementara itu, pada pukul 15.00 WIB Kamis (10/4) kemarin, keempat kotak suara asal Gampong Ulee Tutue Raya itu diantar panitia kecamatan untuk dititipkan di Kantor KIP Pidie sembari menunggu pemungutan suara ulang pada hari Minggu. Semua prosesi itu dikawal polisi dan dibuat berita acara serah terimanya.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Gampong Ulee Tutue Raya, Muhammad AR yang ditemui Serambi di Kantor KIP Pidie mengaku, kekurangan surat suara itu baru diketahuinya pukul 08.00 WIB, Rabu (9/4). Pada saat itu sebagian calon pemilih justru sudah datang ke TPS. “Kami koordinasikan langsung ke KIP, tapi tidak teratasi, sehingga pemungutan suara dihentikan,” jelas Muhammad AR.  Dibatalkan

Di sisi lain, Ketua KIP Pidie, Ridwan memastikan 113 surat suara yang sudah dicoblos pemilih pada 9 Apri lalau itu dibatalkan. Alasannya, saat dilakukan pemilu ulang, maka seluruh pemilih di TPS itu harus ikut kembali memberikan hak suaranya.

Ditanya soal pendanaan untuk pemilu ulang, Ridwan mengaku akan dikoordinasikan dengan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) KIP Pidie. “Tidak masalah karena itu bisa dikoordinasikan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Titeu, Hasan Basri, dipanggil Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pidie, Kamis (10/4) sekitar pukul 11.30 WIB, di kantor panwas setempat. Ia dipanggil lantaran ditemukan kecurangan pemilu terhadap 404 (bukan 406) surat suara yang sudah dicoblos untuk dua caleg Partai Aceh sebelum pemungutan suara dimulai. Satu orang caleg DPRK Pidie bernama Muhammad AR dan satu lagi caleg DPRA bersama Mahrum Thaher.

“Untuk hari pertama hanya Ketua PPK Titeu saja yang kami panggil. Jika dipanggil semua dikhawatirkan akan mengganggu proses rekapitulasi hasil pemilu legislatif di kecamatan tersebut,” kata Ketua Panwaslu Pidie, Azhari Budiman SAg.

Ia jelaskan, pemeriksaan terhadap Ketua PPK Titeu itu melibatkan Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Pidie yang di dalamnya terdapat unsur kepolisian, kejaksaan, serta panwaslu.

Pemeriksaa terhadap Hasan Basri difokuskan pada pertanyaan mengapa 404 surat suara itu dicoblos duluan sebelum pemilih mencoblosnya. “Nanti Tim Gakumdu yang memberikan sanksi pemilu kepada mereka yang terlibat. Apakah digolongkan sebagai pelanggaran administrasi saja atau malah termasuk pidana pemilu,” katanya.

Dikatakan, 406 surat suara yang telah dicoblos itu ditemukan di tujuh gampong dalam wilayah hukum Kecamatan Titeu. “Jika kita kalkulasi total surat suara yang dicoblos untuk DPRK 311 lembar, DPRA 88 lembar, DPR RI 3 lembar, dan DPD 2 lembar, sehingga totalnya 404 surat suara, bukan 406,” sebut Azhari Budiman.

Ditanya apakah caleg yang telah dicobloskan suara untuknya sebelum waktunya itu akan gugur, menurut Azhari, ada kemungkinan tidak. Sebab, kedua caleg itu tidak tahu jika nama mereka telah dicoblos sebelum pemungutan suara dimulai.

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Gustav Leo mengakui perkara ini sedang diselidiki Tim Gakkumdu Pidie. Jika nanti terindikasi ada pelanggaran pidana pemilu, maka akan diproses polisi. AT | BSM | Sumber: Serambi |

Hana Dukong Caleg Tertentu, Tiga Anggota PPS di Pijay Mengaku Diancam

Selasa, 08 April 2014

acehtraffic.com | Meureudu - Tiga Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) mengaku menerima ancaman dari sesama rakannya untuk memenangkan caleg tertentu  di Gampong Rambong Beuracan,  Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya,Selasa 8 April 2014. 

