
Yerusalem | acehtraffic.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji akan terus mendorong perluasan pemukiman di Timur al-Quds (Yerusalem) yang diduduki meskipun kecaman internasional meningkat.
"Kami akan membangun di Yerusalem untuk semua warga kami, ini adalah sesuatu yang telah dilakukan oleh semua pemerintahan sebelumnya dan ini merupakan sesuatu yang pemerintah saya akan terus lakukan," kata Netanyahu dalam pertemuan dengan duta besar asing pada hari Rabu.
Perdana menteri mengulangi klaim Tel Aviv di al-Quds sebagai ibukota abadi Israel, suatu klaim yang dikecam Palestina sebagai ancaman bagi pembentukan negara Palestina menurut perbatasan 1967.
Pernyataan itu muncul setelah kecaman internasional atas penerbitan tender Tel Aviv untuk pembangunan 1.048 unit pemukim baru di Tepi Barat yang diduduki dan memberi lampu hijau untuk pembangunan lebih dari 2.600 unit di selatan desa al-Quds.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon memperingatkan pada hari Rabu bahwa kegiatan permukiman yang terus berlanjut di wilayah Palestina yang diduduki bisa menjadi "pukulan hampir fatal" untuk pembicaraan masa depan antara Israel dan Otoritas Palestina.
Wakil sekjen PBB untuk urusan politik Jeffrey Feltman juga mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa pembangunan pemukiman Israel merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan mendesak Tel Aviv menarik rencana tersebut.| AT | Z | PressTV
