Lhokseumawe | acehtraffic.com –
Persoalan kebersihan sudah menjadi tanggung jawab manusia, ini merupakan hal
yang wajib untuk segera dilakukan oleh setiap orang. Rabu 6 Februari 2013.
“Persoalan sampah tidak mudah
untuk diselesaikan,” ujar Muhammad HA Kepala Dinas Pasar, Kebersihan dan
Pertamanan Aceh Utara, Dahlan HA. Pada acara Coffee morning dengan wartawan di
salah satu warung kopi di Kota Lhokseumawe pagi tadi.
Dahlan meminta pendapat para
pihak, bagaimana caranya solusi untuk menanggulangi sampah yang ada di
Kabupaten Aceh Utara. Dahlan juga
menjelaskan, jumlah sampah di Kabupaten Aceh Utara dalam setiap harinya
mencapai 250 ton, rata-rata penghasil sampah terbanyak di Kabupaten Aceh Utara
adalah di pasar.
Persoalan yang hidapi saat ini
adalah, mengenai anggaran untuk mengurus sampah masih sangat terbatas. Maka
kalau kita bergantung pada APBK saja tidak cukup, sehingga diperlukan
funding-funding atau pihak-pihak swasta.
“Bahkan di daerah kita, ditempat
saluran irigasi pun dijadikan tempat penumpukan sampah,” tutur Dahlan.
Selain itu, tempat pembuangan
akhir (TPA) paling besar di Aceh adalah terletak di Aceh Utara. Besarnya
mencapai 40 hektar. Semakin besarnya TPA maka sumber penyakit-penyakit baru
akan menjadi lebih besar. “Maka kebersihan harus menjadi kebutuhan pokok,” kata
Dahlan. | AT | AG| RD|

