acehtraffic.com - Perdana Menteri Inggris David
Cameron dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengecam pembunuhan
warga Inggris, Alan Henning, oleh kelompok milisi Negara Islam atau
ISIS.
Cameron mengatakan Inggris akan melakukan segenap upaya untuk memburu para pembunuh.
“Alan
pergi ke Suriah untuk membantu menyalurkan bantuan kepada orang-orang
dari semua agama di saat mereka benar-benar memerlukan. Fakta bahwa dia
dijadikan tawanan ketika dia mencoba membantu sesama dan kini dibunuh
menunjukkan tiada batas keberingasan dari teroris-teroris ISIS,” kata
Cameron.
Henning, yang sejatinya berprofesi sebagai pengemudi
taksi dari Kota Salford, tengah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke
Suriah tatkala ia diculik dan disandera ISIS, Desember tahun lalu.
Dalam
peristiwa-peristiwa sebelumnya, ISIS telah memenggal dua wartawan
Amerika, James Foley dan Steven Sotloff, serta pekerja kemanusiaan
Inggris David Haines.
Atas kejadian pembunuhan terbaru itu, Presiden AS Barack Obama mengecam ISIS.
“Bersama
Inggris yang merupakan sekutu dan sahabat kami, kami akan berupaya
membawa pelaku pembunuhan Alan, begitu pula pembunuh
Jim Foley,
Steven Sotloff, dan
David Haines, ke pengadian. Kami akan melanjutkan mengambil langkah tegas untuk merusak dan ujungnya menghancurkan ISIS,” kata Obama.
Video yang diluncurkan Jumat malam itu belum terverifikasi, namun menunjukkan
Henning yang dipaksa berlutut di pinggir militan berbaju hitam, dengan latar gurun pasir.
Klip
video itu berakhir dengan ancaman seorang anggota ISIS kepada seorang
sandera lain yang diidentifikasi sebagai Peter Kassig. | BBC |

