News Update :

Puluhan Pedagang Mengamuk Kepada Aparat Satpol PP Lhokseumawe

Selasa, 01 Januari 2013

Lhokseumawe | acehtraffic.com – Akibat ditutupnya jalan menuju ke tempat rekreasi waduk Kota Lhokseumawe, menyebabkan puluhan pedagang mengamuk kepada aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), menuntut untuk dibuka kembali jalan tersebut. Senin 31 Desember 2012.

Aksi tersebut dilakukan oleh pedangang sekitar pukul 20:15 Wib, awalnya puluhan pedagang tersebut datang dengan menggunakan sepeda motornya masing-masing, menuju jalan utama memasuki tempat rekreasi waduk, yang sedang dijaga oleh aparat Satpol PP. 

Setiba disana, warga langsung marah-marah dan beringas, serta mengepung sejumlah personil aparat Satpol PP yang sedang melakukan penjagaan. Bahkan ada salah seorang warga yang ingin melemparkan kayu ke kaca mobil milik aparat tersebut.

Akhirnya, lokasi menuju ke waduk tersebut dibuka kembali. Hanya saja para pasangan yang bukan muhrimnya tidak dibolehkan masuk dan yang anehnya lagi, para wanita yang berboncengan dengan sesama wanita tidak dibolehkan masuk juga.


Kecuali lelaki berboncengan dengan sesama lelaki dan pasangan yang sudah menikah, hanya itulah yang diboleh untuk masuk ketempat rekreasi waduk tersebut. Hingga tidak sedikit para pengunjung yang disuruh untuk berbalik arah, karena tidak boleh masuk.

Selain itu, para aparat Satpol PP juga meminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) ketika ada pasangan yang membawa kekasihnya. Hal tersebut dilakukan untuk bukti bahwa pasangan yang dibawa adalah muhrimnya.


Salah seorang pedangan, Rosliana, ketika diwawancarai The Aceh Traffic mengatakan. sejumlah pedangan yang berjualan di waduk tersebut, tidak diberitahukan jauh-jauh hari sebelumnya kalau malam tahun baru jalan menuju ke waduk ditutup.

“Kami dikasih tahu jam 17:00 Wib tadi,” Ujar Rosliana.


Rosliana menambahkan, kami sudah belanja sejak pagi tadi. Apabila jalan menuju waduk ditutup maka kami akan rugi, kalau mau razia, razia aja café-café yang dibekingi oleh Aparat. Karena café-cefe di cefe-cefe itu yang sering dijadikan tempat maksiat, jangan berani sama kami pedagang kecil.| AT | AG |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016