News Update :

Seakan Menantang Himbauan Ulama, Letusan Marcun dan Tiupan Terompet Menggema Lhokseumawe

Selasa, 01 Januari 2013

Lhokseumawe | acehtraffic.com - Jelang detik-detik peringatan tahun baru, seluruh ormas islam Kota Lhokseumawe gelar da’wah dilapangan hiraq untuk menyadarkan masyarakat agar tidak merayakan tahun baru dengan perbuatan maksiat, turut hadir walikota Lhokseumawe Suaidi yahya. Senin malam, 31 Desember 2012.

Sebelum melaksanakan da’wah mereka berjalan kaki mengelilingi pusat kota Lhokseumawe dan kembali ke lapangan Hiraq.

Dalam da’wah itu, panitia acara melalui corong microphone menghimbau masyarakat agar jangan mengikuti budaya-budaya kafir dan Yahudi. Hilangkan budaya membakar marcun dan membunyikan terompet karena menurut panitia tersebut terompet berbentuk naga merupakan lambang Yahudi sembari meneriakkan takbir dengan tangan mengepul ke atas.

Namun begitu, para pendengar ceramah dilapangan tersebut kalah banyak dengan pengendara kendaraan bermotor memadati jalan raya Kota Lhokseumawe.

Tidak hanya warga Kota Lhokseumawe yang ikut menyemarakkan tahun baru berkonvoi ria berboncengan mesra bersama pasangan baik muhrim maupun non muhrim, akan tetapi warga dari Aceh Utara juga turut berdatangan ke Kota Lhokseumawe guna menikmati eforia malam pergantian tahun baru.

Akibatnya, badan jalan dibeberapa titik terlihat macet dan mengharuskan pihak polantas bersama LLAJ mengatur arus lalu lintas di kota mini tersebut.

Meski dilarang, meski berkali-kali di himbau agar tidak merayakan pergantian tahun baru namun sepertinya eforia malam pergantian tahun baru di kota Lhokseumawe sesuatu hal yang tidak mungkin untuk tidak dirayakan, atau malah omongan ulama yang tidak lagi didengar.

Tepat ketika jam menunjukkan pukul 00.00 WIB, Selasa 1 Januari 2012, seakan menantang himbauan ulama, ratusan kali letusan marcun dan berulang-ulang kali tiupan terompet terdengar di antara suara-suara deru mesin kendaraan bermotor memadati badan jalan yang basah akibat di guyur hujan.

Ketika hujan mengguyur saat ustadz memberikan ceramah perlahan-lahan warga berhamburan beranjak meninggalkan lapangan itu, dan ketika waktu menunjukkan telah memasuki tahun baru meski diguyur hujan masyarakat memilih ikut berbaur memadati badan jalan dengan kendaraan bermotornya seraya melirik kerlipan letusan marcun dan menyodorkan terompet ke mulutnya.

Masyarakat lain yang tadinya masih setia mendengar ceramah akhirnya berdiri dipinggir jalan dari lapangan tersebut guna melihat gemerlap kerlipan letusan mercun diudara ditengah-tengah guyuran hujan hingga ikut larut dalam suasana kemeriahan malam tahun baru, dan ceramah pun terhenti. | AT | HR |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016