News Update :

Prodi Bisnis Dilenyapkan, Mahasiswa Tuding Unimal Manipulatif

Rabu, 16 Mei 2012

Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Terkait mahasiswa kritik akreditasi Jurusan Manajemen Bisnis Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh yang sudah lama kadaluarsa dan dituding illegal membuat gerah pihak kampus hingga mencuat pemberitaannya dimedia. Akibatnya Senin 14 Mei 2012, sekira pukul 08.00 WIB pagi pihak dekanan ekonomi beserta ketua jurusan manajemen bisnis turun kesetiap kelas guna mengklarifikasi berita tersebut.

Berdasarkan bocoran berupa rekaman yang didapatkan Acehtraffic.com, kemarin, Senin, 14 Mei 2012 sore, Dekan Fakultas Ekonomi Wahyuddin yang didampingi pembantu Dekan III bidang kemahasiswaan Anwar Puteh, Kepala jurusan Bisnis Nouval Bahri SE Mba didampingi Mukhlis selaku sekretaris jurusan tersebut, menggelar pertemuan dengan puluhan mahasiswa.

“tadi pagi saya mendapat informasi berita itu sudah di print, di photo copy dan dibagi-bagikan kepada seluruh mahasiswa, jadi ini sesuatu hal yang harus kita sikapi sama-sama menyangkut dengan status akreditasi program bisnis,” kata Wahyuddin Dekan Fakultas Ekonomi mengawali pembicaraan.

Dalam rekaman itu pihak Dekanan mengklarifikasi dua hal menyangkut jurusan Manajemen Bisnis atau Prodi Bisnis yang keberadaannya membingungkan publik khususnya mahasiswa jurusan tersebut terancam tidak diakui.

Wahyu menjelaskan, mahasiswa program studi [prodi] Bisnis adalah bagian dari mahasiswa jurusan Manajemen konsentrasi Bisnis dengan bukti yang dapat dilihat pada NIM [Nomor Induk Mahasiswa] 041 itu adalah NIM Prodi Manajemen.

Dekan Fakultas Ekonomi Unimal, Wahyu, ingin menyakinkan mahasiswa dengan kurikulum yang di gunakan adalah kurikulum manajemen, dapat dilihat pada mata kuliah dari semester I hingga semester VI. Yang membedakan hanya tiga mata kuliah konsentrasi. Mengapa dibedakan? Dekan itu menjawab, “karena dari awal kita terima program itu idealnya kita ingin mendidik saudara [mahasiswa manajemen bisnis] sebagai calon yang memiliki jiwa kewirausahaan” jawabnya.

Wahyu menambahkan, akreditasi yang digunakan adalah akreditasi Manajemen, ijazahnya juga ijazah Prodi Manajemen dan ini merupakan bagian dari misi kita. “Jadi saudara tidak perlu risau dan ini bisa dijelaskan ke orangtuanya dan kalau ada orang tua yang merasa tidak puas dengan penjelasan yang saudara berikan, nanti kita minta di diskusikan dengan kita,” terang alumni Ekonomi Unsyiah itu.

Dia juga mengatakan secara administrasi mereka adalah mahasiswa Manajemen, hanya saja diprogram Bisnis itu adalah spesifiknya. Menurutnya jika semua kumpul dimanajemen, manajemen bisa rusak???

Mengenai judul pemberitaan di acehtraffic.com, Pihak Unimal menduga dibalik pemberitaan ada orang yang sengaja memperkeruh ketenangan rakyat manajemen bisnis. “jika ada SMS yang berbau seperti itu, saya minta diberikan kepada Kajur Bisnis Pak Nouval Bahri NBA atau saya. Jadi kita pun bisa menganalisis ini kerjaan siapa sich sebenarnya?” Ungkapnya kesal.

Dirasa penjelasan oleh para Dekan itu mengambang, seorang mahasiswa bertanya, ”kami semua di jurusan yang diakui sebagai Manajemen Bisnis, itu status jurusannya apa benar? Manajemen kah? Bisnis kah? Atau manajemen bisnis? Dan jawabannya jangan abu-abu. Manajemen Bisnis itu artinya abu-abu. Kalau hitam jawab hitam, kalau putih jawab putih. Jangan abu-abu,” desak mahasiswa dengan nada tinggi.

Wahyu ini langsung menjawab, “saya tegaskan bahwa saudara adalah mahasiswa Manajemen, alasannya karena saudara diterima dengan NIM Manajemen, kodenya 041. Tidak ada abu-abu, tidak ada hitam, tidak ada putih tapi itu tetap Manajemen dengan kode 041” bantah akademisi itu.

Sambungnya, “Didalam kurikulum Manajemen ada konsentrasi, salah satunya adalah konsentrasi Bisnis. Sejak 2009 bahkan 2008 kita sudah terima semuanya mahasiswa Manajemen. Jadi NIMnya semua dialihkan, terakhir 2007 NIMnya masih kode 042. Setelah 2007, kode 042 tidak ada lagi karena kode 042 di peruntukkan untuk akuntansi. Jadi seluruh mahasiswa Bisnis dialihkan NIM [Nomor Induk Mahasiswa] nya menjadi 041,” jelas Wahyu.

