Lhokseumawe | acehtraffic.com - Sejumlah warga yang panik akibat tragedi pengusiran yang bersifat arogan para satpol PP dan Aparat kepolisian di Cafee KBR Rancong Kecamatan Batuphat Timur pada malam tahun baru, Kamis 1 Januari 2015, di nilai Agresif dan melakukan tindakan langgar hukum.
Herman salah seorang warga Kreung Geukuh mengatakan kemaerin malam mereka datang ke cafee tersebut bersama keluarganya untuk santai sambil santap makanan di tempat tersebut, di karenakan tempat tersebut sangat strategis dan terbuka dengan pemandangan dan sepoi-sepoi angin malam,
Tiba-tiba kepala Satpol PP Irsyadi (Nama di lihat dari baju dinas) datang dengan menyorak tangkap mereka, kami pun panik sewaktu mereka datang kami cuma hidupin lampu senter HP di karenakan lampunya pas mereka datang lampunya pun mati. kami panik dan semua orang yang lagi berada di lokasi tersebut berlari hingga ada yang lompat kepulau, bahkan ada seorang yang mengalami luka-luka dan patah kakinya akibat benturan kayu di dalam air. ungkap warga tersebut
para satpol PP itu pun menendang semua air Aqua yang ada di cafee tersebut sampai mereka masuk kedapur dan menedang semua makanan yang lagi di masak para koki, ungkap Herman,
Sementara itu Zulkifli warga Banda Aceh yang bertamu ke keluarganya di Lhokseumawe waktu kejadian dia juga lagi berada lokasi tersebut sama kawan-kawan dan keluarga kawannya di tempat tersebut, saat mereka dengar teriakan seorang polisi yang berpakaian lengkap dengan senjata api menyoraki, tangkap semuanya jangan biarkan kabur, ujangnya, yang meniru suara seorang polisi pendamping Satpol PP sehingga semua orang beralian, ada yang tasnya ketinggalan dan juga keretanya saling ketabarakan saat berlarian dengan keadaan panik.
"Di Cafee tersebut tidak ada yang namanya minuman keras dan kondom, jika ada itu pembohongan publik"ungkapnya.
Sedangkan Pemilik Pondok KBR Rizaldi saat ditemui reporter acehtraffic.com mengatakan bahwa di tempatnya tidak ada perbuatan yang melanggar syariat isdi karenakan tempat dia terbuka dan bukanlah lokalisasi yang mengadakan kamar untuk sewaan, dan Rizaldi sangat menyayangkan tindakan para petugas Satpol PP yang datang seperti menganggap tempat saya seperti ada teroris dan langsung menyorak dengan suara besar menyuruh warga tuk berlari dan akan menangkap mereka semua.
"saya tidak terima tempat saya di obrak abrik oleh Petugas Satpol PP yang begitu anarkis dan menjadikan pengunjung panik hingga berlari kocar-kacir bahkan ada yang takut tidak pulang kerumah, ungkapnya.
"Saya mempertanyakan tentang etika Satpol PP itu dimana"tanyanya
Terkait razia yang di lakukan oleh Satpol PP malam tersebut Rizaldi mengatakan dirinya mendukung penegakan syariat islam di Aceh, namun atas razia tersebut yang di lakukan kemarin malam yang saya kecewakan kenapa mesti tempat usaha saya saja yang di lakukan razia serta sangat menyesalkan tindakan arogan serta aksi over akting petugas Satpol PP yang menendang meja di dapur serta meneriakan tangkap, yang membuat pengunjung panik sehingga tidak sedikit yang cedera serta luka-luka, tambahnya.
Sedangkan Kepala Satpol PP Lhokseumawe Irsyadi belum bisa di konfirmasi | AT | TM |
"Di Cafee tersebut tidak ada yang namanya minuman keras dan kondom, jika ada itu pembohongan publik"ungkapnya.
Sedangkan Pemilik Pondok KBR Rizaldi saat ditemui reporter acehtraffic.com mengatakan bahwa di tempatnya tidak ada perbuatan yang melanggar syariat isdi karenakan tempat dia terbuka dan bukanlah lokalisasi yang mengadakan kamar untuk sewaan, dan Rizaldi sangat menyayangkan tindakan para petugas Satpol PP yang datang seperti menganggap tempat saya seperti ada teroris dan langsung menyorak dengan suara besar menyuruh warga tuk berlari dan akan menangkap mereka semua.
"saya tidak terima tempat saya di obrak abrik oleh Petugas Satpol PP yang begitu anarkis dan menjadikan pengunjung panik hingga berlari kocar-kacir bahkan ada yang takut tidak pulang kerumah, ungkapnya.
"Saya mempertanyakan tentang etika Satpol PP itu dimana"tanyanya
Terkait razia yang di lakukan oleh Satpol PP malam tersebut Rizaldi mengatakan dirinya mendukung penegakan syariat islam di Aceh, namun atas razia tersebut yang di lakukan kemarin malam yang saya kecewakan kenapa mesti tempat usaha saya saja yang di lakukan razia serta sangat menyesalkan tindakan arogan serta aksi over akting petugas Satpol PP yang menendang meja di dapur serta meneriakan tangkap, yang membuat pengunjung panik sehingga tidak sedikit yang cedera serta luka-luka, tambahnya.
Sedangkan Kepala Satpol PP Lhokseumawe Irsyadi belum bisa di konfirmasi | AT | TM |
