News Update :

Fakir Miskin dan Anak Terlantar, Masih Terus Telantar

Minggu, 10 Februari 2013



Lhokseumawe | Acehtraffic.com – Kalau kita membaca dan memahami Pasal 34 Undang-undang Dasar 1945, jelas dikatakan bahwa “Fakir Miskin dan Anak-anak Terlantar Dipelihara Oleh Negara”.

Hal tersebut sangat berbanding terbalik di Kota Lhokseumawe, disetiap sudut kota yang berjulukan “Kota Petro Dolar” ini dalam saban hari terlihat pengemis-pengemis yang menyodorkan tangannya dengan mengharapkan adanya imbalan.

Walaupun keberadaan pengemis selalu menghiasi kota ini, namun belum ada terlihat penertiban dan pembinaan yang dilakukan oleh Pemerintahan Kota Lhokseumawe melalui dinas terkait.

Berdasarkan pantauan The Aceh Traffic, para fakir miskin dan anak-anak terlantar tersebut dalam sehari-harinya mereka melakukan aktifitas sebagai pengemis. Mereka sering mendatangi kantor-kantor instansi Pemerintahan dan menadahkan tangannya di setiap persimpangan lampu lalu-lintas.

Selain itu, para anak-anak yang masih dibawah umur juga sering mengemis di terminal bus Kota Lhokseumawe dan ada juga memilih untuk menjadi pemulung sampah.

Munizar (26) warga Kampung Jawa Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe kepada The Aceh Traffic mengatakan. Pengemis di Kota Lhokseumawe terdiri dari berbagai usia, biasanya mereka sering mengemis di Pasar Cunda, Pasar Inpres dan perkantoran.

“Mereka juga ada yang membuka lapak kecil di emperan toko,” ujar Munizar.

Dia menambahkan, bahkan saat ini bukan hanya wajah lama saja yang terlihat. Banyak wajah-wajah baru yang terlihat mengemis di wilayah Kota Lhokseumawe. Bahkan ada juga orang dewasa yang mengajak anaknya untuk mengemis.

Bukan hanya yang memiliki fisik yang cacat saja, bahkan banyak pria dan wanita yang memiliki fisik yang sehat ikut mencari empati setiap masyarakat dengan harapan ada imbalan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Armia (32) warga Keude Aceh Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Dirinya mengatakan, meningkatkan fakir miskin dan anak-anak terlantar sudah menjadi sorotan publik.

“Pemandangan fakir miskin dan anak-anak terlantar selalu ada di Lhokseumawe,” tutur Armia.

Walaupun keberadaan pengemis tidak menganggu keaman, ada hal yang unik terjadi, yaitu tidak jarang pula terlihat pengemis yang memaksa. Walaupun sudah mengatakan “maaf”, tapi pengemis tetap mencoba membujuk.

“Di Lhokseumawe banyak perusahaan besar, tapi kok warganya miskin,” kata Armia.

Kedua warga Kota Lhokseumawe tersebut berharap, Pemerintah Kota Lhokseumawe dapat segera menangani persoalan fakir miskin dan anak-anak terlantar.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, Mansur tidak bisa dikonfirmasi. Berdasarkan keterangan adari sejumlah staf di kantor tersebut, Mansur sering keluar daerah, maka sulit dikonfirmasi melalui telpon seluler.
| AT | AG |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016