News Update :

'Banyak aliran sesat di Aceh, organisasi sosial harus diwaspadai'

Sabtu, 31 Januari 2015

acehtraffic.com - Akhir-akhir ini aksi pemurtadan dan aksi pendangkalan aqidah semakin marak yang terjadi di Aceh. Bahkan modusnya pun sudah mulai masuk melalui organisasi sosial seperti Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Aceh yang digerebek oleh warga awal tahun 2015 lalu.

Berkaca pada pengalaman ini, Wali kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal meminta kepada warga Kota Banda Aceh untuk mewaspadai organisasi-organisasi yang baru muncul, terutama organisasi yang bergerak di bidang kegiatan sosial masyarakat. Bahkan Illiza sempat mengutip ucapan Ali Bin Abi Thalib bahwa sebuah kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir.

"Ini harus menjadi renungan kita semua, saat ini tengah gencar-gencarnya upaya pemurtadan yang menyerang Banda Aceh. Muncul Gafatar dan juga pasangan suami istri penyebar buku misionaris. Ini sangat bahaya dan harus dilawan secara bersama-sama karena mereka sangat terorganisir," kata Illiza, Jumat (30/1) di Banda Aceh.

Untuk itu, Illiza meminta kepada seluruh masyarakat kota Banda Aceh agar mewaspadai keberadaan organisasi yang bergerak di bidang kegiatan sosial. Hal ini lantaran aksi pemurtadan dan aksi pendangkalan aqidah kerap dilakukan melalui kegiatan sosial yang berkedok untuk melancarkan misi-misi mereka.

"Dan hal ini telah terbukti, Gafatar yang berkedok bergerak di bidang sosial kemasyarakatan ternyata menjalankan misi Millah Abraham dan telah difatwakan oleh MPU sesat. Kita harus waspada degan organisasi seperti ini," pintanya.

Sebelumnya, pada tanggal 7 Januari 2015 Banda Aceh dikejutkan adanya terjadi penggerebekan sebuah organisasi bernama Gafatar di desa Lamgapang, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar yang dilakukan oleh warga setempat. Warga pun mengamankan sejumlah alat bukti dan menemukan dokumen yang menjurus pendangkalan aqidah dengan menyebarkan misi Milah Abraham yang telah dinyatakan sesat oleh ulama.

Kemudian Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengeluarkan fatwa pada Kamis (22/1) bahwa organisasi Gafatar Aceh sesat. Baik perbuatannya, pemikiran, keyakinan, pemahaman adalah sesat menyesatkan. Dikeluarkan fatwa ini setelah dilakukan paripurna MPU Aceh selama dua hari sejak tanggal 21-22 Januari 2015.

Sedangkan pengurus anggota Gafatar sebanyak 6 orang dari 10 orang yang diamankan pihak kepolisian saat warga menggerebek kantor Gafatar masih ditahan oleh pihak Polresta Banda Aceh. Penahanan ini dilakukan untuk pengusutan lebih lanjut.

Illiza sendiri juga sudah pernah meminta kepada pihak terkait, terutama pemerintah Aceh untuk memberikan pembinaan kepada mereka. Pembinaan yang harus dilakukan agar mereka bisa kembali pada jalan agama Islam yang benar sesuai dengan Alquran dan Hadist Nabi Muhammad SAW.| Merdeka.com |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016