Lhokseumawe
| acehtraffic.com – Akibat tidak meratanya perputaran mata uang dan menipisnya
lapangan kerja di wilayah Kota Lhokseumawe, menyebabkan permasalahan kemiskinan
menjadi momok bagi warga Kota
Lhokseumawe. Rabu 30 Januari 2013.
Koko
Syuhada (23) warga Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, yang saat ini masih
berstatus Mahasiswa, dirinya mengatakan. Terjepitnya masalah ekonomi sudah
dirasakan semenjak tahun 2012.
Masalah
yang dihadapi berupa mahalnya harga barang-barang kebutuhan pokok sehingga sangat
sulit untuk dijangkau, apa lagi lapangan kerja di wilayah Kota Lhokseumawe
sangat sedikit.
“Bahkan
ada keluarga yang tidak mempunyai uang sama sekali dalam hari-harinya,” ujar
Koko
Koko
juga menambahkan, apabila persoalan ini tidak segera ditangani secara serius.
Maka tidak menutup kemungkinan warga Kota Lhokseumawe akan terjadi kelaparan
dan angka kemiskinan terus meningkat.
Hal
senada juga diungkapkan oleh Fadhil (25) warga Kecamatan Blang Mangat Kota
Lhokseumawe, dirinya mengatakan. Pemerintahan Kota Lhokseumawe yang baru ini
harus mampu mengentaskan masalah kemiskinan sudah sangat meningkat di Kota
Lhokseumawe.
Hampir
seluruh warga Kota Lhokseumawe saat ini merasakan terjepitnya masalah
ekonomi, maka tidak sedikit masyarakat
Kota Lhokseumawe yang merantau keluar daerah. Hal itu terjadi disebabkan karena
lapangan pekerjaan sangat minim.
Fadhil
juga menjelaskan, padahal di Kota Lhokseumawe telah lama berdiri megah industry
raksasa, yaitu perusahaan PT. Arun NGL. Seharusnya dengan adanya perusahaan
tersebut bisa menunjang perekonomian masyarakat. “Walaupun perusahaan itu ada,
Masyarakat masih saja tetap lapar,” tutur Fadhil.
Kedua
masyarakat Kota yang pernah dijuli sebagai Kota Petro Dolar ini berharap,
Pemerintahan Kota Lhokseumawe harus lebih peka terhadap nasib
masyarakat-masyarakat yang saat ini sedang dilanda kemiskinan.
Selain
itu, persoalan kemiskinan harus menjadi PR penting bagi Pemerintahan Kota
Lhokseumawe yang baru terpilh ini. Apabila memang hal ini tidak diperhatikan,
maka pasti akan terjadi kesenjangan sosial.
Menurut
data yang diperoleh dari BPS Kota Lhokseumawe, untuk tahun 2010 angka
kemiskinan di Kota Lhokseumawe termasuk tinggi, yaitu mencapai 22.530 jiwa dan
tingkat pengangguran terbuka sebanyak 7.848 jiwa. | AT | AG | RD|