Tidak puas mendengar jawaban Wahyu, seorang mahasiswa yang tidak diketahui namanya itu kembali melontarkan pertanyaannya, dalam buku akademik 2007 periode A Hadi Arifin SE Msi menjabat sebagai Rektor Unimal. Dalam buku akademik itu halaman 16 diketerangan kedua poin A tertulis Fakultas Ekonomi terdiri dari lima jurusan, antara lain Manajemen, EKP, Akuntansi, D3 Kesekretariatan dan Bisnis.

“lantas Kenapa sekarang kami dibilang mahasiswa Manajemen? Prodi Bisnis kemana? Beruntunglah bagi mahasiswa yang memiliki buku langka ini karena memahami apa isi kampus, bagaimana isi kampus, dan seperti apa kampus ini sebenarnya?” tanyanya seraya meledek.

Dekan tampaknya mulai kebingungan lantas menjawab, “kalau memang perlu akan kita buat tapi kembali keposisi bahwa kita tidak memiliki biaya untuk mencetak buku itu, jika memang harus maka akan kita copykan” jawab Wahyu.

Belum selesai Dekan menjawab langsung dipotong mahasiswa, “maksud saya yang tertera disini jurusan Bisnis, sementara bapak sendiri tadi memastikan kami jurusan Manajemen. sebenarnya ada tidak jurusan Bisnis?” tanya mahasiswa Bisnis itu.

Ketika ditanyai ada tidaknya jurusan Bisnis, kontan saja Wahyu menjawab “sekarang tidak ada jurusan bisnis.” Katanya.

Padahal dua jam sebelum audiensi dengan pihak Dekanan, mereka [mahasiswa manajemen Bisnis] mengikuti midtem, anehnya pada lembaran soal tertera jurusan Bisnis dan sangat bertolak belakang dengan jawaban Dekan FE ‘sekarang tidak ada jurusan bisnis’, namun dilembar soal midtem tulisan ‘jurusan Bisnis’ masih nangkring sehingga bersitegang dikedua belah pihak antara ada tidaknya jurusan Manajemen Bisnis maupun Bisnis terus berlangsung panas bak bola api.

Dalam aksi tegang tersebut Kepala Jurusan Bisnis Nauval Bahri hanya duduk manis saja sesekali juga bicara menengahi dan menegaskan mahasiswa manajemen Bisnis adalah mahasiswa Manajemen.

Sementara sumber Acehtraffic.com saat ditanyai tanggapannya menyebutkan Yang menjadi pertanyaan bagi mahasiswa kenapa pihak kampus plin-plan, program studi [Prodi] Bisnis adalah bagian dari jurusan Manajemen konsentrasi Bisnis. Namun kenapa di website Universitas, fakultas, di KTM, kartu perpustakaan, dan seluruh adminitrasi, mahasiswa bisnis disebutkan sebagai jurusan Bisnis. Bahkan dalam data BAN PT tentang SK nomor 005 tahun 2006 menyebutkan akreditasi prodi Bisnis dengan nilai C yang kadaluarsa 15 Juni 2009.
Mahasiswa menilai itu adalah bukti Unimal manipulatif, mereka telah melakukan penipuan publik dan seribuan mahasiswa jurusan Bisnis yang masuk melalui jalur SPMB lokal itu ijazahnya terancam hana meuho ba, pihak kampus mengatakan Bisnis adalah konsentrasi jurusan Manajemen karena sudah ketahuan, semua orang tau bisnis adalah jurusan dimana Bisnis juga mempunyai ruangan belajar terpisah dengan Manajemen dan memiliki ruangan jurusan tersendiri, serta struktur jurusan yang dipenuhi oleh orang bertitel tinggi, jadi sekarang pihak kampus mau membalikkan fakta agar tidak terjerat hukum.

“dulu saya masuk melalui SPMB lokal sebagai mahasiswa jurusan Bisnis, bukan Manajemen, sekarang giliran sudah ketahuan melakukan penipuan, pihak kampus malah bilang Bisnis adalah konsentrasi jurusan Manajemen, enak saja bicara agar terhindar dari jeratan hukum, pihak kampus wajib bertanggung jawab terhadap nasib dan ijazah kami tidak berguna nanti, mereka telah melakukan pembohongan publik” kecam mahasiswi itu saat ditemui dirumahnya.   Selasa, 15 Mei 2012, sore. | AT | ZK | HR | AG |
Baca juga:
Prodi Manajemen Bisnis Unimal Illegal, Mahasiswa Resah Ijazah Hana Meuho Ba
Jurusan Bisnis, Prodi Spekulasi Tipu Mahasiswa, Humas Unimal Sewot, Dekan FE Plin-plan
Setelah Dikritik Mahasiswa, Unimal Hapus Prodi Bisnis, Kiban Nasib Awak Nyoe???
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016