Menurut Informasi yang di kutip di laman Serambi yang bahwa Keuchik Gampong Rambong Beuracan, Meureudu, M Gade, kepada Serambi, Minggu (6/4) mengatakan, intimidasi berupa ancaman copot itu disampaikan oleh ketua dan dua anggota PPS di gampongnya. “Sejak kemarin, tiga personel PPS, ketua PPS, M Jafar bersama dua anggota PPS, M Yusuf dan Surya diancam copot oleh anggota lain, dikarenakan tak mendukung kandidat usungan partai lokal,” sebut M Gade yang dibenarkan M Yusuf selaku anggota PPS.

Namun, M Gade menyatakan, ancaman pemecatan tersebut tidaklah sah, karena sejauh ini pihak aparat gampong tidak pernah memberikan rekomendasi, serta tanpa dasar hukum melakukan perubahan dengan cara dadakan. Apalagi, ketetapan anggota PPS telah menjadi ketetapan baku dari pihak Komisi Independen Pemilihan (KIP). “Jadi, tidak ada hak  wewenang anggota PPS untuk mengancam pemecatan anggota lain karena tidak memiliki hak legalitas hukum (Aturan),” jelasnya

Ketua KIP Pidie Jaya, Musman SH yang dihubungi Serambi kemarin mengatakan pihaknya tidak menerima usulan pemberhentian terhadap anggota PPS di wilayahnya. Musman juga mengatakan belum menerima laporan ancaman pemecatan anggota PPS. 

“Secara aturan, ancaman pemecatan itu tidaklah ditolerir dan tidak dibenarkan. Apalagi, sampai hari ini belum ada laporan resmi, terutama dari keuchik selaku pengambil kebijakan. Bagi KIP, jika tak direkom oleh keuchik, maka kami tak dapat merespon,” kata Musman. AT | BUS | Sumber : Serambi |

PNA Nyoe Baro Phon Kampanye di Pidie

Senin, 24 Maret 2014

Pidie | acehtraffic.com- Partai Nasional Aceh (PNA) melakukan kampanye perdananya di lapangan Blang Paseh, Pidie, Minggu (23/2/2014). Dalam kampanye tersebut PNA menampilkan juru kampanye Munawarliza, M Nur Djuli, Muksalmina, Saiful Bahri dan Thamren Ananda.Minggu, 23 Maret 2014 

Diberiatakan Serambinews.com, massa mulai berkumpul di lapangan Blang Paseh sekira pukul 15.00 WIB. ‎Massa yang berjumlah sekitar 500-an itu mulai berkumpul pada pukul 16.00 WIB.

Orasi politik dibuka Munawarliza, Lalu M Nur Djuli, kemudian Muksalmina yang sekaligus memperkenalkan caleg DPRA dan DPRK pada masing-masing daerah pemilihan di Pidie.

Munawarliza dalam orasi politiknya, antara lain mengatakan, PNA akan membuat perubahan untuk Aceh.| AT | R | Sumber Serambi|

Hasil Perhitungan Suara Pilkada Pidie Jaya Ditolak Dua Kandidat, Adukan Ke MK "Awas Hakim 86"

Sabtu, 02 November 2013

Pidie Jaya | acehtraffic.com- Setelah pemilihan kepala daerah di Pidie Jaya, berbuntut tidak diterimanya hasil pemilukada oleh Dua kandiat bupati/wakil bupati Pidie Jaya. Yang tidak menerima masing-masing pasangan Abd Rahman/Yusuf Ibrahim dan Saiful Bahri/Iqbal Idris. Mereka menilai  penghitungan suara mengandung kecurangan. 

Sebagaimana dirilis laman Serambi, bentuk kecurangan itu mulai dari dugaan money politics, pengebirian saksi tanpa diberikan form C1, serta intimidasi dan kasus pemilihan ganda.

Koordinator tim pengusung Abd Rahman/Yusuf Ibrahami, Fakhruzzaman Hasballah dan Tgk Abdul Hamid kepada Serambi, Jumat 1 November 2013 mengatakan, hasil pilkada itu tidak dapat mereka terima karena ditemukan banyak kecurangan.

Sementara itu, kandidat bupati dari pasangan nomor urut 2, Saiful Bahri, mengatakan, pihaknya tetap tidak bisa terima kezaliman dan kecurangan dalam pilkada “Kami tetap menolak hasil pikada meski belum final, karena Pilkada Pijay tahun ini diwarnai kecurangan, terutama di Kecamatan Bandar Baru, Ulim, dan Trienggadeng. Itu sebab kami desak agar dilakukan pilkada ulang,” ujar Saiful Bahri.

