Lhokseumawe | acehtraffic.com- Seorang anggota Partai Nasional Aceh bernama Jufrizal (20) kembali terkena kekerasan. Sedang bekerja memasang bendera PNA, sekelompok pemuda datang memukulinya, saking parahnya penganiayaan hingga dia jatuh pinsan. Jumat 31 Januari 2014
Insiden tersebut terjadi, Selasa 29 Januari 2014 sekitar pukul 19.00 WIB. Akibat pemukulan harus dirawat di sebuah rumah sakit di Kota
Lhokseumawe.
Kepada Koran Serambi, Wakil Ketua VI DPP PNA,
Tgk Amni bin Ahmad Marzuki, menceritakan,
saat kadernya sedang memasang bendera, datang seorang pria yang melarang
korban memasang bendera PNA
di kawasan eresebut. Hingga terjadi cek-cok mulut yang berujung
pemukulan terhadap kadernya.
“Saat pemukulan itu, kawan pelaku sekitar
tiga atau empat orang kembali datang dan ikut mengeroyok kader kami,
hingga kader kami pingsan serta mengamali bengkak di sejumlah tubuhnya,”
jelasnya.
Selanjutnya, saat para pelaku pergi, sebut Amni,
pihaknya pun langsung membawa korban ke sebuah rumah sakit. Dan
berdasarkan saran medis, dia pun harus diopname.
“Meskipun harus diopname, namun kondisinya tidak sampai membahayakan nyawanya. Dan perkara ini pun secara resmi telah kami laporkan ke Polres Lhokseumawe,” tegasnya.
“Meskipun harus diopname, namun kondisinya tidak sampai membahayakan nyawanya. Dan perkara ini pun secara resmi telah kami laporkan ke Polres Lhokseumawe,” tegasnya.
Menurut Tgk Amni, ini merupakan kejadian penganiayan
kesekian kalinya yang dialami kadernya. Pihaknya mengharapkan agar pihak
kepolisian bisa segera menangkap pelakunya. “Jika tidak, maka bukan
tidak mungkin ke depan hal-hal serupa akan terus terulang,” katanya.
Sementara
itu, Kapolres Lhokseumawe AKBP Joko Surachmanto, melalui Kasat Reskrim
AKP Dian Indra Prabudi membenarkan sudah ada laporan resmi ke pihaknya
terkait dugaan penganiayan tersebut.
Pihaknya pun telah memintai
keterangan sejumlah saksi. “Bahkan usai dibuat pelaporan dan pemeriksaan
awal terhadap saksi, kami pun langsung berupaya memburu para pelaku,”
demikian AKP Dian | AT | R|

