
Manila - Pemerintah Filipina dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) mengukir sejarah pada Senin sore dengan menandatangani kerangka perjanjian damai yang akan membuka jalan bagi pembentukan wilayah otonomi Bangsamoro.
Seperti dikutip dari Utusan, proses pembentukan wilayah otonomi Bangsamoro secara resmi dimulai hari ini saat penandatanganan kerangka perjanjian damai di Istana Malacanang di Manila pukul 3 sore tadi.
Detik bersejarah yang turut disaksikan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak, Presiden Benigno Aquino III dan Ketua MILF Haji Murad Ibrahim itu juga menandakan komitmen kedua pihak untuk mengakhiri pergolakan di selatan Filipina sejak 40 tahun lalu yang telah menewaskan lebih 120.000 jiwa.
Sebelumnya pagi tadi, sebagaimana dilaporkan AP, Presiden Benigno Aquino dan ketua Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Haji Murad Ibrahim mengadakan pertemuan bersejarah acara penandatanganan kerangka rencana damai yang mengakhiri konflik menjelang 2016 itu. "Ini adalah suara perdamaian," kata Ibrahim yang tersenyum setelah memukul gong yang menjadi alat tradisional Islam Filipina pada pertemuannya dengan Aquino di Istana Presiden. | AT | Z | AFP | Utusan
Baca juga
