News Update :

Janji Kampanye PA Di Sabang, ‘Mameh Lage Meulisan Bak Jok Gunong Geureudong’

Minggu, 30 Maret 2014



Bek tahee ! Seorang warga membaca sebuah laporan surat kabar terbesar terbitan Aceh, pu laen kalau bukan Serambi Indonesia. Warga terlihat sangat menghayati bait perbait rangkaian tulisan disana, ternyata sedang dikupas tentang janji para Caleg Partai terbesar di Aceh yaitu Partai Aceh. 


Dalam laporan Koran Serambi, kampanye tersebut berlangsung Kamis 27 Maret 2014 sore. Bertempat di arena Sabang Fear. Dalam kampanye tersebut silih beganti jagian orasi ditunjukkan partai Aceh. Janji-janji yang ditebarkan tidak tanggung-tanggung, suasana angin laut Sabang Fear membawa jiwa massa melayang-melayang. Se-akan massa akan menemui babak baru dalam kehidupannya. Dimana listrik gratis, dan Sabang bakal jadi seperti Singapura? 


Indah dan mameh bukan? 


Disalin dari laman Serambi Kampanye diawali orasi yang disampaikan caleg DPRA PA Dapil  1, Kamaruzzaman dan dilanjutkan dengan Ketua DPW PA Sabang, Nazaruddin alias Tgk Agam. Dalam orasinya kedua jurkam menjanjikan program yang gethat mameh (cukup manis) dan menyenangkan, bayangkan warga Sabang akan digratiskan listrik bila Partai aceh mendapatkan 10 Kursi di DPRK Kota Pulau itu. 


Tidak cukup dengan listrik gratis, Zakaria Saman (Tuha Peut PA Pusat) dalam orasinya yang berlangsung sekitar 20 menit, kembali menaburkan ‘manisanmeulisan mameh lage dari bak jok Gunong Gereudong)” dia berjanji  memajukan Kota Sabang seperti Singapura dan Batam, jika Partai Aceh  unggul dalam Pemilu 2014. 


Apa Karia tidak tanggung jika Partai Aceh meunang 2014, Kota Sabang akan maju Laut-laut di Pulau Weh ini akan bertabur kapal-kapal besar yang datang dari mancanegara,” katanya. 


Nah, jika taburan manisan (Meulisan dari Bak Jok gunung Gereudong) atau janji gratis listrik dan Sabang bakal seperti Singapura melekat manis di benak masyarakat maka Partai Aceh tidak saja 10 akan mendapatkan kursi untuk DPRK Sabang. 


Namun jika masyarakat mengingat taburan Meulisan pada pilkada lalu, dimana pasangan Zaini –Muzakkir yang saat ini berkuasa di Aceh, saat itu berjanji lebih manis seakan manisnya seperti Meulisan dari Bak Jok Gunong Goh  hingga masssa  melayang-melayang masyarakat yang mendengarnya, apa janji pasangan ini? 


Jika Zaini Muzakkir Menang pilkada 2012 katanya akan di alokasikan dana 1 juta perk bagi penduduk Aceh, namun hingga saat ini 1 Juta per-kk tidak pernah terjadi, kemudian seluruh yang akil balik akan dinaikkan haji dengan kapal pesiar, juga tidak terjadi. 


Kemudian berlanjut, Meulisan meruwah ke badan tenaga honorer, katanya akan diangkat semua, namun juga tidak terjadi, yang terjadi hanyalah tes CPNS program NKRI, namun itupun di duga penuh manipulasi. 


Begitu juga soal Sabang bakal menjadi Singapura, sebenarnya janji ini sudah terlambat, Usman Abdullah atau Toke Seu um, walikota Langsa saat kampanye pilkada tahun 2012 berjanji jika ia terpilih akan membuat Kota Langsa seperti Singapura, namun faktanya? 


Kota Langsa saat ini penuh dengan jalan berlubang, bahkan pada sebuah jembatan sekitar 700 meter arah timur Polres Langsa, tersedia lubang, bila pengendera sepeda motor jatuh kedalamnya, dikhawatirkan bakal punah, atau setengahnya. 


Kemudian pembukaan pelayaran Feri Langsa Penang, hanya berjalan beberapa kali, dan jelang pemilu kembali di buka, namun sayang pelayaran perdana News edition jelang pemilu Kapal Ferry tersangkut di Selat Malaka karena macet mesin, dan terpaksa dideret kembali ke Kuala Langsa. 


Beberapa masyarakat yang sedang ngopi di warung Champ –Champ depan SPBU harapan sempat berdiskusi soal janji Toke Seu um saat kampanye 2012 silam yang akan menjadiakn  kota Langsa seperti Singapure, dan peserta diskusi itu tidak menafikan dengan janji Walikota Langsa yang saat ini menjabat itu, cuma peserta diskusi itu ber asumsi mungkin, toke Seum bermaksud mengatakan akan membuat Kota Langsa seperti Singapura pada tahun 11-12 lampau. [] 


Tulisan ini ditulis oleh penduduk Aceh berstatus Bangsa Aceh dari nenek sampai Indatu.
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016