
Acehtraffic.com - Salah satu anggota senior kubu anti Damaskus di dalam negeri Suriah menyatakan kekhawatirannya jika Washington akan melakukan intervensi militer ke negara ini dengan dalih adanya kelompok teroris al-Nashra di Suriah.
"Pertanyaannya di sini adalah mengapa Amerika Serikat mencantumkan milisi al-Nashra di list kelompok teroris? Saya khawatir jika hal ini nantinya akan dijadikan justifikasi oleh Washington untuk mengintervensi Damaskus," ungkap Qadri Jamil, ketua Front Rakyat untuk Perubahan dan Kebebasan Jumat (14/12) saat jumpa pers di Moskow. Demikian dilaporkan al-Alam mengutip Koran al-Quds al-Arabi.
Tokoh senior oposisi Suriah ini tampaknya sangat khawatir AS akan mengirim jet-jet tempurnya ke Suriah dan menggelar operasi terbatas di negara ini dengan alasan menghancurkan kelompok teroris.
Qadri Jamil menambahkan, "Saya sangat meragukan pencantuman nama al-Nashra di list kelompok teroris, karena saya tidak percaya dengan sikap Amerika Serikat. Milisi bersenjata di Suriah secara langsung menerima instruksi dan dukungan dari Barat."
Saat ini Qadri Jamil menjabat deputi perdana menteri Suriah di bidang ekonomi. Di bagian lain statemennya, ia menandaskan, mayoritas kubu oposisi Suriah saat ini menilai solusi tunggal untuk menyelesaikan krisis hanya dapat diraih dengan dialog. Dialog ini juga harus digelar dengan kesepakatan tidak adanya intervensi asing dan melibatkan seluruh kubu nasional.
Qadri Jamil juga menyebut Rusia sebagai sahabat lama Suriah. "Saya telah mencapai kesepakatan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov terkait urgensitas dimulainya dengan segera dialog nasional serta pengiriman bantuan kemanusiaan ke Suriah," tandas Jamil.| AT | M | Irib |
"Pertanyaannya di sini adalah mengapa Amerika Serikat mencantumkan milisi al-Nashra di list kelompok teroris? Saya khawatir jika hal ini nantinya akan dijadikan justifikasi oleh Washington untuk mengintervensi Damaskus," ungkap Qadri Jamil, ketua Front Rakyat untuk Perubahan dan Kebebasan Jumat (14/12) saat jumpa pers di Moskow. Demikian dilaporkan al-Alam mengutip Koran al-Quds al-Arabi.
Tokoh senior oposisi Suriah ini tampaknya sangat khawatir AS akan mengirim jet-jet tempurnya ke Suriah dan menggelar operasi terbatas di negara ini dengan alasan menghancurkan kelompok teroris.
Qadri Jamil menambahkan, "Saya sangat meragukan pencantuman nama al-Nashra di list kelompok teroris, karena saya tidak percaya dengan sikap Amerika Serikat. Milisi bersenjata di Suriah secara langsung menerima instruksi dan dukungan dari Barat."
Saat ini Qadri Jamil menjabat deputi perdana menteri Suriah di bidang ekonomi. Di bagian lain statemennya, ia menandaskan, mayoritas kubu oposisi Suriah saat ini menilai solusi tunggal untuk menyelesaikan krisis hanya dapat diraih dengan dialog. Dialog ini juga harus digelar dengan kesepakatan tidak adanya intervensi asing dan melibatkan seluruh kubu nasional.
Qadri Jamil juga menyebut Rusia sebagai sahabat lama Suriah. "Saya telah mencapai kesepakatan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov terkait urgensitas dimulainya dengan segera dialog nasional serta pengiriman bantuan kemanusiaan ke Suriah," tandas Jamil.| AT | M | Irib |
