News Update :

15 Desember, Perang Tikameron

Sabtu, 15 Desember 2012



Acehtraffic.com - Pertempuran Tikameron terjadi pada 15 Desember 533 antara tentara Vandal di bawah pimpinan Raja Gelimer dan saudaranya Tzazo dengan Kekaisaran Romawi Timur (belakangan dikenal sebagai Kekaisaran Bizantium), di bawah perintah Jenderal Belisarius. Perang ini terjadi setelah kekalahan Gelimer di Pertempuran Ad Decimum, dan berhasil melenyapkan kekuatan Vandals selamanya, menuntaskan penaklukan kembali Afrika Utara oleh Kaisar Yustinianus I.

Setelah diusir dari Kartago. Gelimer menyiapkan diri di Bulla Regia di Numidia, sekitar 100 mil arah Barat Kartago (sekarang perbatasan bagian Barat Tunisia). Ia tahu bahwa dengan keadaannya sekarang, ia tidak akan mampu menghadapi kekuatan Belisarius. Oleh karena itu ia mengirim utusan ke saudaranya Tzazo di Sardinia. Ketika menerima pesan tersebut, Tzazo kembali ke Afrika untuk bergabung dengan Gelimer.

Tzazo dan pasukannya bergabung dengan Gelimer pada awal Desember, sehingga Gelimer merasa telah cukup kuat untuk melakukan serangan. Dengan dipimpin dua orang bersaudara tersebut, pasukan Vandal dalam perjalanannya ke Kartago, menghancurkan aquaduct yang menyuplai air ke kota tersebut.

Imigrasi Pertama Eropa ke Argentina

Tanggal 15 Desember 1516, dimulailah imigrasi pertama bangsa Eropa ke Argentina yang dipimpin oleh Juan Diaz de Solis. Ekspedisi Spanyol yang pertama ke Argentina dilakukan pada tahun 1502  dengan pimpinan Amerigo Vespuccio. Pada saat itu,  kawasan Argentina ditinggali oleh berbagai suku Indian, yang terbesar di antaranya, suku Patagoni dan Andeans.

Orang-orang Spanyol kemudian mendirikan berbagai kota di Argentina, misalnya pada tahun 1526, Sebastian Cabot mendirikan sebuah benteng di tepi sungai Carcarana yang menjadi permukiman bangsa Eropa pertama di Argentina. Pada tahun 1536, de Mendoza mendirikan Buenos Aires, namun kemudian kota ini ditinggalkan pada 1541 setelah dihancurkan oleh penduduk pribumi. Kota ini dibangun kembali pada tahun 1580, dan sejak abad ke-18 kota ini dijadikan ibu kota seluruh koloni Spanyol di Argentina.

Lambat laun, para imigran Eropa semakin banyak berdatangan ke Argentina dan Amerika Latin pada umumnya. Mereka kemudian berniat mendirikan pemerintahan sendiri yang terlepas dari penguasa koloni. Perjuangan para imigran Argentina dimulai pada tahun 1810 dan pada tahun 1816, mereka memproklamasikan kemerdekaan Argentina. Pada saat yang bersamaan, perjuangan mengusir pemerintahan Spanyol bergolak di Amerika Latin, di antaranya dengan dipimpin Simon Bolivar.

Meskipun para imigran telah berhasil mendirikan pemerintahan independen di Argentina, namun hak-hak penduduk pribumi telah diabaikan oleh para imigran yang berkuasa di Argentina. Dalam UU pertama negara ini, tahun 1853, disebutkan bahwa Kongres harus menjamin keamanan bangsa, menjaga perdamaian dengan kaum Indian, dan menyuruh mereka masuk agama Katolik."

Selama seabad setelah kemerdekaan Argentina, kota Buenos Aires berkembang pesat dan ramai didatangi imigran Eropa, khususnya dari Italia. Argentina menjadi sebuah negara yang penuh kaum imigran Eropa dan merupakan rumah bagi komunitas Yahudi terbesar di dunia. Kaum Indian pemilik asli tanah Argentina sendiri telah punah pada abad ke-19. Yang kini tersisa adalah bangsa Indian  campuran yang tersisih ke pinggiran.

Henri Becquerel Lahir

Tanggal 15 Desember 1852, Antoine Henri Becquerel, seorang ilmuwan besar Perancis, terlahir ke dunia. Ayah dan kakeknya juga merupakan ilmuwan besar pada zaman itu. Karya pertama Becquerel adalah mengenai polarisasi cahaya dan penyerapan cahaya oleh kristal. Pada tahun 1896, ia menemukan fenomena radioaktif alami.  Pada tahun 1903, Becquerel berbagi hadiah Nobel di bidang fisika dengan Pierre and Marie Curie untuk penemuan mereka di bidang radioaktivitas. Henri Becquerel  meninggal dunia tangga 25 Agustus tahun 1908.

Spanyol Meninggalkan Sahara Barat

Tanggal 15 Desember 1975, Spanyol mengumumkan untuk meninggalkan Sahara Barat, daerah jajahannya sejak tahun 1884. Dengan demikian, berakhir sudah perjuangan kaum gerilyawan Sahara Barat yang tergabung dalam gerakan pembebasan Polisario. Polisario kemudian memproklamirkan berdirinya Republik Demokratik Arab Sahara.

Namun, kemudian Maroko menganeksasi Sahara Barat dan mengklaim bahwa kawasan itu adalah bagian dari wilayahnya. Meskipun Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda, menyatakan bahwa invasi Maroko itu melanggar hukum, namun Maroko tetap tidak bersedia mundur dari wilayah itu. Akhirnya kembali pecah perang di Sahara Barat. Puluhan ribu orang melarikan diri dari kekerasan perang.

170 ribu Sahrawi, yaitu penduduk asli Sahara Barat sampai kini masih tinggal di kamp pengungsi di Aljazair dalam kondisi buruk. Direncanakan, akan diadakan referendum dengan pengawasan PBB untuk menentukan nasib masa depan bangsa ini.  Sahara Barat terletak di barat laut Afrika di tepi pantai Atlantik, luas 284.000 km2 dan berbtaandengan Mairitania, Maroko, dan Aljazair.
| AT | M | Irib |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016