



Washington | acehtraffic.com - Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton pada hari Minggu, 7 Oktober 2012, menyambut baik pengumuman mengenai kerangka perjanjian perdamaian antara pemerintah Filipina dan kelompok gerilyawan terbesar di negara itu, Front Pembebasan Islam Moro (MILF).
"Perjanjian ini merupakan bukti komitmen dari semua pihak untuk resolusi damai bagi konflik di Filipina selatan," kata Hillary Clinton dalam pernyataan tertulisnya.
"Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa kerangka perjanjian sepenuhnya dilaksanakan," tambahnya, dan mendesak semua pihak untuk bekerja sama "membangun perdamaian, kemakmuran dan kesempatan yang lebih besar bagi seluruh rakyat Filipina."
Kesepakatan perdamaian diumumkan oleh Presiden Filipina Benigno Aquino III Minggu pagi, dicapai setelah putaran terakhir perundingan damai antara pemerintah dan MILF di Kuala Lumpur, ibukota Negara Malaysia.
Berdasarkan kesepakatan, kerangka perjanjian damai diperkirakan akan ditandatangani pada 15 Oktober, kaum gerilyawan akan diberi bagian kekuasaan dan kekayaan yang lebih besar di daerah otonom baru pada tahun 2016.
Wilayah baru tersebut, bernama Bangsamoro, akan memiliki hak properti pribadi yang dilindungi, hak-hak dasar kaum minoritas dan kelompok-kelompok pribumi yang diakui dan penegakan hukum secara bertahap dipindahkan dari Angkatan Bersenjata Filipina ke polisi.
Daerah otonom baru akan menggantikan Wilayah Otonomi Muslim Mindanao yang sudah berdiri selama dua dekade lalu, yang Aquino sebut sebagai "eksperimen gagal".
MILF yang berkekuatan 12.000 pasukan telah melancarkan pertempuran di Filipina selatan sejak tahun 1969 merupakan salah satu pemberontakan terlama di Asia, dan permusuhan bersenjata berkelanjutan telah menewaskan sedikitnya 120.000 nyawa. | AT | Z | Xinhua
Baca juga :
