News Update :

Cakap Ketua Hendak Hancurkan Jaringan Narkoba, Gedung KNPI Direbut TNI

Jumat, 11 Oktober 2013

Aceh Utara | acehtraffic.com - Statemen keras menantang keberadaan jaringan narkoba di Aceh Utara hampir saja membuat ciut nyali pemasok sabu-sabu yang bebas keluar masuk penjara Lhokseumawe. 

Pemuda dibawah naungan Komite Nasional Pemuda Indonesia harus merapatkan barisan untuk melawan dan memainkan peranannya menghancurkan jaringan mafia narkoba yang sedang bermain di Aceh Utara khususnya dan Aceh pada umumnya.

Persoalan krusial dan urgen yang sedang dialami pemuda kita dari serangan mafia narkoba itu menjadi salah satu program utama Anwar Puteh  Ketua KNPI Aceh Utara yang baru terpilih secara aklamasi pada Musda XI KNPI sore tadi di Aula Setdakab Aceh Utara, Kamis 10 Oktober 2013.

“Narkoba musuh besar kita yang harus dimusnahkan dari bumi Aceh, lebih-lebih Aceh adalah daerah bersyariat.Idealnya narkoba haram masuk ke-Aceh.Pemuda harus menjadi sebuah kekuatan pembasmi untuk menghancurkan dan melenyapkan sendi-sendi segala jenis peredaran narkoba,” Kata Anwar Puteh, yang juga Pembantu Dekan III bidang Kemahasiswaan FE Unimal, Usai pelaksanaan Musda XI KNPI Aceh Utara.

Ternyata statemen keras bin menantang tersebut hanya sebagai penyeimbang pernyataan orang tua, Wakil Bupati Aceh Utara, Muhammad Jamil, saat pembukaan musyawarah besar organisasi Wilayah itu. Dia meminta eksitensi pemuda KNPI harus mampu menunjukan eksistensinya untuk menjawab tantangan dari setiap problematika kepemudaan di Aceh Utara.

“Saya mengharapkan agar KNPI mampu menjadi corong solutif bagi setiap problem kepemudaan saat ini,” Kata M Jamil pada peserta Musda yang berasal dari 82 OKP dan 27 peserta dari KNPI Kecamatan. 

Tidak taunya, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang dihuni oleh orang-orang hebat sejak dulu dan kini berkiprah dikampus, harus minggat dan tidak bisa menggunakan kantornya sendiri yang terletak di jalan sebagai tempat Musyawarah Daerah (Musda) ke XI.

Firman Saputra, Direktur Poe Nanggroe Institut mengatakan sangat tragis kondisi terbaru setelah organisasi itu sempat vakum sejak tahun 2009 juga harus menderita karena gedungnya dirampas.

“gedung yang semestinya milik mereka dirampas tanpa pemberitahuan apapun” Kata Firman seperti yang dilansir acehbarucom. Jum’at, 11 Oktober 2013, sore.

Akibat gedung KNPI yang telah dikuasai oleh TNI itu sehingga Musyawarah Besar Daerah (Musda) Ke-XI, harus digelar di Aula Setdakab Aceh Utara, Kamis 10 Oktober 2013, kemarin.

“sangat ironis jika mereka tidak bisa menyelenggarakan acara di gedungnya sendiri, malah mereka tidak bisa mengomentari apa-apa, malah ada rencana hancurkan jaringan mafia narkoba?” Kata dia.

Gedung KNPI yang jelas-jelas dari nama adalah milik anak-anak KNPI tapi menjadi milik TNI adalah permasalahan. “Ini pun harus menjadi PR kepada ketua KNPI yang baru bisakah ketua terpilih ini memperjelas status gedung tersebut atau hanya diam dan mengunci mulut rapat-rapat saat berurusan dengan pihak TNI?” Kata Firman. 

Gedung KNPI Aceh Utara yang terletak di Jalan Jendera Sudirman Kota Lhokseumawe sejak konflik sudah dikuasai oleh TNI, bahkan gedung tersebut menjadi tempat penyiksaan 40 tawanan yang ditangkap oleh aparat TNI dari berbagai kampung di daerah Lhokseumawe. 

3 Januari 1999 awal pembantaian di Gedung KNPI Aceh Utara itu, dan puncaknya pada 9 Januari 1999, dimana masyarakat Pusong yang menjadi korban. Hari itu, KontraS memperkirakan sekitar 73 warga telah ditangkap. Kemudian warga dikumpulkan disebuah ruangan Gedung KNPI yang berada berdampingan dengan Markas Korem Lilawangsa. 

Sekitar 50 tentara dari satuan Denrudal 001, Yonif 131/YS, Yonif 111/KB, Den Bekang RFM 011/Lilawangsa, Makodim 0103/AUT, Makorem 001/LW masuk ke dalam gedung menyiksa mereka tanpa ampun. Lima orang meregang nyawa karena luka parah di kepala dan wajah. Sedangkan 27 orang lagi luka serius dan dirawat di rumah sakit. 

Setelah damai gedung tersebut sudah digunakan oleh aparat TNI biasa menggelar acara-acara resmi, disana juga sebagai tempat penyiaran radio Safa FM. | AT | IS |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016