Sementara itu, ratusan massa pendukung Abd Rahman/HM Yusuf Ibrahim dari sejumlah kecamatan, Kamis (31/10) malam mendatangi Kantor KIP di Cot Trieng Meureudu. Kepada komisioner KIP mereka beberkan sejumlah kecurangan saat pilkada.

Massa baru membubarkan diri setelah aparat keamanan melepaskan tembakan ke udara. Sore kemarin, massa kembali mendatangi KIP untuk tujuan yang sama.

Dalam aksi itu, massa berdelegasi ke KIP Pijay menggunakan puluhan kendaraan roda empat dan ratusan sepeda motor sejak pukul 18.00 WIB. Kehadiran mereka hanya sesaat saja dan tidak berorasi ilmiah. Amatan Serambi, ratusan massa pendukung nomor urut 3 juga datang dari kecamatan lainnya. Meliputi Meureudu, Bandar Dua, Ulim, Jangkabuya, dan Trienggadeng | AT | R |

Pilkada Pidie Jaya Hangat, Kantor Panwaslu Diteror Bom

Pidie Jaya | acehtraffic.com - Pilkada Pidie Jaya sedikit hangat, kantor camat dibakar, giliran Kantor Panitia Pengawas Pemilu Pidie Jaya (Panwaslu Pijay) di Gampong Rhieng Blang, Kecamatan Meureudu, Jumat 1 November 2013  diteror  bom granat jenis manggis yang diletakkan di pinggir pagar kantor itu. Akibatnya, sejumlah anggota panwaslu setempat panik dan syok.

Dikutip dari laman Serambi, sumber di lokasi kejadian menyebutkan, bom granat itu ditemukan M Junaidi, sopir pribadi Ketua Panwaslu, M Yusuf SPd. Saat itu pukul 11.00 WIB, sepulang mengantar ketua panwaslu, Junaidi bermaksud hendak istirahat di bawah pohon rindang seraya merokok. 

Pandangannya mengarah ke semak-semak dan terlihat olehnya benda berwujud bom. Temuan itu langsung dia laporkan ke aparat kepolisian. 

Selang 30 menit kemudian, tim Penjinak Bom Brigade Mobil Daerah (Jibom-Brimobda) Aceh tiba di lokasi untuk menangani bom tersebut menggunakan perlengkapan khusus.

Ketua Panwaslu Pidie Jaya, M Yusuf SPd , Jumat 1 November 2013 kemarin mengatakan kaget saat melihat bom berbentuk manggis terletak di pinggir pagar kantornya. Hal itu spontan membuat sejumlah staf panwaslu panik dan syok. 
Pihaknya langsung mendatangi mapolsek untuk meminta personel pengamanan agar kenyamanan tugas panwaslu tidak terganggu. “Apalagi mulai hari ini laporan pelanggaran dalam Pilkada Pijay sudah masuk,” jelasnya.

Kapolres Pidie, AKBP Sunarya SIK kepada Serambi mengatakan kemarin bahwa bom jenis granat manggis itu sudah diamankan dan dipindahkan ke Mapolsek Meureudu. 

“Pascakejadian itu kondisi kantor panwaslu kini kembali normal dan mereka bekerja lagi seperti biasa,” demikian Sunarya. | AT | R | Serambi|

Pidie Jaya Pilkada, Kantor Camat Ulim Dibakar OTK

Pidie Jaya | acehtraffic.com - Ruang staf kantor camat Ulim, Pidie Jaya, Jumat 1 November 2013  dini hari sekiri pukul 01.40 WIB dibakar orang tak dikenal (OTK) dengan sasaran logistik Pilkada. 

Akibatnya sejumlah dokumen berkas tenaga pengamanan Pilkada tingkat Perlindungan Masyarakat (Linmas) hangus terbakar bersama filingg kabinet.

"Beruntung insiden tersebut dengan cepat diketahui warga yang melintas pada dini hari. Aparat keamanan (Polisi) dibantu warga dengan cepat menghentikan amukan api dalam ruangan staf camat," sebut Camat Ulim, Pidie Jaya, Zulkifli SSos

Sementara Kapolres Pidie, AKBP Sunarya SIk kepada Serambinews.com, mengatakan, siapapun yang melakukan tindakan anarkis tetap ditindak dengan tegas sesuai dengan prosudur. | AT | R | Sumber Serambi|

Saksi tak Hadir Sidang Cekgu Ditunda

Selasa, 29 Oktober 2013

Pidie | acehtraffic.com- Sidang ketiga kasus pembunuhan T Muhammad Zainal Abidin (30) alias Cekgu, kader Partai Nasional Aceh (PNA) Pidie, di Pengadilan Negeri (PN) Sigli, Senin 28 Oktober 2013 ditunda. Penundaan sidang itu karena enam saksi tidak hadir. Sidang dilanjutkan, Senin 4 Nopember 2013 mendatang.

