Jakarta | acehtraffic.com -
M (19) yang akrab dipanggil Rani, akhirnya menunjukkan
diri ke publik, dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Nalendra,
Jakarta Timur, Selasa 5 Februari 2013.
Sehari sebelumnya acara tersebut sempat gagal, karena ibunda Rani, Engkun Kurniasih pingsan. M yang dikawal pengacaranya, Wisnu Wardhana dan sang ayah, NS,
datang mengenakan pashmina berwarna merah marun yang menutupi sebagian
kepala, serta kedua sisi bahunya.
Bagian depan rambut M yang hitam pun dibiarkan menjuntai, menutupi sebagian wajah perempuan berkulit putih.
Kepada wartawan yang datang, Rani menceritakan betapa terganggunya ia
dengan segala tudingan tak berdasar, terkait diamankannya bungsu dari
dua bersaudara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Le
Meridien, Jakarta Pusat, bersama Ahmad Fathonah.
KPK menangkap Ahmad yang dikabarkan beristri lima, karena diduga
terkait kasus dugaan korupsi impor daging sapi, yang ikut menyeret
mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq.
Dalam konferensi pers, dijelaskan bagaimana Rani sehari sebelum
penahanan, sedang 'kongkow' bersama teman-temannya di sebuah kafe di
pusat pertokoan Senayan City, lalu menerima pesan dari Ahmad yang
disampaikan melalui seorang pelayan kafe.
Esoknya, di sebuah restoran yang terletak di lantai satu Hotel Le
Meridien, Rani dan Ahmad untuk pertama kalinya berjumpa. Di ujung
pertemuan, Rani pun diberi uang Rp 10 juta dari Ahmad.
Saat ditanya mengapa ia mau menanggapi ajakan Ahmad, Rani dengan
polosnya menjawab bahwa ia hanya berpikir positif, dan menganggap niat
Ahmad baik.
"Saya berpikir positif untuk tidak dibilang sombong, masa orang kenalan tidak boleh," ujarnya.
Di pertemuan itu, Ahmad mengaku sebagai seorang pengusaha, dan sama sekali tidak menyinggung partai.
Namun, pada wawancara Tribunnews.com
dengan M pada Jumat Februari 2013 pekan lalu, M menyatakan Ahmad
juga mengaku ikut salah satu partai, tanpa menyebutkannya lebih
spesifik.
Mengenai uang Rp 10 Juta, Rani mengatakan uang itu menurut Ahmad
sebagai hadiah pertemuan, dan sebagai tanda bahwa sang pengusaha berniat
serius.
"Kenapa saya menerimanya (uang), saya tidak munafik, siapa yang tidak mau dikasih uang sebanyak itu," jawab Rani | AT | R | TB|

