Lhokseumawe | Acehtraffic.com – Pengungsi Rohingnya ternyata bukan hanya di Negara Myanmar saja yang dibantai, 9 orang pengungsi Rohingnya yang terdampar di Desa Cot Treung Kecamatan Muara Batu Aceh Utara ditembak di perairan Thailand. Rabu 27 Februari 2013.
Albert, Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Lhokseumawe mengatakan. setelah pihaknya melakukan pendataan, warga Myanmar yang terdampar di wilayah perairan Aceh Utara merupakan benar etnis Rohingnya.
Berdasarkan data yang diperoleh pihaknya, jumlah keseluruhan pengungsi Rohingnya tersebut berjumlah 121 orang. Dari jumlah keseluruhan tersebut, terdapat enam orang perempuan dan dua orang anak laki-laki yang berusia sekitar dibawah 2 tahun.
“Data yang kami peroleh itu sudah pasti,” ujar Albert.
Albert juga menjelaskan, berdasarkan keterangan yang kita peroleh dari pengungsi Rohingnya tersebut, ketika berangkat dari Negara Myanmar, rombangan mereka berjumlah 130 orang.
Ketika perahu mereka mulai memasuki kewilayah laut territorial Thailand, ada sekelompok orang yang menembaki mereka, akibatnya Sembilan orang tewas. Selain melakukan penembakan, sekelompok orang tersebut juga membuang logistic mereka seperti minyak solar dan bahan makanan.
“Terkait penembakan itu, kita tidak tahu benar atau tidak. Mereka pun tidak menyebutkan yang jelas siapa yang menembak,” tutur Albert.
Saat ini keseluruhan para pengungsi Myanmar tersebut sudah dibawa ketempat penampung di bekas kantor Imigrasi Lhokseumawe di Puentuet,
Terdamparnya pengungsi Rohingnya bukan hal yang pertama terjadi di Aceh, hal tersebut sudah empat kali terjadi. Pertama kalinya terjadi pada Februari 2009, yaitu 181 etnis Rohingnya terdampar di Idi Aceh Timur, Februari 2011 sebanyak 129 Suku Rohingya terdampar ke Pulau Weh Sabang dan Februari 2012 sebanyak 54 pengungsi Rohingnya terdampar di wilayah perairan Blukat Teubai, Kecamatan Dewantara Aceh Utara.| AT | AG |
Albert, Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Lhokseumawe mengatakan. setelah pihaknya melakukan pendataan, warga Myanmar yang terdampar di wilayah perairan Aceh Utara merupakan benar etnis Rohingnya.
Berdasarkan data yang diperoleh pihaknya, jumlah keseluruhan pengungsi Rohingnya tersebut berjumlah 121 orang. Dari jumlah keseluruhan tersebut, terdapat enam orang perempuan dan dua orang anak laki-laki yang berusia sekitar dibawah 2 tahun.
“Data yang kami peroleh itu sudah pasti,” ujar Albert.
Albert juga menjelaskan, berdasarkan keterangan yang kita peroleh dari pengungsi Rohingnya tersebut, ketika berangkat dari Negara Myanmar, rombangan mereka berjumlah 130 orang.
Ketika perahu mereka mulai memasuki kewilayah laut territorial Thailand, ada sekelompok orang yang menembaki mereka, akibatnya Sembilan orang tewas. Selain melakukan penembakan, sekelompok orang tersebut juga membuang logistic mereka seperti minyak solar dan bahan makanan.
“Terkait penembakan itu, kita tidak tahu benar atau tidak. Mereka pun tidak menyebutkan yang jelas siapa yang menembak,” tutur Albert.
Saat ini keseluruhan para pengungsi Myanmar tersebut sudah dibawa ketempat penampung di bekas kantor Imigrasi Lhokseumawe di Puentuet,
Terdamparnya pengungsi Rohingnya bukan hal yang pertama terjadi di Aceh, hal tersebut sudah empat kali terjadi. Pertama kalinya terjadi pada Februari 2009, yaitu 181 etnis Rohingnya terdampar di Idi Aceh Timur, Februari 2011 sebanyak 129 Suku Rohingya terdampar ke Pulau Weh Sabang dan Februari 2012 sebanyak 54 pengungsi Rohingnya terdampar di wilayah perairan Blukat Teubai, Kecamatan Dewantara Aceh Utara.| AT | AG |
