
Aceh Timur | acehtraffic.com- Aksi seumeupoh jelang pilkada 2014 ternyata kon saja keunong kader Partai Nasional Aceh (PNA) Namun kader Partai pimpinan Hatta Rajasa yang juga kabinet dalam pemerintahn SBY juga berani dipoh.
Disalen bak halaman Serambi, Kali ini
menimpa Muliadi alias Radja, caleg DPRA dari Partai Amanat Nasional
(PAN) Dapil 6 Aceh Timur. Korban dikeroyok sekelompok pemuda berjumlah
20 orang hingga harus dirawat di RSUD Idi.
Aksi pengeroyokan itu
terjadi di Dusun Teupin Kule, Desa Sineubok Rambong, Idi Rayeuk, Aceh
Timur atau di kampung korban sendiri. Kejadiannya sekitar pukul 12.02
WIB, Jumat 28 Maret 2014
Menurut informasi dihimpun Serambi dari
berbagai sumber, Radja diduga dikeroyok oleh kelompok yang sebelumnya
adalah kawan seperjuangannya, namun kini mereka berbeda partai. Kasus
pengeroyokan itu sudah dilaporkan oleh pihak korban ke Polsek Idi
Rayeuk.
Sejumlah sumber mengatakan, kejadian itu dipicu soal
penempatan bendera. Malam itu Radja sedang duduk di depan warung milik
Adi bersama dua temannya. Tiba-tiba datang lima unit mobil dari arah
Simpang Desa Seuneubok Rambong dengan jumlah 20 orang. Rombongan
tersebut langsung turun dari mobil dan menyerang korban. Setelah
menganiaya, kelima mobil tersebut meluncur ke arah Desa Teupin Nyareng,
Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.
Akibat penganiayaan tersebut,
korban mengalami luka di bagian wajah yaitu robek pada alis sebelah kiri
dan kepala bagian depan sebelah kanan.
Kapolres Aceh Timur, AKBP
Muhajir Sik mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dan sudah
meminta keterangan dari korban. “Kasus itu sedang kita tangani,” kata
Kapolres Aceh Timur menjawab Serambi.
Terhadap kasus pengeroyokan
itu, DPW PAN Aceh mengeluarkan pernyataan mengecam dan meminta polisi
mengusut tuntas kasus tersebut.
“Polisi harus mengusut tuntas agar
kasus seperti ini tidak terulang,” kata Sekretaris Umum DPW PAN Aceh,
Tarmidinsyah Abubakar kepada Serambi usai membezuk korban di RSUD Idi,
Jumat (28/3).
Menurut laporan yang diterima Tarmidinsyah, pelaku
pengeroyokan adalah para kader PA-notabene mantan kombatan GAM, teman
seperjuangan korban. “Keterlaluan, padahal kita juga membantu PA saat
pilkada lalu,” kata Edo. | AT | Sumber Serambi | foto Fb Asrizal H Asnawi|
