Lhokseumawe | acehtraffic.com – Untuk mencegah maraknya peredaran situs porno di Kota Lhokseumawe, Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan serta Majelis Permusyawaratan Ulama Kota Lhokseumawe akan menertibkan seluruh usaha warnet. Kamis 17 Januari 2013.
“Kita akan pantau seluruh usaha warnet,” ujar Ishak Rizal, Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe.
Hal tersebut dilakukan karena pihaknya sering menerima laporan-laporan dari masyarakat, tentang penyalahgunaan jaringan internet. Selain itu, banyak pelajar-pelajar yang lebih banyak menghabiskan waktunya di warnet.
“Seharusnya para pelajar tersebut harus banyak menghabiskan waktu untuk belajar,” tutur Ishak Rizal.
Meskipun demikian, perkembangan jaman tidak dapat untuk dipungkiri. Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, usaha-usaha warnet pun semakin banyak yang bermunculan disetiap sudut Kota yang berjulukan Petro Dolar ini.
Berdasarkan data yang telah dihimpun oleh Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, masih banyak warnet yang tidak memiliki izin gangguan (HO).
Jumlah warnet diseluruh Kota Lhokseumawe sebanyak 32 usaha warnet, 22 diantaranya tidak memiliki izin ganguan (HO) sama sekali. Maka diberikan waktu kepada pengusaha warnet untuk mengurus izin sampai awal bulan Februari.
Selain melakukan penertiban, saat ini Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Lhokseumawe sedang mencari software untuk memblokir seluruh sistus porno. Sehingga situs yang tidak layak untuk diakses tersebut, benar-benar tidak bisa diakses.| AT | AG |
“Kita akan pantau seluruh usaha warnet,” ujar Ishak Rizal, Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe.
Hal tersebut dilakukan karena pihaknya sering menerima laporan-laporan dari masyarakat, tentang penyalahgunaan jaringan internet. Selain itu, banyak pelajar-pelajar yang lebih banyak menghabiskan waktunya di warnet.
“Seharusnya para pelajar tersebut harus banyak menghabiskan waktu untuk belajar,” tutur Ishak Rizal.
Meskipun demikian, perkembangan jaman tidak dapat untuk dipungkiri. Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, usaha-usaha warnet pun semakin banyak yang bermunculan disetiap sudut Kota yang berjulukan Petro Dolar ini.
Berdasarkan data yang telah dihimpun oleh Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, masih banyak warnet yang tidak memiliki izin gangguan (HO).
Jumlah warnet diseluruh Kota Lhokseumawe sebanyak 32 usaha warnet, 22 diantaranya tidak memiliki izin ganguan (HO) sama sekali. Maka diberikan waktu kepada pengusaha warnet untuk mengurus izin sampai awal bulan Februari.
Selain melakukan penertiban, saat ini Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Lhokseumawe sedang mencari software untuk memblokir seluruh sistus porno. Sehingga situs yang tidak layak untuk diakses tersebut, benar-benar tidak bisa diakses.| AT | AG |

