Aceh Utara | acehtraffic.com –Jurnalis
semakin rawan mengalami kekerasan, ketakutan masyarakat terhadap ancaman penguasa
jika ‘ribut-ribut’ soal kutipan uang, bila ada bantuan justru akan berefek lain.
Seperti yang terjadi di Meunasah Panton Aceh Utara, Reza Angkasah wartawan
media online acehshimbun diancam bunuh gara-gara memberitakan adanya dugaan
kutipan liar dalam dana pembangunan pagar Meunasah. Kamis 22 Agustus 2013.
Reza memberitakan pemotongan dana
bantuan hibah bersumber dari dana aspirasi ketua DPRK Aceh Utara, yang
dianggarkan melalui APBK Aceh Utara tahun 2013.pembangunan pagar Meunasah,
sebesar Rp. 15 juta. “Tuha Peut Gampong
Meunasah Panton, yang ancam saya,” ujar Reza Angkasah.
Reza mengaku, kejadian tersebut
terjadi pada, selasa 20 Agustus 2013
malam, malam itu, Reza mendapatkan telpon dari Keuchik Desa setempat, telpon
tersebut untuk meminta Reza hadir ke Meunasah, guna meminta klarifikasi berita.
Setiba di Meunasa, sejumlah warga
sudah berkumpul untuk meminta klarifikasi berita tersebut. Pada saat Reza
sedang menjelaskan terkait pemberitaan tersebut, tiba-tiba tokoh masyarakat
yang juga menjabat sebagai Tuha Peut langsung berang.
Reza menambahkan, Tuha Peut tersebut
mengatakan. wartawan PKI apa wartawan-wartawan,
apa kau yang hebat kali wartawan, kuhabisi kamu. Bukan hanya itu saja,
Ketua Pemuda Desa setempat pun ikut andil.
Bahkan ketua Pemuda tersebut meminta
KTP sambil membentak-bentak Reza, “Kamu orang mana, mana KTP kamu, jangan
macam- macam kuhabisi nyawamu,” tutur Reza sambil meniru ucapan Ketua Pemuda
tersebut. | AT |

