
Acehtraffic.com - Menteri Perminyakan Iran, Rostam Qasemi menyatakan bahwa perkembangan di sektor minyak Iran telah membuat sanksi ilegal yang diprakarsai oleh Amerika Serikat anti-Republik Islam, tidak efektif.
Berbagai terobosan, peningkatan produksi dan upaya yang dilakukan oleh pihak-pihak yang aktif di sektor minyak mengindikasikan ketidakefektifan sanksi oleh musuh, demikian kata Qasemi Kamis (14/3).
Ditambahkannya bahwa kaum hegemoni dan negara-negara Barat, yang sedang mengalami krisis ekonomi, adalah pihak yang kalah dalam sanksi anti-Iran.
Hal itu dikemukakan Qasemi di sela-sela acara peresmian kilang penyulingan minyak Imam Khomeini di Shazand, Iran tengah, yang dihadiri pula oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad.
Menteri Perminyakan Iran ini mengatakan bahwa kilang minyak tersebut diharapkan akan memproduksi 16 juta liter bahan bakar dengan standar Euro-4 dan Euro-5.
Dikatakannya, pemerintah memiliki rencana dan langkah-langkah komprehensif dalam program kerjanya untuk mengurangi ketergantugannya terhadap pendapatan dari sektor minyak.
Rencana itu termasuk dengan menghentikan penjualan minyak mentah dan lebih memfokuskan pada produksi bahan bakar, katanya.
Amerika Serikat, Israel dan sejumlah mereka menuding Iran mengacu tujuan non-sipil dalam program nuklirnya dan dengan klaim infaktual tersebut mereka memberlakukan sanksi unilateral terhadap Republik Islam.
Pada awal tahun 2012, Amerika Serikat dan Uni Eropa memberlakukan sanksi baru terhadap sektor minyak dan finansial Iran dengan tujuan mencegh negara-negara dunia membeli minyak dan bertransaksi dengan Bank Sentral Iran.
Republik Islam menepis klaim tersebut dengan alasan bahwa sebagai penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan anggota Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran berhak mendayagunakan teknologi nuklir untuk tujuan damai.| AT | M | irib |
Berbagai terobosan, peningkatan produksi dan upaya yang dilakukan oleh pihak-pihak yang aktif di sektor minyak mengindikasikan ketidakefektifan sanksi oleh musuh, demikian kata Qasemi Kamis (14/3).
Ditambahkannya bahwa kaum hegemoni dan negara-negara Barat, yang sedang mengalami krisis ekonomi, adalah pihak yang kalah dalam sanksi anti-Iran.
Hal itu dikemukakan Qasemi di sela-sela acara peresmian kilang penyulingan minyak Imam Khomeini di Shazand, Iran tengah, yang dihadiri pula oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad.
Menteri Perminyakan Iran ini mengatakan bahwa kilang minyak tersebut diharapkan akan memproduksi 16 juta liter bahan bakar dengan standar Euro-4 dan Euro-5.
Dikatakannya, pemerintah memiliki rencana dan langkah-langkah komprehensif dalam program kerjanya untuk mengurangi ketergantugannya terhadap pendapatan dari sektor minyak.
Rencana itu termasuk dengan menghentikan penjualan minyak mentah dan lebih memfokuskan pada produksi bahan bakar, katanya.
Amerika Serikat, Israel dan sejumlah mereka menuding Iran mengacu tujuan non-sipil dalam program nuklirnya dan dengan klaim infaktual tersebut mereka memberlakukan sanksi unilateral terhadap Republik Islam.
Pada awal tahun 2012, Amerika Serikat dan Uni Eropa memberlakukan sanksi baru terhadap sektor minyak dan finansial Iran dengan tujuan mencegh negara-negara dunia membeli minyak dan bertransaksi dengan Bank Sentral Iran.
Republik Islam menepis klaim tersebut dengan alasan bahwa sebagai penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan anggota Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran berhak mendayagunakan teknologi nuklir untuk tujuan damai.| AT | M | irib |
