News Update :

Wanita Ini Pilih Harimau Ketimbang Suami

Kamis, 28 Maret 2013

Wanita berambut pendek itu keluar dari kandang binatang buas di Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Bogor. Tati Haryati, nama ibu satu anak ini. Saban hari, tugasnya merawat enam harimau, dari memberi makan, memandikan, hingga membersihkan kandang. Rutinitas itu sudah dia jalani selama 12 tahun.

Setelah lulus sekolah menengah atas, Tati, 29 tahun, melamar kerja ke TSI pada 2001. Pekerjaan pertamanya adalah di restoran. Dua bulan bekerja, manajemen TSI menawarinya menjadi keeper (pengasuh) harimau. "Tadinya, saya ragu karena mengasuh binatang buas," kata Tati saat ditemui Tempo di area rekreasi TSI, Selasa lalu.

Setelah meminta izin orang tua, Tati yang tidak memiliki garis keturunan sebagai pawang harimau ini akhirnya menerima tawaran sebagai satu-satunya perempuan pengasuh binatang buas di TSI. Ada enam harimau yang dirawatnya bersama lima petugas lainnya, yakni harimau Sumatera, harimau Benggala, dan harimau putih.

"Tiga bulan pertama tugas saya merawat anak harimau. Setelah setahun saya baru pegang harimau dewasa," dia mengisahkan.

Pengalaman pertama memegang harimau Sumatera dewasa membuat Tati tegang. Dia mengaku gemetaran ketika mulai menyentuh bulu si belang.

Tati memang sejatinya penyayang binatang. Kini, ibu dari Garcia, 5 tahun, ini tak bisa lagi berpaling dari pekerjaannya. Saking sayangnya kepada harimau, saat cuti hamil selama tiga bulan, pikirannya selalu ke harimau putih betina yang diberi nama Anjani.

"Setiap hari saya ngurus harimau. Kalau ketemu suami, seminggu paling hanya sekali," ujar Tati. "Waktu tiga bulan enggak ketemu, saya gelisah. Satia (harimau Sumatera jantan) dan Anjani takut lupa saya."

Selama menjadi keeper, Tati tak pernah dilukai harimau yang dirawatnya. Tapi, ia pernah mengalami peristiwa mencekam saat seekor harimau jantan yang akan dipertunjukkan kepada pengunjung menabraknya. Tati terpental ditubruk harimau berbobot 120 kilogram itu.

"Walau binatang buas, harimau tidak akan menerkam kalau tidak merasa terancam. Harimau biasanya agresif saat berahi," kata warga Cisarua ini. | AT | R|  KORAN TEMPO|
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016