![]() |
JAKARTA - Ajudan
Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Basri juga membantah mobil dinas menterinya
melanggar lalu lintas masuk ke jalur Busway dari arah Manggarai menuju jalan
Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat [12/8] lalu.
"Gunakan kacamata yang
baik agar tidak salah melihat. Ini bulan puasa, orang tidak boleh berbohong.
Jadi, mobil dinas Menteri BUMN tidak masuk jalur busway tersebut," tandas
perwira Polri, yang ditugaskan menjadi ajudan Menteri BUMN kepada Kompas, Sabtu
[13/8] siang ini.
Menurut Basri, setengah hari
Mustafa Abubakar tidak keluar kantor sejak tiba di Kantor BUMN di Jalan Medan
Merdeka Selatan, Jumat pagi sekitar pukul 07.30 wib. "Ada rapat dengan
Wakil Menteri Perhubungan, lalu disambung rapat lagi dengan BUMN Angkutan Sungai,
Darat dan Pelabuhan [ASDP] di kantornya. Bapak baru keluar jam 14.20 wib menuju
Istana Negara, karena ada acara pemberian Bintang Kehormatan oleh Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono," jelas Basri.
Basri mengaku, Mustafa
Abubakar adalah orang yang mengetahui aturan. "Apalagi, saya yang bertugas
sebagai anggota Polri, tentu harus patuh dengan aturan apapun. Tolong berita
itu diluruskan. Saya khawatir, Bapak [Mustafa Abubakar] bisa marah jika
diberitakan mobilnya melanggar aturan," lanjut dia.
Jadi, mobil dinas siapa yang
masuk jalur busway kemarin siang? "Saya tidak tahu. Ya, kalau tidak
bohong, ya salah lihat. Makanya, pakai kacamata yang baik," papar Basri
lagi.
Sebagaimana diberitakan blog
Kompasiana, Jumat lalu, mobil dinas menteri RI 42, yang ditumpangi Menteri
PPN/Kepala Bappenas Armida Alisyahbana, tidak memberikan contoh yang baik
karena masuk jalur busway.
Namun, Ajudan Menteri
PPN/Kepala Bappenas Rauf membantah. Menurut dia, Armida tengah memimpin rapat
pada jam yang diberitakan itu. Lagipula, mobil dinasnya bukan RI 42, akan
tetapi RI 41. Jadi, siapa dong yang salah?|At/Kompas


0 komentar:
Posting Komentar