
Acehtraffic.com - Perempuan Arab Saudi menggelar aksi unjuk rasa di kota al-Buraidah memprotes penangkapan kaum wanita dan anak-anak oleh pasukan keamanan negara ini.
Menurut laporan al-Alam, Perempuankota al-Buraidah di Provinsi al-Qassim yang terletak di Arab Saudi tengah di aksi damainya yang digelar Minggu (13/1) sambil membawa spanduk mengutuk penangkapan wanita dan anak-anak oleh pasukan keamanan.
Demonstran di aksinya menekankan, bungkam terhadap penangkapan wanita dan anak-anak merupakan tindakan tak islami dan tak bermoral. Mereka menyatakan protes terhadap aksi brutal ini hasilnya tak dapat diprediksikan.
Warga kota al-Kharj di Provinsi Riyadh juga menggelar aksi serupa mengutuk penangkapan wanita oleh pasukan keamanan rezim al-Saud. Warga hari Ahad turun ke jalan-jalan dengan membawa kendaraan mereka.
Pasukan keamanan Arab Saudi Sabtu lalu menangkap 18 wanita dan 10 anak-anak di depan pengadilan litigasi di kota al-Buraidah yang tengah berkumpul memprotes penangkapan keluarga mereka.
Amnesti Internasional di statemennya meminta petinggi Arab Saudi membebaskan 18 wanita yang ditangkap tersebut.
Sementara itu, Partai Umat Islam Arab Saudi di statemennya mengutuk penangkapan wanita dan anak-anak yang berkonsetrasi di depan pengadilan litigasi kota al-Buraidah.
Partai Umat Islam Arab Saudi juga menuding Raja Abdullah, Pangeran Mohammad bin Nayef dan Mohammad al-Abdullah, ketua pusat interogasi dan pengadilan pusat Arab Saudi bertanggung jawab tindakan penumpasan pasukan keamanan negara ini dan pelanggaran HAM baik individu maupun kelompok.| AT | M | Irib |
Menurut laporan al-Alam, Perempuankota al-Buraidah di Provinsi al-Qassim yang terletak di Arab Saudi tengah di aksi damainya yang digelar Minggu (13/1) sambil membawa spanduk mengutuk penangkapan wanita dan anak-anak oleh pasukan keamanan.
Demonstran di aksinya menekankan, bungkam terhadap penangkapan wanita dan anak-anak merupakan tindakan tak islami dan tak bermoral. Mereka menyatakan protes terhadap aksi brutal ini hasilnya tak dapat diprediksikan.
Warga kota al-Kharj di Provinsi Riyadh juga menggelar aksi serupa mengutuk penangkapan wanita oleh pasukan keamanan rezim al-Saud. Warga hari Ahad turun ke jalan-jalan dengan membawa kendaraan mereka.
Pasukan keamanan Arab Saudi Sabtu lalu menangkap 18 wanita dan 10 anak-anak di depan pengadilan litigasi di kota al-Buraidah yang tengah berkumpul memprotes penangkapan keluarga mereka.
Amnesti Internasional di statemennya meminta petinggi Arab Saudi membebaskan 18 wanita yang ditangkap tersebut.
Sementara itu, Partai Umat Islam Arab Saudi di statemennya mengutuk penangkapan wanita dan anak-anak yang berkonsetrasi di depan pengadilan litigasi kota al-Buraidah.
Partai Umat Islam Arab Saudi juga menuding Raja Abdullah, Pangeran Mohammad bin Nayef dan Mohammad al-Abdullah, ketua pusat interogasi dan pengadilan pusat Arab Saudi bertanggung jawab tindakan penumpasan pasukan keamanan negara ini dan pelanggaran HAM baik individu maupun kelompok.| AT | M | Irib |