“Sampai pukul 11.00 WIB kami tunggu, ternyata tidak satu pun saksi yang hadir di pengadilan. Akhirnya sidang harus ditunda,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Sigli, Usman Affan SH, menjawab Serambi, Senin (28/10).    

Pantauan Serambi, kemarin, aparat kepolisian memakai baju dinas telah duluan hadir di Pengadilan Negeri Sigli. Sebagian polisi dilengkapi senjata api laras panjang. Penasehan hukum terdakwa Bustab, Muhammad Isa Yahya SH juga telah hadir di pengadilan tersebut. 

Begitu juga, penasehan hukum terdakwa Munir dan Khairul Ansari, Hanafiah SH telah hadir di Pengadilan Negeri Sigli itu. Sejumlah pengunjung terlihat duduk di kursi yang ada di luar sidang sambil menunggu digelarnya sidang ketiga pembunuhan Cekgu kader Partai Nasional Aceh (PNA) Pidie.

Tiga JPU yang menangani perkara tersebut, masing-masing Darma Mustika SH, Usman Affan SH, dan Samil Fuadi SH hadir lebih awal pada sidang itu. Setelah JPU menyatakan sidang ditunda, personel polisi dari Polres Pidie langsung beranjak dari lokasi itu menggunakan truk dinas polisi. Beberapa warga pun menggunakan sepeda motor meninggalkan pengadilan.

Kata Usman, enam saksi yang tidak bisa hadir tersebut yaitu Abdulah Idris warga Gampong Blang Beureueh, Kecamatan Mutiara, Safrizal warga Gampong Lingkok, Kecamatan Titue, H Azril Abdurrahman Gampong Rambong Munasah Barat, Kecamatan Mutiara. Kemudian, Rini Handayani Husen (istri Cekgu) Gampong Tunong Keumala, Muhammad Syarif M Yusuf  Ujung Rimba, Kecamatan Mutiara Timur dan Jamaluddin Alias Abi M Jalil Gampong Lada Kecamatan Mutiara Timur. 

“Keenam saksi telah dipanggil Jaksa melalui Polres Pidie. Tapi, mereka tidak satu pun hadir, kami tidak mengetahui alasan saksi tidak hadir karena tidak ada laporan,” kata Usman.

Lanjutnya, Jaksa akan memanggil kembali enam saksi tersebut untuk dihadirkan pada sidang berikutnya, Senin (4/11), dengan agenda pemeriksaan saksi. “Kita imbau kepada saksi, agar bisa hadir pada sidang yang dilaksanakan pekan depan,” demikian Usman Affan.

'Tabiat Ka Ie Doeng" Massa Kampanye Asli Partai Aceh dan Jalur Independen Saling Serang

Sabtu, 26 Oktober 2013

Pidie | acehtraffic.com- Massa kampanye dua pasangan kandidat bupati/wakil bupati Pidie Jaya nomor urut 1 (Saiful Bahri/Iqbal Idris) calon dari jalur Independen  saling lempar dengan massa pasangan nomor urut 2 (Tgk Aiyub Abbas/Said Mulyadi MSi)  yang di usung Partai Aceh, Kamis 24 Oktober 2013 pukul 18.30 WIB. Akibatnya, sembilan orang terluka di pihak Saiful/Iqbal, enam orang di pihak Aiyub/Said.

Sebagai mana dikutip dalam laman serambi, di antara 15 korban ada yang mengalami luka robek dan memar pada bagian wajah dan badan. Selain itu, tiga mobil Avanza dari pendukung Aiyub Abbas/Said Mulyadi (ASLI) diobrak-abrik massa.

Sebagai pihak yang merasa dirugikan, Saiful Bahri dan Iqbal Idris didampingi Drs Bahrom Rasyid selaku juru kampanye mereka,Kamis (24/10) di Seuramoe Induk (pos pemenangan Saiful/Iqbal) mengatakan, insiden yang tak diharapkan itu terjadi saat massa pendukung mereka hendak pulang dari Trienggadeng menuju Pangwa Trienggadeng.

