News Update :

FPA: Tindakan Bupati Aceh Utara Sangat Tidak Mendidik

Jumat, 19 Agustus 2011

LHOKSEUMAWE -- Polisi menyesalkan tindakan brutal Pemerintah Aceh Utara di bawah pimpinan Bupati Ilyas A Hamid membongkar paksa proyek pembangunan gedung baru Dinas Pekerjaan Umum dan Bappeda di Lapangan Reklamasi Pusong Lhokseumawe,kemarin.

“Mestinya pihak Aceh Utara menempuh cara-cara yang bijak, bukan langsung main bongkar paksa dan merusak. Tindakan seperti ini sangat tidak enak, kita menyesalkan kejadian ini,” kata Kapolsek Banda Sakti Kota Lhokseumawe Ibrahim Prades.  

Kapolsek Ibrahim Prades tiba di lokasi sekitar 15 menit setelah Bupati Ilyas bersama pasukan Satpol PP Aceh Utara meninggalkan tempat itu yang. Hampir bersamaan dengan Ibrahim Prades,  sejumlah personel Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe dan anggota DPRK Lhokseumawe Junaidi Yahya juga datang ke lokasi ini.

“Tindakan seperti ini sangat kita sesalkan, tidak mendidik, apalagi terjadi di muka umum,” kata Junaidi Yahya dari Fraksi Partai Aceh.

Sementara itu, pihak kontraktor pelaksana pembangunan gedung baru Dinas PU dan Bappeda Kota Lhokseumawe langsung membawa pulang sebagian material proyek setelah tempat tersebut diserbu pasukan Aceh Utara. “Kayu, cincin sumur dan material lain dibawa pulang supaya tidak hilang,” kata seorang anggota kontraktor proyek itu yang menolak ditulis namanya. “Yang tidak dibaw pulang pasir dan batu kerikil”. Tumpukan pasir dan batu  menggunung di lokasi proyek tersebut.

Tidak lama setelah pembongkaran paksa proyek itu beredar kabar bahwa kontraktor pelaksana, Rustam, warga Kutablang Lhokseumawe akan membuat laporan pengaduan ke Polres mengenai tindakan pengrusakan yang merugikan dirinya. Namun sampai menjelang Magrib, Rustam belum melaksanakan rencananya itu.

“Sampai sekarang belum ada laporan yang masuk ke kita, kalau ada tentu akan kita tindak lanjuti sesuai prosedur,” kata Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe Galih Indragiri ketika dihubungi menjelang malam.

Mengenai kehadiran anggotanya ke lokasi proyek pasca kejadian pembongkaran paksa, Galih menyatakan, “anggota kita ke sana untuk memonitor situasi”.|AT/Yd/Acehpost

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016