Aceh Utara | acehtraffic.com- Koh batee (potong batu) itulah sebutan di pondok pembuatan batu bata. Pembuatannya memang sangat mudah dan sederhana bahkan tidak menggunakan machine atau alat teknologi canggih lainnya. Minggu 23 Desember 2012
Proses pembuatan bata (batu bata) bahan bakunya adalah tanah liat yang di peumasak (diolah) terlebih dahulu. Caranya tanah misalnya satu truck ditumpuk dengan tinggi 50 cm disiram hingga air masuk kebawah.
Tanah liat tersebut dilakukan pemasakan lagi dengan cara di cah-cah (di injak-injak kerbau) atau tenaga manusia bisa juga menggunakan tenaga mesin.
Bila tanah liat sudah masak atau tercah-cah seluruh bagian dan tanah betul-sudah liat lansung dirapikan seperti bentuk gunung 5 cm sudutnya sudah rapi lalu ditutup dengan kertas plastik.
Lukmanul Hakim Ismail (13) warga Reuleut Barat Kecamatan Muara Batu yang juga tercatat sebagai siswa kelas 2 SMPN 2 Bungkah Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara mengatakan ongkos koh batee (potong batu bata) dari tanah liat yang telah diolah terlebih dahulu, dalam satu potong Rp. 30 Rupiah.
Dia bersama kawan-kawannya bekerja selepas pulang sekolah pukul 14.00 hingga jam 17.00 wib. Dengan limit waktu 3 jam mereka sanggup menyelesaikan 300 sampai dengan 400 butir.
"Wo ikula takoh batee, poh 5 piyoeh manoe-manoe jak beuet (Pulang sekolah potong bata, jam 5 mandi kemudian pergi ngaji," Tambah Zakiah (14).
Sementara harga beli didapur batu bata oleh pembakar Rp.140 Rupiah/ butir dan mekanismenya diambil langsung oleh pihak pembeli.
Menurut Zulfikar (14) warga Reulet Barat yang sudah cukup mengusai proses pemuatan batu bata hingga bisa menangkap 4 potong batu bata sekaligus, menyebukan ongkos menaikkan batu bata kedalam truk dengan jumlah 7 ribu potong adalah 100 ribu.
Sementara harga batu bata yang sudah siap pakai dijual seharga Rp.270 perpotong didapur batu bata. Harga ini tergantung daerah dan kualitas dari batu bata, bisa jadi batu bata dengan kualitas supir harganya lebih tinggi. | AT | RD | IS|

