Tanaman
khat atau yang dikenal teh arab biasa dikonsumsi keturunan Arab untuk alasan
kesehatan. Karena itu, seorang keturunan Arab di Purwokerto, Umar Faraz (70),
berharap ladang khat yang ditemukan di Dusun Munggangsari, Desa Karangsalam,
Kecamatan Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah tidak dimusnahkan.
Kata
dia, di kalangan keturunan Arab, tanaman khat dikenal dengan sebutan ghat. Daun
tanaman Ghat atau Khat yang menyerupai daun teh kata Umar, biasa dijadikan
lalapan usai makan berlemak seperti gulai kambing.
"Kami
harap polisi tidak memusnahkan tanaman (khat,Red) di ladang Baturraden. Kami
mengonsumsinya untuk mengurangi kolesterol dan lemak," kata Umar ditemui
di rumahnya, Selasa 5 Februari 2013 siang.
Ia
menambahkan, tanaman Ghat biasanya tumbuh subur di hawa sejuk, seperti
Baturraden. Ia mengaku baru tahu di Baturraden ada tanaman Ghat. Selain
penemuan ladang di Baturraden, tanaman sejenis baru-baru ini ditemukan di
Cisarua,Jawa Barat. Di tempat tersebut sering ramai didatangi turis Timur
Tengah.
"Soal
efek tanaman teh arab bagi saya biasa-biasa saja asal tidak berlebihan,"
kata pria lanjut usia itu.
Seperti
diberitakan, pada Senin 4 Februari 2013, ladang seluas 2.100 meter persegi di
kawasan objek wisata Baturraden ditemukan ditanami khat. Keterangan Kadus
Munggangsari, Siswono, tanaman khat di kebun milik Ny Waerah, warga setempat
sejak tiga tahun terakhir disewa oleh keturunan Arab.
Petugas
Kepolisian Resor Banyumas dan Sektor Baturraden kemudian mengambil sampel
tanaman khat untuk diperiksa di Laboratorium Kriminal Polda Jawa Tengah.
Sementara
itu, Sardi (32), warga yang rumahnya persis di depan kebun, mengatakan empat
hari sebelum ladang tersebut terendus polisi, penyewa kebun baru saja melakukan
panen teh arab. Kebun yang berada di perengan itu dikelilingi kawat berduri
sejak disewa dan ditanami teh arab.
"Karena
dikelilingi pagar berduri kami jarang masuk ke kebun. Sejak awal si penyewa
kebun sudah bilang menanam teh arab. Namun kami tidak tahu siapa nama yang
menyewa itu," kata Sardi ditemui di rumahnya.
Ia
menambahkan, keturunan Arab yang menyewa kebun tersebut sering datang menengok
tanaman. Namun karena jarang bersosialisasi, Sardi dan tetangganya tak saling
kenal.
"Paling-paling
mampir ke rumah saya untuk meminta tas kresek untuk membawa daun pucuk hasil
panenan," lanjutnya.
Warga
RT 1 RW 3 Dusun Munggangsari sempat kaget dengan kedatangan polisi untuk
mengambil sampel tanaman di kebun tersebut. Saat ini, lokasi kebun masih
dikelilingi garis polisi. Selasa pagi, Kapolsek Baturraden, AKP Dwi Budiyanto
bersama anggota melakukan patroli ke lokasi | AT | R | TB|

.jpg)
