News Update :

Rehab Gedung Amburadul & 1 Unit Mobil Pengadaan Raib di Kantor Imigrasi Lhokseumawe

Senin, 23 Februari 2015

Lhokseumawe | acehtraffic.com - Terkait Amburadulnya Rehab Kantor yang sumber anggaran Milyaran dan hilangnya satu unit pengadaan kendaraan roda 4, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kota Lhokseumawe Muhammad Akmal diminta oleh Kakanwilkumham Aceh untuk mempertanggung jawabkan atas kinerja buruknya selama ini.Senin, 23 Februari 2015.(baca: Anggaran Rehap Kantor Imigrasi Lhokseumawe Rp 2 M, Luar di Lihat Indah, Dalamnya Masih Amburadul)

Hal itu ditegaskan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh, Fathlurrachman, SH, MM kepada Waspada via telepon selulernya, Senin (23/2) kemarin terkait sejumlah kasus yang terindikasi KKN dibawah kendali Kepala Kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe Muhammad Akmal.
 
Dalam wawancara itu, Kakanwil merasa terkejut setelah mengetahui kinerja buruk orang nomor satu di Kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe Muhammad Akmal yang tersandung sejumlah persoalan proyek antara lain pintu gerbang, rehab berat gedung bertingkat dan raibnya satu unit mobil pengadaan 2014. 
 
“ Saya sudah meminta pejabat bersangkutan untuk bertanggung jawab terhadap kondisi proyek yang amburadul dan menggantikan mobil pengadaan 2014. Dia tidak bisa lari dari masalah dan harus bertanggung jawab menyesalaikan persoalan,” tuturnya.
 
Bahkan untuk memperkuat jaminan hukumnya, maka pihaknya juga meminta Muhammad Akmal untuk menandatangani surat perjanjian diatas kertas agar tidak mengulangi kesalahan yang sama dan tidak mencoba buang badan.
 
Disebutkannya terutama untuk roda empat pengadaan 2014 yang kini belum diketahui keberadaannya dengan alasan telah mengalami kecelakaan berat hingga rusak parah. Ironisnya, ketika ditanya soal jenis mobil, kakanwil justru tidak bisa menjawabnya karena tidak begitu mengingatnya.
 
Kakanwil mengaku akan menindak tegas terhadap kegiatan yang menyimpang dan menimbulkan kerugian negara, apalagi merugikan masyarakat.
 
Disisi lain, menyangkut sikap Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kota Lhokseumawe Muhammad Akmal yang maasih menghindari konfirmasi wartawan, Kakanwil juga merasa kewalahan untuk berkomunikasi dengan pejabat tersebut yang sering ganti nomor.
 
“ Soal data dan kelanjutannya, agar lebih lengkap coba langsung mendatangi kantor imigrasi setempat. Kalau sulit, biar saya yang telepon dia sekarang agar tidak menghindari dan mau bertemu dengan wartawan,” ujarnya.
 
Akan tetapi, hingga berita ini diturunkan Waspada masih gagal melakukan konfirmasi dan sebaliknya pihak terkait di Kantor Imigrasi Kelas II Kota Lhokseumawe juga tidak mengindahkan intruksi kakanwil untuk melayani konfirmasi wartawan.

Sebagaimana  diberitakan sebelumnya, sejumlah paket proyek sumber anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2014, diantaranya rehabilitasi gedung Kantor Imigrasi Kelas II Kota Lhokseumawe, diduga bermasalah dan belum rampung dikerjakan, berikut pengadaan roda empat juga diklaim raib tanpa diketahui keberadaannya.

 Menurut data yang berhasil dihimpun Waspada, proyek pengadaan rehabilitasi berat gedung bertingkat Kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun Anggaran 2014 senilai Rp2.727.000.000, hasilnya kontruksinya masih jauh dari harapan atau tidak sesuai volume.
 
Bahkan akibat proyek yang belum rampung dikerjakan menyebabkan kondisi kantor Imigrasi setempat tampak amburadul, sejumlah ruangan masiah gelap tanpa terpasang bola lampu,  khususnya pada bangunan tingkat dua yang belum memiliki pembatas ruangan dan belum memasang platfon.
 
Pengadaan roda empat oleh Kemenhum dan Ham Republik Indonesia melalui Kantor Imigrasi Klass II Lhokseumawe  senilai Rp. 437.850.000,- Realiasasi Tahun Anggaran 2014, juga berakhir tragis.

Parahnya lagi, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kota Lhokseumawe Muhammad Akmal disinyalir sibuk bermain proyek dijajaran pemerintah kota/kabupaten melalui sejumlah koleganya .| AT | TM | waspada |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016