News Update :

Masyarakat Korban Banjir Matang Kuli Mulai Kembali Ke Rumah

Minggu, 20 Oktober 2013

Lhokseumawe | acehtraffic.com - Warga korban banjir di Kecamatan Pirak Timue, Matang Kuli, dan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Sabtu, 19 Oktober 2013 mulai kembali ke rumah masing-masing.  

"Air telah surut, ada warga yang mulai kembali ke rumah untuk membersihkan rumah," Ujar Muhammad Ali (45) tokoh Desa Pante Pirak Kecamatan Pirak Timue, Sabtu 19 Oktober 2013.

Ia menuturkan banjir kali ini adalah yang terparah selama dalam beberapa tahun terakhir, air yang naik secara tiba-tiba pada subuh Jumat itu, menggenangi Gampong hingga 1 meter didalam rumah dan 1,5 di halaman rumah. "Ini beruntung karena tidak ada hujan di pegunungan, jika hujan lagi, mungkin belum surut hari ini," Katanya.


Kepulangan warga disibukkan dengan membersihkan perabotan rumah tangga, lantai, dan lumpur yang bersarang di dinding rumah. Banjir yang terjadi di tiga kecamatan tersebut disebabkan meluapakanya dua Sungai (Kreung) Pirak dan Kreung Peuto.


Junaidi kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara mengatakan berdasarkan hasil pendataan dari tiga kecamatan, sebanyak 74 desa dan 25.000 jiwa terkena dampak dari banjir kiriman tersebut. "Warga sudah mulai kembali, dan bantuan darurat terus kita pasok, karena aktivitas rumah tangga belum bisa di kerjakan sempurna," Kata Junaidi kepada Tempo.


Sementara itu Muntasir Sekretaris Jendral Ikatan mahasiswa dan Pemuda Aceh Serantau (Impas) Jakarta menghimbau kepada pemerintah kabupaten Aceh Utara untuk merespon rencana Pembangunan Gampong Jangka Menengah (RPJM) 2012-2017.
Karena dalam dokumen rencana pembangunan tersebut seluruh warga yang bermukim dilintasan sungai tersebut telah memasukkkan usulan penanggulan banjir dengan cara pembangunan tanggul dan pengerukan sungai. Daerah tersebut rawan bencana, seharusnya pemerintah daerah lebih sigap | AT | R | Sumber TEMPO|



Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016