
Aceh Utara | acehtraffic.com - Aktivitas penambangan galian C disepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Dususn Krueng Tuan Gampong Alue Dua Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, kian marak. Bahan material tersebut digunakan untuk pembangunan.

Penambangan bahan material galian C tersebut dikatakan tidak memiliki izin, apalagi AMDALnya itu dilakukan oleh beberapa perusahaan seperti PT Abad Jaya di Krueng Geukueh, Aceh Utara dan PT Krueng Meuh yang beralamat di Matang Kabupaten Bireuen.
Kedua perusahaan tersebut mengambil bahan material menggunakan alat berat jenis becho yang diangkut dengan mobil jenis dumtruk. Jalan masuk kelokasi penambangan bahan material galian C ini kelihatan sangat becek, betapa tidak air dan lumpur bekas lalu lalang mobil bermuatan berat tergenang membuat petani yang membawa hasil kebunnya harus ekstra hati-hati agar tidak cok aki ulanget (jatuh).
Disamping itu, bahan material disepenjang sungai tersebut juga diambil oleh beberapa kontraktor mini untuk pembangunan rumah dan pengerasan jalan komplek pembangunan rumah translok di Patok 36 dan di Dusun Krueng Tuan Gampoeng Alue Dua Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara.

Akibatnya penambangan bahan material di galian C tersebut, sepanjang DAS Krueng Tuan (Krueng Sale dan krueng lain, nama lain) tidak bisa digunakan, warga mengaku terganggu akibat air sungai yang digunakan untuk keperluan seharu-hari tercemar (keruh).

Gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Sagoe Babah Krueng dan Sagoe Tgk di Lhok Drien (Daerah Sa) Wilayah Pase begitu melihat sungai tersebut mengaku terkejut. "sebelumnya tidak seperti ini, sangat indah" Katanya.

Dia mengatakan daerahnya benar-benar sudah maju pasca perlawanan yang mereka lakukan atas ketidak adilan pemerintah Jakarta. "benar-benar sudah maju daerah pedalaman ini, betapa tidak, dulu jalan saja disini sangat sempit, sekarang sudah lebar, sungai pun ikut lebar, mobil juga kita dapatkan ditengah sungai" Katanya.

Menurut warga yang menonton aktivitas alat berat dilokasi galian C mengatakan tanah lokasi tersebut sebelumnya telah dibeli oleh kedua PT yang tersebut diatas. Amatan acehtraffic.com tebing sungai sangat luas, ditengah sungai juga dibuat kolam yang dikatakan tempat pelihara ikat.

"kolam ditengan sungai itu milik Abad, tanah itu sudah dibeli sama warga sebelumnya, begitu juga dengan tanah yang digali ini, milik Keuchik Ni Krueng Mane, dia menjual bahan material kepada PT Krueng Meuh diangkut ke Matang" Kata warga itu. | AT | IS | Foto: Isbahannur |

