
Lhokseumawe | Acehtraffic.com – Akibat padamnya arus listrik di wilayah Kota Lhokseumawe, meyebabkan pelayanan bagi pasien gagal ginjal Rumah Sakit Umum Daerah Cut Mutia (RSUDCM) menjadi terganggu. Senin 18 Maret 2013.
Bayangkan saja, dalam setiap minggunya pasien yang harus cuci darah di RSUDCM mencapai 70 orang. akibat listrik padam, maka alat untuk mencuci darah atau yang dikenal dalam bahasa medis Hemodialise menjadi tidak berfungsi.
Walaupun sudah memiliki ganset punya Rumah Sakit, namun arus listrik yang dimiliki ganset tersebut tidak memcukupi untuk mengidupkan mesin Hemodialise tersebut.
Salah seorang pasien gagal ginjal, Nazar ketika diwawancarai The Aceh Traffic mengatakan. Dirinya mengeluhkan akibat terjadinya pemadaman listrik dan saran air bersih pun tidak ada diruangan Hemodialisa (HD) RSUDCM.
“Pada saat cuci darah, terjadi pedamanan listrik beberapa kali,” ujar Nazar.
Nazar juga menjelaskan, untuk saat ini fasilitas pendukung di ruang Hemodialise masih sangat minim. Sehingga proses pencucian darah bagi pasien gagal ginjal menjadi terhambat.
Dr. Rahmawati selaku penangung jawab ruangan Hemodialise RSUDCM kepada The Aceh Traffic mengatakan. Akibat terjadinya pemadaman listrik dan terhambatnya air bersih menyebabkan terhambatnya proses pencucian darah pasien gagal ginjal.
“Hal itu sudah menjadi kendala yang betul susah,” uajar dr. Rahmawati.
Dr. Rahmawati juga menjelaskan. Dalam setiap minggunya pasien yang cuci darah di RSUDCM mencapai 70 orang. Satu orang pasien dalam satu minggu membutuhkan cuci darah selama dua kali dan setiap satu orang pasien yang melakukan cuci darah memakan waktu selama 5 jam.
“Kalau listrik padam dan tidak ada air coba bayangkan,” tutur dr. Rahmawati.
Selain menghambat aktifitas pencucian darah, akibat sering terjadinya pemadaman listrik juga bisa menyebabkan alat untuk cuci darah itu menjadi rusak. Maka apabila mesin itu rusak, pelayanan untuk pasien gagal ginjal menjadi terhenti.
“Kalau diruang Hemodialise tidak boleh listrik padam, salah-salah pasien tidak bisa bernafas,” kata dokter ahli penyakit dalam itu.
Selain itu, Rahmawati menyebutkan. Apabila pasien gagal ginjal tidak bisa dilakukan pencucian darah, maka bisa-bisa pasien tidak bisa membuang air kecil dan racun yang ada dalam tubuh pasien menumpuk dan dibawa ke otak.| AT | AG |
Bayangkan saja, dalam setiap minggunya pasien yang harus cuci darah di RSUDCM mencapai 70 orang. akibat listrik padam, maka alat untuk mencuci darah atau yang dikenal dalam bahasa medis Hemodialise menjadi tidak berfungsi.
Walaupun sudah memiliki ganset punya Rumah Sakit, namun arus listrik yang dimiliki ganset tersebut tidak memcukupi untuk mengidupkan mesin Hemodialise tersebut.
Salah seorang pasien gagal ginjal, Nazar ketika diwawancarai The Aceh Traffic mengatakan. Dirinya mengeluhkan akibat terjadinya pemadaman listrik dan saran air bersih pun tidak ada diruangan Hemodialisa (HD) RSUDCM.
“Pada saat cuci darah, terjadi pedamanan listrik beberapa kali,” ujar Nazar.
Nazar juga menjelaskan, untuk saat ini fasilitas pendukung di ruang Hemodialise masih sangat minim. Sehingga proses pencucian darah bagi pasien gagal ginjal menjadi terhambat.
Dr. Rahmawati selaku penangung jawab ruangan Hemodialise RSUDCM kepada The Aceh Traffic mengatakan. Akibat terjadinya pemadaman listrik dan terhambatnya air bersih menyebabkan terhambatnya proses pencucian darah pasien gagal ginjal.
“Hal itu sudah menjadi kendala yang betul susah,” uajar dr. Rahmawati.
Dr. Rahmawati juga menjelaskan. Dalam setiap minggunya pasien yang cuci darah di RSUDCM mencapai 70 orang. Satu orang pasien dalam satu minggu membutuhkan cuci darah selama dua kali dan setiap satu orang pasien yang melakukan cuci darah memakan waktu selama 5 jam.
“Kalau listrik padam dan tidak ada air coba bayangkan,” tutur dr. Rahmawati.
Selain menghambat aktifitas pencucian darah, akibat sering terjadinya pemadaman listrik juga bisa menyebabkan alat untuk cuci darah itu menjadi rusak. Maka apabila mesin itu rusak, pelayanan untuk pasien gagal ginjal menjadi terhenti.
“Kalau diruang Hemodialise tidak boleh listrik padam, salah-salah pasien tidak bisa bernafas,” kata dokter ahli penyakit dalam itu.
Selain itu, Rahmawati menyebutkan. Apabila pasien gagal ginjal tidak bisa dilakukan pencucian darah, maka bisa-bisa pasien tidak bisa membuang air kecil dan racun yang ada dalam tubuh pasien menumpuk dan dibawa ke otak.| AT | AG |
