News Update :

Ini Klarifikasi ASNLF Terhadap Penangkapan Abu Sumatera

Sabtu, 13 September 2014

Klarifikasi perkara penangkapan Abu Sumatra Sehubungan dengan penangkapan Abu Sumatra pada tanggal 6 September 2014 dan pemberitaan terkait hal tersebut dalam berbagai media massa, kami ingin memberikan klarifikasi sebagai berikut.  (BACA ABU SUMATERA DITANGKAP, DISANGKA TERLIBAT 11 KASUS)

Dalam pemberitaan media-media tersebut telah terjadi kejanggalan-kejanggalan yang sangat merugikan pribadi Abu Sumatra. Sebagian besar informasi tersebut sangat berbau fitnah yang sengaja diskenariokan untuk membentuk opini publik sehingga dengan sendirinya image pribadi Abu Sumatera dan sekaligus organisasi front pembebasan nasional ASNLF (Acheh-Sumatra National Liberation Front) menjadi tercoreng. 

Setelah menunggu kabar akurat dari keluarga Abu Sumatra dan penelusuran langsung dari berbagai sumber lainnya, maka melalui siaran ini kami dapat menyampaikan, bahwa tuduhan-tuduhan yang ditujukan kepada Abu Sumatra seperti pemerasan terhadap kepala sekolah SMK Negeri 6 Lhokseumawe, percobaan membakar rumah salah seorang anggota DPRK setempat dan lain-lain lagi, sama sekali tidak benar dan jelas sebagai fitnah serta rekayasa belaka untuk mendiskreditkan perjuangan kemerdekaan Aceh sebagaimana diyakini oleh Abu Sumatra. 

Manakala aksi penurunan bendera merah putih dan penaikan bendera Bulan Bintang pertengahan tahun ini memang diakui oleh korban, dan ini merupakan hak legal bangsa Aceh dalam mempertahankan kedaulatan Negara Aceh, imbuhnya. 

Sebagaimana diketahui, kedua kaki Abu Sumatra sudah lebih dahulu ditembak dalam proses penangkapan sewenang-wenang itu. Pada hal korban tidak memiliki senjata, tidak melawan dan tidak pula dalam usaha melarikan diri. 

Penemuan pistol mainan oleh aparat merupakan justifikasi akal-akalan atas penembakan tersebut. Menurut sumber-sumber terpercaya, dalam proses interograsi, Abu Sumatra mengalami penyiksaan, penekanan dan ancaman oleh aparat penyidik, agar mengakui semua tuduhan dan fitnah tersebut. 

Adapun pasal-pasal yang dituduhkan terhadap Abu Sumatra, tidak logis dan hanya rekayasa pihak aparat penjajah untuk mengkriminalisasi aksi-aksi yang sebenarnya bermotif politik. Seperti lazim terjadi, pihak keamanan selalu mengkaitkan aktivitas yang bernuansa politik dengan narkoba atau bisnis-bisnis haram lainnya.

Tentu saja masih segar dalam ingatan kita pembunuhan yang bermotif politik terhadap Hanafiah Ahmad warga Norwegia, Saiful Cagee tahun 2011 dan Cek Gu tahun 2013, ketiga-tiganya juga dikaitkan dengan bisnis narkoba dan hutang piutang, walaupun terbukti nyata bahwa latar belakang kejadian-kejadian itu bermotif politik. 

Kami sangat menyayangkan, seringkali pemberitaan media massa berdasarkan sumber sepihak, sehingga terjadi ketidak-seimbangan berita, yang dapat berakibat memvonis langsung korban. Apalagi dalam kasus-kasus yang bermotif politik seperti ini, dimana akses terhadap korban sangat terbatas. 

Selain itu, kami sangat mengkhawatirkan keadaan Abu Sumatra dalam tahanan aparat penjajah, yang sering kali melakukan cara-cara yang melanggar Hak-hak Azasi Manusia untuk mendapatkan informasi dari korban dan memanipulasi hasil penyidikan untuk kepentingan pihak penjajah. Selanjutnya,kami akan terus mengikuti perkembangan perkara ini setiap saat. 

Tertanda 

Teuku Agam Koordinator ASNLF di Aceh
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016