News Update :

Pupuk Bersubsidi Diseludupkan, Pantaslah Hilang Dipasaran

Jumat, 12 Agustus 2011



Aceh Utara – Ribuan masyarakat yang bermukim disekitar pabrik pupuk iskandar muda {PIM} sangat sulit untuk mendapatkan pupuk, Keberadaan urea bersubsidi mengalami kelangkaan dalam dua bulan terakhir. 

Menurut penelusuran Acehtraffic.com kelangkaan pupuk bersubsidi terjadi di beberapa daerah diantaranya Di Kecamatan Langkahan, Lhoksukon, Seunuddon, Tanah Jambo Aye, Baktiya, dan Baktiya Barat, Muara Batu, dan Sawang. Jum'at [12/8]

Menurut Rustam (45), seorang distributor pupuk di pasar Panton Labu seperti yang dilansir Acehkita mengatakan, ekses terhentinya penyaluran mengakibatkan langkanya pupuk di pasaran. Kondisi ini berpengaruh pada petani yanh tengah menggarap lahan pertanian, sehingga dikhawatirkan akan berimbas pada kualitas tanaman.

Begitu juga yang disampaikan oleh Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Meurah Mulia, Ismail, beliau menilai persoalan kelangkaan pupuk yang sering bermasalah di daerahnya dipicu oleh lemahnya fungsi pengawasan, baik sistem maupun teknis pengalokasian pupuk bersubsidi. Lebih parah lagi di Kecamatan Meurah Mulia . 

Senangat berbeda yang disampaikan oleh seorang petani asal Krueng Mane, menurut kelangkaan pupuk bersubsidi yang terjadi diberbagai daerah Aceh disebabkan oleh penyeludupan keluar Aceh dan dijual ke perusahaan-perusahan, “perusahaan perpekunan kelapa sawit, perusahaan pembuat lem seperti di Langsa” rinci lelaki kurus ini tidak mau namanya ditulis.

Kelangkaan pupuk bersubsidi akan tetap terjadi meskipun kepolisian turun tangan dalam hal ini, kenapa tanyanya yang lansung dijawab oleh dirinya “sabab yang meuen nyan ken awak cilet-cilet” [sebab yang melakukan itu bukan orang biasa].

Mekanisme penyeludupan yang dilakukan oleh oknum yang paling ditakuti oleh masyarakat sipil itu, terangnya. Ketika di pabrik pupuk mereka mengambilnya secara resmi, misalnya distributor A mengambil di pabrik sekian ton untuk wilayah Bireuen, tetapi yang disalurkan ke Bireuen tidak sesuai dengan yang dialokasikan oleh pabrik atau 25% disalurkan, selebihnya dijual dengan harga lebih mahal ketempat lain dengan mengganti karung terlebih dahulu. Ungkap pensiunan sopir truck yang telah berpengalaman itu. AT/Yd. 

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016