
Lhokseumawe | Acehtraffic.com – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Saidan Nafi mengatakan. 52 persen penghuni penjara didominasi oleh kejahatan narkoba. Kamis 21 Maret 2013.
Hal tersebut disampaikan pada acara kegiatan advokasi implementasi Inpres No. 12 Tahun 2011. Di Hotel Lido Graha Lhokseumawe.
Saidan Nafi menjelaskan, disalah satu LP di Banda Aceh. Pernah ditemukan salah seorang koruptor yang memasukkan sabu-sabu kedalam sepatunya dan narapidana tersebut juga sering menggunakan sabu-sabu di dalam LP.
“Narkoba sudah menjamah keseluruh sektor,” ujar Saidan Nafi.
Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh pihaknya, penyebab utama maraknya kasus narkoba di Aceh karena disebabkan oleh gaya hidup yang menyimpang, yaitu dikenal dengan kalau tidak menggunakan narkoba maka tidak keren.
selain itu, juga disebabkan oleh kurangnya pengawasan dan perhatian orang tua terhadap anak-anaknya. Sehingga banyak remaja yang terjemurus kedalam dunia kelam tersebut.
Saidan Nafi menambahkan, namun ada juga persoalan lain bagi pengedar ganja. Menurut sejumlah pengedar yang dijumpai, para pengedar yang melakukan penjualan barang haram tersebut disebabkan karena faktor ekonomi.
Coba bayangkan saja, Aceh dengan harta yang melimpah atas sumber daya alam yang dimiliki. Masih saja banyak dijumpai masyarakat yang belum sejahtera hidupnya, sehingga banyak yang melakukan hal-hal menyimpang untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.
“Biasa-bisa kondisi dimasa Belanda lebih baik dari kondisi sekarang,” tutur Saidan Nafi.| AT | AG |
Hal tersebut disampaikan pada acara kegiatan advokasi implementasi Inpres No. 12 Tahun 2011. Di Hotel Lido Graha Lhokseumawe.
Saidan Nafi menjelaskan, disalah satu LP di Banda Aceh. Pernah ditemukan salah seorang koruptor yang memasukkan sabu-sabu kedalam sepatunya dan narapidana tersebut juga sering menggunakan sabu-sabu di dalam LP.
“Narkoba sudah menjamah keseluruh sektor,” ujar Saidan Nafi.
Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh pihaknya, penyebab utama maraknya kasus narkoba di Aceh karena disebabkan oleh gaya hidup yang menyimpang, yaitu dikenal dengan kalau tidak menggunakan narkoba maka tidak keren.
selain itu, juga disebabkan oleh kurangnya pengawasan dan perhatian orang tua terhadap anak-anaknya. Sehingga banyak remaja yang terjemurus kedalam dunia kelam tersebut.
Saidan Nafi menambahkan, namun ada juga persoalan lain bagi pengedar ganja. Menurut sejumlah pengedar yang dijumpai, para pengedar yang melakukan penjualan barang haram tersebut disebabkan karena faktor ekonomi.
Coba bayangkan saja, Aceh dengan harta yang melimpah atas sumber daya alam yang dimiliki. Masih saja banyak dijumpai masyarakat yang belum sejahtera hidupnya, sehingga banyak yang melakukan hal-hal menyimpang untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.
“Biasa-bisa kondisi dimasa Belanda lebih baik dari kondisi sekarang,” tutur Saidan Nafi.| AT | AG |
