News Update :

Kala 'Gangster' di Aceh Kembali Membunuh Jelang Pileg 9 April 2014

Kamis, 06 Februari 2014

Lhokseumawe | acehtraffic.com - Setelah beraksi secara ekstream pada Pilkada 2012 lalu, hingga menewaskan beberapa anak manusia dari Pulau Jawa yang mencari rezeki sesuap nasi di Aceh dan beberapa orang lokal, kini gangster di Aceh kembali beraksi menjelang pesta demokrasi penghantar wakil rakyat menuju "kursi empuk" di Parlemen.

Jika pada tahun 2012 saat Pilkada pemilihan Gubernur, Bupati, Walikota dan wakilnya, target mereka adalah calon yang melaju melalui jalur independen (perorangan, non partai) dan bekas GAM yang diklaim "penghianat", kini juga demikian, target para gangster yang tidak mengerti hukum tersebut adalah orang yang dianggap musuh bebunyutan mereka yang tergabung dalam Partai Nasional Aceh (PNA).

Karena penegakan hukum pun belum mampu memberi efek jera terhadap pelaku, akibatnya Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Nasional Aceh Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, M Juwaini almarhum setelah dikeroyok sekelompok orang di Pos Kambling Buloh Blang Ara Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara. Kamis dinihari, 6 Februari 2014, sekitar pukul 01.00 WIB.

Seperti yang dilansir Tempo, Juwaini berangkat dari rumahnya di Gampoeng Ceumeucet, Kecamatan Kuta Makmur, untuk membeli kopi ke kedai Buloh Blang Ara. Menunggu kopi disajikan, Juwaini nongkrong di sebuah pos jaga.

Tiba-tiba datang sejumlah orang yang menuduh Juwaini telah menurunkan bendera Partai Aceh. Saat itulah, dua pelaku datang dan menanyakan kepada korban apakah dia menurunkan bendera Partai Aceh. "Belum sempat dijawab, korban dikeroyok dan digebuki oleh dua orang,” kata Kepala Kepolisian Resort Lhokseumawe AKBP Joko Suracamanto seperti yang dilansir acehkita.com, Kamis 6 Februari 2014,  pagi.

Juwaini yang sudah babak belur dilarikan warga ke RSU Cut Meutia, Lhokseumawe, dalam perjalanan, Juwaini sudah menghembus nafas terakhirnya.

Menurut kronologis yang berhasil dihimpun, Ketua Pimpinan Kecamatan Partai Nasional Aceh, tewas setelah dipukul lelaki yang dikenal. 

kejadian tersebut terjadi pukul 01:30 dinihari, Juwaini datang dari rumah di Gampong Ceumeucet untuk minum kopi ke warung didesa Lam Kuta. Setelah lama disana jelang dinihari bersama kawannya ia berangkat pulang. Namun sepeda motor  yang dikenderainya macet dan tidak bisa hidup, ia bersama kawannya coba menghidupi.

Tiba lewat dua lelaki dengan sebuah sepeda motor RX King yang diketahui anggota salah satu Partai Lokal, pengendara RX King berhenti “Hai Awak PNA berhenti dulu” Juwaini yang lagi serius menghidupkan sepeda motornya tidak mendengarkan teguran itu.

Kemudian salah satu pengendara RX king langsung menghampiri korban, sementara satunya lagi duduk diatas kenderaan. Ketika itu terlibat adu mulut antara Juwaini dan lelaki tersebut, tidak lama adu mulut pemukulan terjadi.

Setelah beberapa saat duel itu berlangsung, seorang kawan korban menghubungi ketua Partai Nasional Aceh (PNA) Aceh Utara. Sementara lelaki yang mengendarai RX King langsung pergi.

Korban yang kala itu terlihat masih kuat dan sehat dibawa kekantor PNA yang berlokasi di Cunda Lhokseumawe, tidak lama disana Juwaini terjatuh dan kemudian dilarikan kerumah Sakit PMI untuk mendapatkan  perawatan, ternyata Juwaini telah menghembuskan nafas terakhir.

Kemudian DPW PNA Aceh Utara melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, atas permintaan polisi kemudian korban dibawa ke RSUD Cut Meutia Lhokseumawe untuk keperluan Visum. Kemudian dipulangkan ke rumah duka di Desa Ceumeucet kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara, Korban keganasan gangster yang memiliki dua istri dan 7 anak itu, tadi siang telah di kebumikan dikediamannya. 

Pada kasus ini Juru bicara Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasional Aceh, Munawar Liza sangat berduka atas musibah yang menimpa Juwaini yang merupakan kader terbaiknya. Menurut Munawar, pembunuhan terhadap Juwaini dilakukan secara sistematis dan terkomando. Dia menduga ada penanggung jawab di balik kejadian itu. Sebab, peristiwa serupa sudah berulang kali terjadi menimpa kader Partai Nasional Aceh.

Munawar mendesak kepolisian tidak hanya mengusut pelakunya, tapi juga pimpinan kelompok pelaku, yang dicurigai merupakan pimpinan salah satu partai di Aceh. “Polisi jangan takut untuk mengusut karena mereka sedang berkuasa. Hukum harus ditegakkan demi terjaganya perdamaian di Aceh,” katanya kepada Tempo, Kamis, 6 Februari 2014.
Menjelang kampanye Pilkada tahun 2012, lalu, Almarhum M Juwaini (48) juga sempat dikeroyok oleh sekelompok orang didepan kantor PA di Cot Seutui Kemukiman Beureughang, Sabtu, 31 Maret 2012, lalu, sekitar pukul 19.15.00 WIB. Almarhum tersebut dikeroyok gangster akibat menjadi tim sukses mantan anggota GAM Misbahul Munir alias Rahul yang mencalonkan diri menjadi Bupati Aceh Utara dalam Pilkada 2012 lalu, melalu jalur independen yang sangat ditentang oleh Partai Aceh.

Sejak konflik pembunuhan, intimidasi, teror sudah sering terdengar. Hingga masa perdamaian juga demikian meski menurun, namun menjelang pemilu tahun 2006 intimidasi dan teror kembali terjadi, hingga pemilu tahun 2009, begitu juga menjelang Pilkada 2012, ada yang diintimidasi, diteror bahkan dibunuh jelang pesta demokrasi. | AT | IS |

Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016