Jakarta | acehtraffic.com - Launching buku ‘Dari Rimba Aceh Ke Stockholm”
karya Dr. Husaini M. Hasan, Sp. OG (Eks Skeretaris Negara Aceh) yang diadakan di
Hotel Borobudur Kamis 29 Januari lalu dihadiri lebih dari 700 orang.
“Kami tidak
menyangka launching buku Dr. Husaini inimampu mencuri perhatian lebih dari 700
undangan”, ungkap Buchari selaku CEO Batavia Publishing.
“Padahal
undangan yang kami sebarkan hanya kepada 400 orang saja, namun tentu saja kami
tidak dapat membendung para simpatisan yang ingin menghadiri acara ini”
sambungnya lagi.
Launching buku
Dari Rimba Aceh Ke Stockholm mampu menarik simpati dari berbagai kalangan,
mulai dari kementerian, DPR/DPD RI, Duta besar dari negara sahabat, para tokoh
adat, OKM,OKP, Akademisi, dan berbagai tokoh masyarakat dan mahasiswa dari
seluruh Universitas di Jakarta dan Aceh.
Acara ini
dimulai pada pukul 19.30 WIB, acara inti diawali dengan kata sambutan dari CEO
Batavia Publishing sekaligus penyerahan Moc-Up Buku “Dari Rimba Aceh Ke
Stockholm” oleh CEO Batavia Publishing Buchari Hy, SH, M.I.P kepada Dr. Husaini
M. Hasan Sp.OG selaku penulis.
Dalam pidatonya
Abu Husaini [sapaan Dr.Husaini] memaparkan ide beliau merilis buku ini; pertama,
untuk meluruskan sejarah perjuangan Aceh Merdeka yang telah diputarbalikkan
oleh teman-teman seperjuangannya yang tidak bertanggung jawab demi kekuasaan
dan pundi-pundi pribadi. Kedua, menghapus fitnah atas penulis dan
beberapa teman-teman yang setia dalam perjuangan dari beberapa teman seperjuangan
yang telah mengingkari perjuangan rakyat Aceh semasa perjuangan dulu. Ketiga,
mengingatkan kembali kepada semua masyarakat bahwa Aceh ialah milik semua
masyarakat Aceh yang diwariskan oleh indatu yang diperjuangkan darah dan nyawa
mereka untuk tujuan mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bangsa Aceh. keempat,
mengingatkan bahwa perjuangan Aceh Merdeka (AM) adalah perjuangan seluruh
masyarakat Aceh yang terlihat secara langsung atau tidak langsung. Perjuangan
ini pada dasarnya dari rakyat Aceh dan untuk perjuangan rakyat Aceh. Kelima, untuk membangun Aceh, harus
melakukan rekonsiliasi sesama aceh yang berkonflik, jika tidak dilakukan maka
sulit sekali Aceh akan berkembang dan sejahtera.
Acara semakin
menarik ketika undangan yang hadir diajak menonton bersama kilas balik
perjalanan hidup Dr. Husaini, dilanjutkan dengan Mars Hudep Meurdeka dan Puisi
Namamu Aceh yang merupakan karya beliau sendiri. Acara inti dikemas dengan
hadirnya beberapa orang tokoh seperti Prof. DR. Nazaruddin Syamsuddin, Prof.
DR. Anhar Gonggong, DR. TB. Massa Djafar, Drs. Tgk. H.Ghazali Abbas Adan
(Anggota DPD RI asal Aceh), DR. Otto Abdullah (Komisionaris KOMNAS HAM), dan Tengku
Khalidin Daud selaku eks-GAM angkatan 76.
Di akhir acara,
penyerahan hibah buku untuk beberapa pustaka, Pustaka Universita Indonesia, Universitas
Syiah Kuala, UNAS, UIN Ar-Raniry, FLP Ciputat, MPU Aceh, Perpustakaan Daerah Aceh,
PP-TIM Jakarta serta Komnas HAM. Acara ini ditutup dengan book signingdan konferensi pers.| AT | BTM | Rillis |

