News Update :

Negara Pemegang Hak Veto PBB Ikut Kecam Israel, Kecuali AS

Kamis, 20 Desember 2012



Yerusalem | acehtraffic.com - Anggota permanen Dewan Keamanan PBB, kecuali Amerika Serikat, ikut mengecam rencana Israel atas pembangunan rumah baru bagi pemukim Yahudi di tanah Palestina yang diduduki.

"Pengumuman Israel untuk mempercepat pembangunan pemukiman mengirim pesan negatif dan merusak keyakinan dalam kesediaannya untuk bernegosiasi," Perancis dan Inggris - dua anggota permanen dewan Eropa mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama dengan Jerman dan Portugal pada hari Rabu.

Pernyataan yang dibacakan oleh Duta Besar Inggris untuk PBB Mark Lyall Grant, mengatakan bahwa kelayakan bagi dukungan Barat "solusi dua-negara merupakan kunci untuk keamanan jangka panjang Israel sedang terancam oleh ekspansi sistematis permukiman."

"Pemukiman adalah tindakan ilegal menurut hukum internasional ... Kami menyerukan kepada pemerintah Israel untuk membatalkan rencana ini," tambah pernyataan itu.

Rusia dan China, dua lainnya anggota permanen Dewan Keamanan, juga mengutuk tindakan rezim Israel.

Duta Besar Rusia Vitaly Churkin memperingatkan bahwa keputusan Tel Aviv untuk terus mendorong pembangunan pemukiman lebih lanjut adalah "sarat" dengan risiko, namun mengatakan situasinya bisa "mereda" jika Israel mempertimbangkan kembali rencana permukiman.

Amerika Serikat, yang memveto berbagai resolusi Dewan Keamanan mengkritik Israel, namun tidak bergabung dengan protes publik terhadap sekutu tradisionalnya.

Anggota non-blok Dewan Keamanan - Azerbaijan, Kolombia, India, Guatemala, Maroko, Pakistan, Afrika Selatan dan Togo - juga membaca pernyataannya mengenai kecaman terhadap Israel.

Pada hari Rabu, Israel mentenderkan sekitar 1.000 unit rumah baru bagi pemukim Yahudi di Tepi Barat yang diduduki, dan juga memberi lampu hijau untuk pembangunan lebih dari 2.612 unit rumah baru di Timur Yerusalem yang diduduki.

Pada konferensi pers pada hari Selasa, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon meminta Israel untuk "menahan diri dari melanjutkan jalan berbahaya ini" dan memperingatkan bahwa permukiman di wilayah Palestina yang diduduki bisa menjadi "pukulan hampir fatal" untuk pembicaraan masa depan antara Tel Aviv dan Otorita Palestina. | AT | Z | PressTV
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016