News Update :

Petugas PLN Ancam Warga, Tidak Beri Uang Tunai Jaringan Dipotong

Kamis, 28 Februari 2013

Aceh Utara | acehtraffic.com - Tim petugas PLN cabang Lhokseumawe meminta sejumlah uang tunai kepada pelanggan dibeberapa Gampong di Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Kamis 28 Februari 2013

Sejumlah pelanggan perusahaan monopoli itu mengeluh atas permintaan sejumlah uang tunai oleh petugas PLN cabang Lhokseumawe berinisial JH.

Hal tersebut dikatakan Razali Hasan, mantan Keuchik Gampong Blangcut Kecamatan Sawang, dia menuturkan jika tadi siang, Selasa 26 Februari 2013 petugas mendatangi rumahnya menggunakan mobil jenis Avanza berbody warna khas PLN. 

Sambil memeriksa meteran listrik petugas tersebut meminta uang sebesar Rp 450.000 karena dianggap meteran Razali tidak lagi bersegel atau tidak ada timah yang terpasang diplastik meteran.

Namun Razali menolak permintaan petugas perusahaan paling mengkek itu karena dia merasa selama ini tidak pernah melakukan pencurian arus serta membayar beban pemakaian listrik tepat waktu.


 "Mengenai segel tidak ada itu sudah lama ketika pemasangan pertama hingga bertahun-tahun meteran digunakan" Katanya kepada acehtraffic.com, Rabu, 27 Februari 2013.

Anehnya menurut Razali, ketika dia menyuruh melakukan pemutusan arus listrik jika hal tersebut melanggar giliran sang petugas yang menolak, malah petugas memberi limid waktu beberapa hari, jika uang tidak diberikan maka akan diputuskan.

Dimintai sejumlah uang tunai sudah sering terjadi diareal PLN Lhokseumawe juga dialami oleh beberapa warga di Gampoeng Kubu Kecamatan Sawang, kali ini menimpa Nazariah (35), ibu dua anak ini dimintai uang oleh petugas sebesar 100.000 rupiah. 

Hal serupa juga dialami oleh Azhar (32) yang juga warga Kubu, Sawang, Aceh Utara. Dia dituduh melakukan pecurian arus listrik "Saya diwajibkan membayar uang tunai sebesar 100.000 rupiah oleh petugas Perusahaan Lilin Negara itu" Katanya.

Sementar itu, lain terjadi atas Amirun (38) warga Kubu beberapa bulan lalu membeli meteran prabayar seharga 800.000 rupiah, namun pada saat pemasangan meteran itu tidak lagi layak pakai, dia mengeluh karena sering mati listrik saat menghidupkan beberapa lampu dengan total pemakaian tegangan cuma 100 watt.

Sementara petugas PLN yang bertugas di kawasan itu yang berinisial JH yang ditemui dilapangan membantah memeras dengan alasan."Tapi uang itu untuk tambah watt" Katanya.


Hingga saat ini kasus ini sudah menimpa tujuh pelanggan di Gampoeng Kubu dan Blang Cut Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Hingga berita ini diturunkan belum dikonfirmasi ke pihak PLN Rayon Aceh Utara| AT | SY | IS |

 
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016