
Lhokseumawe | acehtraffic.com – Setelah melaporkan ke Propam Polres Aceh Utara, wartawan Atjehpost.com, Zulkifli Anwar mendapatkan terror melalui surat kaleng yang bergambarkan tengkorak dan senjata api. Senin, 5 Agustus 2013.
Surat tersebut dimasukkan kedalam salah satu kaleng bening bekas minuman ringan, yang diletakkan teras rumah korban. Surat tersebut bertuliskan, “Hey, Kau Zol, Jangan Kau Maju Kali Dalam Masalah Ini,”.
Ketua Tim Advokasi Zulkifli Anwar (TAZA), Erwin mengatakan, surat yang berisikan terror tersebut. Dikirim kerumah korban pada hari Rabu, 31 Juli 2013, kemudian surat tersebut ditemukan oleh anak korban sekitar pukul 17:30 Wib.
Erwin menambahkan, disisi kanan atas surat tersebut, bergambarkan tengkorak. Kemudian, sudut kanan bawah bergambarkan senjata api berlaras panjang dan sudut kiri bawah bergambar pistol, serta pada tulisan menggunakan tinta berwarna merah.
Terkait hal ini, TAZA mendesak Polres Aceh Utara untuk mengusut tuntas kasus pemukulan terhadap Zulkifli Anwar, wartawan Atjehpost.com. “Surat kaleng itu jelas merupakan bentuk terror dan tidak bisa dimaafkan,” ujar Erwin.
Sebagaimana diketahui, Sabtu, 27 Juli 2013. TAZA telah melaporkan kasus pemukulan yang dilakukan oleh oknum Kanit Opsnal Polres Aceh Utara terhadap wartawan Atjehpost.com, Zulkifli Anwar ke Propam Polres Aceh Utara.
Zulkifli Anwar, wartawan Atjehpost dipukul oleh oknum Kanit Opsnal Polres Aceh Utara saat melakukan konfirmasi terhadap penangkapan kayu illegal, pada hari Jumat, 26 Juli 2013, di depan warung kopi SPBU Desa Ranto, Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.| AT | AG |
