Makassar | acehtraffic.com - Awan Cumulonimbus menjadi perbincangan pascatragedi AirAsia QZ8501.
Pesawat yang mengakut 155 penumpang dari Surabaya menuju Singapura itu disebut-sebut jatuh karena terjebak cumulonimbus.
AirAsia QZ8501 diduga melakukan manuver mendaki tajam sebelum akhirnya jatuh.
Ternyata kehebatan Awan Cumulonimbus sudah dijelaskan dalam Al Quran.
Kepala Balitbang Kemenag Makassar, KH Hamzah Harun Al Rasyid MA,
menyebar isyarat Al Quran tentang Cumulonimbus melalui akun Facebooknya,
Kamis 1 Januari 2015 malam.
"Subhanallah, Nabi Muhammad SAW 1400 tahun silam tanpa pesawat, tanpa
satelit dan tanpa teropong, tanpa teknologi dapat menjelaskan jenis
awan Cumulonimbusyang dituliskan dalam kitab Al-Quran," kata alumnus
Pondok Pesantren As'adiyah dan Universitas Al Azhar Mesir itu.
Mantan dosen Fakultas Tarbiyah UIN Alauddin Makassar itu kemudian mengajak membaca Al Quran Surat AnNur 24: 43 yang artinya, "Tidakkah
kamu melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan lalu
mengumpulkannya, kemudian Allah menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu
engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga)
menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (awan Cumulus
Nimbus seperti) gunung-gunung tinggi, maka ditimpakan-Nya
(butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan
dihindarkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilatnya
hampir-hampir menghilangkan penglihatan".
"Pakar dirgantara mengatakan dalam awan Cumulonimbus terdapat
butiran es yang menyebar, dan badai petir yang mengkilat, kalau butiran
es itu masuk ke engine maka dapat menyebabkan engine mati," jelas Kiai Hamzah Harun.
Awalnya AirAsia terbang di ketinggian 32.000 kaki (9.753 meter) dan kemudian minta izin naik ke 38.000 kaki untuk menghindari cuaca buruk.
Menurut data Pusat Meteorologi Penerbangan dan Maritim BMKG untuk
keperluan evakuasi, Kamis 1 Januari 2015, di selat Karimata hingga Laut Jawa
diperkirakan masih ada pembentukan awan Cumulonimbus (Cb). Data ini
menguatkan dugaan bahwa penyebab jatuhnya AirAsia QZ8501 adalah terjebak
awan cumulonimbus.
Pakar uji terbang dari FlightFocus Setyo Soekarsono mengatakan
pesawat tak akan bertahan di dalam pusaran awan cumulonimbus yang sangat
dingin dan bermuatan petir. Pesawat yang terjebak awan cumulonimbus
akan kehilangan ketinggian dengan sangat cepat. Ia mengibaratkan pesawat
di dalam awan cumulonimbus layaknya kertas yang diombang-ambing angin.
Dalam Wikipedia disebutkan awan cumulonimbus adalah awan vertikal
menjulang yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan
cuaca dingin lainnya. Awan ini terbentuk sebagai hasil dari
ketidakstabilan atmosfer. Awan-awan ini dapat terbentuk sendiri, secara
berkelompok, atau di sepanjang front dingin di garis squall. Awan ini
menciptakan petir melalui jantung awan. | Tribunnews.com |

