
Washington | Acehtraffic.com - Presiden AS Barack Obama mengatakan Iran kemungkinan besar tak lama lagi akan memiliki senjata nuklir. Sehingga, kata Obama, opsi serangan militer masih dapat dipertimbangkan.
"Kami kira hanya butuh sekitar satu tahun bagi Iran untuk benar-benar mengembangkan persenjataan nuklir. Kami tak ingin menunggu hingga pengembangan senjata itu hampir selesai untuk menghentikannya," kata Obama dalam wawancara ekslusif selama 25 menit dengan stasiun televisi Israel, Channel 2.
Jika upaya diplomasi dengan Iran gagal, lanjut Obama, semua opsi untuk menghentikan program nuklir Iran tetap ada "di atas meja".
"Pesan saya (kepada PM Benyamin Netanyahu) masih sama dengan sebelumnya. Jika kita bisa menyelesaikan masalah ini secara diplomatik, itu jauh lebih baik. Namun, jika tidak, saya akan menyimpan semua opsi," lanjut Obama.
Saat ditanya apakah menyerang lokasi-lokasi reaktor nuklir Iran adalah sebuah pilihan realistis Obama memberikan jawaban diplomatis.
"Saat saya katakan semua opsi dipertimbangkan, maka semua opsi dipertimbangkan dan Amerika Serikat sudah pasti memiliki kemampuan (menyerang Iran)," ujar Obama.
"Namun tujuan kita adalah memastikan Iran tidak memiliki persenjataan nuklir yang bisa mengancam Israel atau memicu perlombaan senjata di kawasan Timur Tengah. Kondisi itu bisa sangat membahayakan di saat sudah terlalu banyak hal terjadi di sana," tambah dia.
Washington, Israel dan sebagian besar negara Barat sangat yakin program pengayaan uranium Iran adalah kamuflase dari upaya Iran sesungguhnya yaitu membangun persenjataan nuklir. Tudingan ini berulang kali dibantah Iran.
Obama menambahkan ketika Iran memiliki senajta nuklir maka situasi itu membuat AS dalam bahaya. Namun, Obama melanjutkan, dia membutuhkan dukungan kabinetnya jika opsi serangan militer menjadi hal yang terelakkan.
"Saya kira kabinet saya disiapkan untuk menghadapi berbagai kondisi," katanya.
"Menteri Luar Negeri (John) Kerry dan Menhan Chuck Hagel memiliki pandangan yang sama dengan saya bahwa isu senjata nuklir Iran adalah isu keamanan AS dan Israel,' dia menegaskan.| AT | M | KP |
"Kami kira hanya butuh sekitar satu tahun bagi Iran untuk benar-benar mengembangkan persenjataan nuklir. Kami tak ingin menunggu hingga pengembangan senjata itu hampir selesai untuk menghentikannya," kata Obama dalam wawancara ekslusif selama 25 menit dengan stasiun televisi Israel, Channel 2.
Jika upaya diplomasi dengan Iran gagal, lanjut Obama, semua opsi untuk menghentikan program nuklir Iran tetap ada "di atas meja".
"Pesan saya (kepada PM Benyamin Netanyahu) masih sama dengan sebelumnya. Jika kita bisa menyelesaikan masalah ini secara diplomatik, itu jauh lebih baik. Namun, jika tidak, saya akan menyimpan semua opsi," lanjut Obama.
Saat ditanya apakah menyerang lokasi-lokasi reaktor nuklir Iran adalah sebuah pilihan realistis Obama memberikan jawaban diplomatis.
"Saat saya katakan semua opsi dipertimbangkan, maka semua opsi dipertimbangkan dan Amerika Serikat sudah pasti memiliki kemampuan (menyerang Iran)," ujar Obama.
"Namun tujuan kita adalah memastikan Iran tidak memiliki persenjataan nuklir yang bisa mengancam Israel atau memicu perlombaan senjata di kawasan Timur Tengah. Kondisi itu bisa sangat membahayakan di saat sudah terlalu banyak hal terjadi di sana," tambah dia.
Washington, Israel dan sebagian besar negara Barat sangat yakin program pengayaan uranium Iran adalah kamuflase dari upaya Iran sesungguhnya yaitu membangun persenjataan nuklir. Tudingan ini berulang kali dibantah Iran.
Obama menambahkan ketika Iran memiliki senajta nuklir maka situasi itu membuat AS dalam bahaya. Namun, Obama melanjutkan, dia membutuhkan dukungan kabinetnya jika opsi serangan militer menjadi hal yang terelakkan.
"Saya kira kabinet saya disiapkan untuk menghadapi berbagai kondisi," katanya.
"Menteri Luar Negeri (John) Kerry dan Menhan Chuck Hagel memiliki pandangan yang sama dengan saya bahwa isu senjata nuklir Iran adalah isu keamanan AS dan Israel,' dia menegaskan.| AT | M | KP |
