
Aceh Utara | acehtraffic.com – Seperti pemberitaan sebelumnya Hasyim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo Subianto yang juga pengusaha nasional, menyokong dana 13 juta dolar atau 130 Milyar untuk pembangunan kilang padi modern di Kecamatan Seunuddon Aceh Utara. Rabu, 26 September 2012. (Baca : Adik Kandung Prabowo Suntik Dana 130 M)
Namun Rencana Hashim Soemitro Djojohadikusumo tersebut Berpindah lokasi yang dari awalnya rencana membangun kilang padi modern tersebut di Mane kawan, Kec. Seunuddon, yang akhiernya berpindah Ke Kecamatan Baktiy.
Menurut Informasi yang di kutip dari acehbaru.com, Rencana kilang padi tersebut akan berpindah ke Paya Cicem, Kec. Baktiya kabupaten setempat, Senin 5 Mei 2014. kilang padi dipindahkan ke Paya Cicem karena dikhawatirkan akan terjadi polusi di lingkungan warga Mane Kawan, sedangkan di Paya Cicem lokasi diklaim strategis, lahannya berjauhan dengan pemukiman warga.
Camat Seunuddon, Fatwa Maulana ketika dikonfirmasi acehbaru.com di ruang kerjanya menyebutkan, dirinya tidak mengetahui pasti duduk permasalahan tentang investasi adik prabowo terbut.
“Saya tidak berani berbicara banyak tentang masalah ini. Namun dari informasi yang saya dapat memang benar investasi adik prabowo di Mane Kawan dipindahkan ke tempat lain, tapi jangan tanya ke mana,” kata Fatwa.
Fatwa juga membantah bahwa bukan kilang padi yang akan dibangun di Mane Kawan, melainkan gudang beras, “kalau dibilang dipindahkan karena polusi itu tidak mungkin, karena gudang beras, kan tidak ada pengsapan,” tuturnya.
Dia menambahkan, investasi yang mencapai triliunan tersebut dibatalkan di Mane Kawan karena terdapat pemakaman yang tidak mungkin digusur.
Sementara itu, Kadis Pertanian, Tanaman Pangan dan Peternakan Aceh Utara Mukhtaruddin melalui Kasubbag Humas Rai mengatakan, pihaknya mengaku memang mengetahui tentang rencana investasi Hashim tersebut di Seunuddon, namun Rai mengaku tidak ada kerjasama atau koordinasi dengan pihaknya.
Seperti diketahui, Hashim Soemitro Djojohadikusumo berjanji akan melakukan investasi senilai Rp.1,3 triliun di Aceh dengan membawa bendera PT. Arsari Pratama Group, yaitu di Aceh Utara dan Aceh Barat saat penandatangan MoU di depan Wakil Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf di Gampong Mane Kawan, Kec. Seunuddon, Aceh Utara pada 26 September 2012 lalu. AT | TM | acehbaru.com |
Camat Seunuddon, Fatwa Maulana ketika dikonfirmasi acehbaru.com di ruang kerjanya menyebutkan, dirinya tidak mengetahui pasti duduk permasalahan tentang investasi adik prabowo terbut.
“Saya tidak berani berbicara banyak tentang masalah ini. Namun dari informasi yang saya dapat memang benar investasi adik prabowo di Mane Kawan dipindahkan ke tempat lain, tapi jangan tanya ke mana,” kata Fatwa.
Fatwa juga membantah bahwa bukan kilang padi yang akan dibangun di Mane Kawan, melainkan gudang beras, “kalau dibilang dipindahkan karena polusi itu tidak mungkin, karena gudang beras, kan tidak ada pengsapan,” tuturnya.
Dia menambahkan, investasi yang mencapai triliunan tersebut dibatalkan di Mane Kawan karena terdapat pemakaman yang tidak mungkin digusur.
Sementara itu, Kadis Pertanian, Tanaman Pangan dan Peternakan Aceh Utara Mukhtaruddin melalui Kasubbag Humas Rai mengatakan, pihaknya mengaku memang mengetahui tentang rencana investasi Hashim tersebut di Seunuddon, namun Rai mengaku tidak ada kerjasama atau koordinasi dengan pihaknya.
Seperti diketahui, Hashim Soemitro Djojohadikusumo berjanji akan melakukan investasi senilai Rp.1,3 triliun di Aceh dengan membawa bendera PT. Arsari Pratama Group, yaitu di Aceh Utara dan Aceh Barat saat penandatangan MoU di depan Wakil Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf di Gampong Mane Kawan, Kec. Seunuddon, Aceh Utara pada 26 September 2012 lalu. AT | TM | acehbaru.com |
