Lhokseumawe | acehtraffic.com – Mohammed Khan, warga Negara asing (WNA) berkebangsaan Myanmar. Datang ke Aceh Utara adalah untuk menjengguk istri dan anaknya. Senin 14 Januari 2013.
Ketika berada dikantor Imigrasi Lhokseumawe, reporter The Aceh Traffic sempat berbincang-bincang dengan Mohammed Khan. Dirinya mengaku, tiba di Aceh Utara sejak malam tahun baru.
“Saya kesini adalah untuk menjenguk istri dan 3 orang anak saya,” ujar Mohammed.
Selain dirinya juga menceritakan, awalnya ia kenal dengan istrinya yang bernama Marwani, warga Desa Tambon Baroh Kecamatan Dewantara Aceh Utara, tersebut di Negara Malysia.
Akibat tidak boleh menikah di Negara Malaysia, maka kedua insan kekasih ini melakukan pernikan di Negara Thailand, yaitu tepatnya di Mesjid Pakistan Thailand. Setelah itu dirinya dikarunia dua orang anak, yaitu Muhammad Imran (9), Muhammad Iqbal (7), Muhammad Ikhsan (2).
Dari Malysia, Mohammed Khan menuju ke Negara Indonesia dengan menggunakan kapal laut. Dirinya berlabuh di pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara. Setiba disana, ia dijemput oleh sang isteri.
Mohammed juga menceritakan bahwa, dirinya merupakan sebagai pengungsi Rohingnya. Dirinya kabur dari Negara Myanmar karena setiap umat Islam yang berada di Negara tersebut akan dibunuh.
“Saya lebih baik mati disini,” tutur Mohammed.
Kalau di Myanmar, sambung Mohammed, pada bulan Ramadhan yang lalu. Kami tidak dibolehkan untuk Shalat Tarawih, serta melaksanakan ibadah-ibadah lainnya. Maknya saya lebih nyaman berada disini.
“Kalau saya berada di Myanmar, saya sudah ditembak,” kata Mohammed.| AT | AG |