Menurutnya, saat berpapasan di jalan, massa pendukung ASLI yang berada di atas mobil dumptruck langsung melemparkan batu yang telah dipersiapkan dalam botol mineral. Mereka juga melemparkan air kencing yang ditampung di dalam botol tersebut persis di perbatasan antara Simpang Briweuh Gampong Pulau U, Kecamatan Meureudu dengan Kecamatan Trienggadeng.

“Kami menduga pelemparan ini telah direncanakan oleh massa Partai Aceh yang diduga dari luar kabupaten. Mereka sengaja menyerang pendukung kami,” kata Saiful Bahri.

Akibat pelemparan itu, kata Saiful, sembilan pendukungnya mengalami luka robek dan memar pada bagian wajah. Namun, kemarin petang semua korban sudah kembali ke rumah masing-masing. Saiful berharap insiden ini diproses secepatnya secara hukum oleh kepolisian bersama panwaslih setempat.

Sementara itu, kandidat wakil bupati dari Partai Aceh (PA), Said Mulyadi SE MSi secara terpisah mengatakan, insiden peleparan ini sebenarnya tidak diharapkan terjadi, apalagi sampai jatuh korban di kedua belah pihak. 
Dari pihaknya, enam orang terluka dan hingga tadi malam masih berada di RSUD Pidie di Sigli. Di antaranya termasuk adik dari Aiyub Abbas, kandidat bupati dari PA.

“Kami tetap beriktikad menuntaskan persoalan ini secara damai sebagaimana ikrar pilkada damai yang telah sama-sama diucapkan. Kami bahkan secara bersama-sama ingin membesuk korban yang jatuh dari kedua belah pihak,” ujarnya.

Kapolres Pidie, AKBP Sunarya SIK mengatakan, kasus ini sudah ditangani secara cepat. Pascabentrok, anggota yang telah disebar langsung beraksi untuk menetralisir aksi susulan.

“Untuk sementara pihak korban telah melaporkan secara resmi di Mapolsek Trienggadeng. Tiga unit mobil Avanza pendukung Aiyub Abbas/Said Mulaydi yang diobrak-abrik dalam peristiwa itu sudah diamankan di Mapolsek Trienggadeng,” demikian Sunarya.| AT | R |

Gempa Aceh Porak-porandakan Tangse, BNPB Lapor SBY

Selasa, 22 Oktober 2013

Jakarta | acehtraffic.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif, telah melaporkan perkembangan dampak gempa bumi yang melanda Aceh Besar kepada Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Laporan tersebut meliputi dampak kerusakan yang diakibatkan dari gempa yang berkekuatan 5,6 Skala Richter (SR) itu. Diantaranya gempa merusak di Kabupaten Pidie yang meliputi tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Tangse; Kecamatan Mane; dan Kecamatan Geumpang.

"Berdasarkan data sementara di Kecamatan Tangse, Pidie korban: satu tewas (karena serangan jantung) dan tiga luka-luka (dua dirujuk di RS Sigli). Kerusakan: 368 unit rumah, sembilan unit masjid, delapan unit meunasah, 13 unit sekolah, dua jembatan, 36 unit ruko, satu Pustu, tiga kantor pemerintah. Belum dilakukan verifikasi tingkat kerusakan apakah rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan."

"Ada lima desa di Kecamatan Tangse yang mengalami kerusakan cukup parah, yaitu Desa Lubok Badeuk; Pulo Kawa; Pulo Sunong; Keude Tangse; dan Blang Bungong. Sedangkan data kerusakan dari Kecamatan Mane dan Geumpang belum masuk laporannya," ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan resminya, Selasa 22 Oktober 2013, malam.

Menurut Sutopo, upaya yang sudah dilakukan antara lain BPBD Pidie telah mendirikan tenda, mendistribusikan logistik, mendirikan posko di Kantor Kecamatan Pidie, koordinasi dengan Muspida, SKPD, TNI, dan Polri.

"Pendataan masih dilakukan. TRC BNPB sedang menuju Pidie. Saat ini sedang dlakukan rapat koordinasi untuk melakukan penanganan tanggap darurat," ungkapnya. | AT | I | Sinownews |

INTERNASIONAL

LINGKUNGAN

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016