News Update :

Lifting Minyak Disesuaikan Produksi

Selasa, 29 Januari 2013

Jakarta | acehtraffic.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan bahwa revisi target lifting produksi minyak dilakukan agar lebih realistis dan sesuai dengan kenyataan di lapangan.

"Revisi itu adalah menyampaikan angka yang realistis, setelah kita melihat produksi hanya 826.000 barel per hari (bph)," kata Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, seusai meluncurkan buku komik Eksplorasi Migas yang Ramah Lingkungan, di Jakarta, Selasa 29 Januari 2013. 

Rudi mengatakan, jika produksi bisa bertahan di angka 830.000 bph maka hal tersebut sudah sangat baik, dan hal tersebut juga harus tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013.

"Kita harus memberikan angka yang realistis, bukan angka-angka politis, dan hal ini harus dilakukan karena angka yang terkamuflase itu indah, namun tidak pada kenyataannya," ujar Rudi.

Sebelumnya, Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas, Gde Pradnyana di Jakarta, Sabtu 26 Januari 2013, mengatakan bahwa produksi minyak sempat menyentuh angka 802.000 bph, jauh di bawah target APBN 2013 sebesar 900.000 barel per hari.

"Setelah mengalami penurunan produksi yang sangat tajam hingga pada level 802.000 barel per hari, kini produksi minyak sudah kembali pulih di 815.000 barel per hari," kata Gde.

Dia mencontohkan, produksi minyak Chevron Indonesia Company di Selat Makassar, bertambah 2.300 barel per hari setelah produksinya pulih setelah sebelumnya ada gangguan peralatan.

Demikian pula, produksi minyak TAC Poleng naik menjadi 6.000-7.000 barel per hari setelah pemasangan kembali baut di "hose" (pipa salur) selesai.

"Produksi Hess di Jatim sudah mulai naik ke 5.100 dari target maksimal 14.000 barel per hari. Demikian pula produksi gas juga sudah normal 37 MMSCFD dan kilang elpiji juga akan mulai dinyalakan lagi hari ini," ujarnya.

Gde mengatakan, selama beberapa hari terakhir, produksi mengalami berbagai masalah operasi, baik akibat cuaca buruk maupun kendala peralatan produksi.

Menurut dia, seminggu terakhir, gelombang di Laut Jawa mencapai 6-7 m yang menyebabkan putusnya tali jangkar maupun "hose" tangki penampung minyak di lepas pantai.

"Dampaknya, pada minggu ini, produksi mencapai level yang sangat rendah berada di kisaran 806.000 hingga 809.000 barel per hari," ucapnya | AT | R | ANTARA|
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016