News Update :

Penembak Kepala RS Bhayangkara Polisi Eks Bertugas Di Aceh, Ini Motif Penembakan

Sabtu, 06 April 2013

Jakarta | acehtraffic.com -Brigadir Satu Ishak Kiranda, polisi yang diduga penembak Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Komisaris Besar Dokter Purwadi, pernah bertugas di Naggroe Aceh Darussalam. Bahkan ia ikut hanyut kala tsunami melanda daerah itu.Sabtu, 06 April 2013

“Dia hanyut di bawah tsunami. Sempat dioperasi. Setelah dari sana dan bertugas di Makassar, kebanyakan teman-teman bercerita, dia (Ishak) banyak diam dan termenung,” kata sumber petugas intelijen kepada Tempo.

Brigadir Satu Ishak berasal dari Kabupaten Tana Toraja. Ia merupakan mantan pasukan Brigade Mobil dari Kelapa Dua, Depok. Ia diduga menembak Komisaris Besar dokter Purwadi lataran masalah jalan Rumah Sakit. Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Endi Sutendi, mengatakan ihwal penembakan didahului cekcok.

Brigadir Satu Ishak Kiranda mempersoalkan proyek galian jalanan yang dikerjakan oleh pihak rumah sakit menuju rumahnya di Asrama Polisi Bhayangkara. Lokasinya tak jauh dari rumah sakit.  “Dia protes karena akses ke rumahnya sempit. Terjadi adu-mulut, akhirnya pelaku menembak korban,” ujar Endi di RS Bhayangkara Makassar.

Empat peluru ditembakan. Tiga peluru bersarang di tubuh Purwadi.

Apa motif penembakan itu? Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Endi Sutendi, mengatakan ihwal terjadinya penembakan didahului dengan cekcok. Pelaku Brigadir Satu Ishak Kiranda mempersoalkan proyek galian jalan yang dikerjakan oleh pihak rumah sakit menuju rumahnya di Asrama Polisi Bhayangkara. Lokasinya tak jauh dari rumah sakit.

“Dia protes karena akses ke rumahnya sempit. Terjadi adu mulut, akhirnya pelaku menembak korban,” ujar Endi saat ditemui di RS Bhayangkara Makassar, Sabtu, 6 April 2013. Kepolisian masih melakukan olah tempat terjadinya perkara. Garis polisi sudah dipasang di lokasi penembakan.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Komisaris Besar Dokter Purwadi, ditembak oleh seorang anggota Kepolisian Resor Makassar. Penembakan itu terjadi hari ini Sabtu, 6 April 2013 sekitar pukul 15.30 Wita, di ruang medik RS Bhayangkara.

Akibatnya, Purwadi menderita luka tembak di bagian paha kiri dan kanan, serta pada bagian bahu. Korban sempat menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat RS Bhayangkara, kemudian dilarikan ke RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Endi Sutendi, mengatakan ihwal terjadinya penembakan didahului dengan cekcok. Menurut dia, pelaku Brigadir Satu Ishak Kiranda mempersoalkan proyek galian jalan yang dikerjakan oleh pihak rumah sakit menuju rumahnya di Asrama Polisi Bhayangkara. Lokasinya tak jauh dari rumah sakit.

“Dia protes karena akses ke rumahnya sempit. Terjadi adu mulut, akhirnya pelaku menembak korban,” ujar Endi saat ditemui di RS Bhayangkara Makassar, Sabtu, 6 April 2013.

Hingga petang tadi waktu setempat, kepolisian masih melakukan olah tempat terjadinya perkara. Garis polisi sudah dipasang di lokasi penembakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, pelaku memuntahkan pelor sebanyak empat kali. Tiga butir bersarang di tubuh korban. Satunya lagi ditembakkan di daun pintu ruang medik rumah sakit. Pelaku sudah ditahan di Polrestabes Makassar, dan tengah menjalani pemeriksaan oleh tim Profesi dan Pengamanan Polda Sulawesi Selatan.

“Istrinya yang bekerja sebagai perawat di rumah sakit ini sudah kami amankan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan,” ujar Endi.

Brigadir Satu Ishak berasal dari Kabupaten Tana Toraja. Ia pernah menjadi anggota pasukan Brigade Mobil dari Kelapa Dua, Jakarta Selatan. | AT | R | Sumber TEMPO|
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016